Tag: notebook

  • Laptop ASUS VivoBook A409FJ

    Review Laptop ASUS VivoBook A409FJ – Pengguna laptop itu banyak ragamnya, bahkan bisa dikatakan nyaris setiap pengguna laptop itu memiliki kriteria berbeda-beda dalam menentukan spesifikasi laptop yang menjadi incarannya.

    Bila dana yang dapat dialokasikan untuk membeli sebuah laptop tak terbatas (baca: sultan), tentu tak masalah membeli laptop dengan spesifikasi seperti apapun.

    (more…)
  • ZenBook Duo UX481, Si Pemuas Imajinasi

    Review Singkat ZenBook Duo UX481 – Multi tasking adalah hal yang sering didengungkan oleh produsen perkakas teknologi informasi seperti smartphone dan laptop, termasuk juga “jerohannya” seperti prosesor.

    Maklum, pengguna smartphone atau laptop tidak akan puas jika hanya membuka 1 macam aplikasi saja pada device yang mereka gunakan. Kecuali lagi sibuk nonton atau main game, umumnya pengguna smartphone atau laptop akan membuka beberapa aplikasi sekaligus.

    Jadi para produsen smartphone atau laptop bakal membuat produknya sangat mudah digunakan untuk multi tasking, tentunya didukung oleh pengembang sistem operasi dan prosesor.

    Nah, sekarang soal tampilan layar. Multi tasking jika dilakukan pada layar sekecil smartphone kadang gak nyaman. Pada laptop 14 inci tentu sudah jauh lebih baik, tapi tetap saja bakal terasa ada sesuatu yang kurang.

    Pengguna PC tentu lebih “santai” saat butuh multi tasking dalam hubungannya dengan tampilan layar. Tinggal beli layar tambahan dan bila perlu kartu grafis, beres. (meski kudu merogoh kocek rada dalam, hehe)

    OK, dalam kasus tertentu, pengguna laptop juga bisa menyambungkan laptopnya ke monitor tambahan. Namun tentu itu bertentangan dengan konsep mobile yang menjadi kelebihan sebuah laptop.

    (more…)
  • Ganti SSD dan Asus Vivobook A412 Baru

    Asus Vivobook A412 Baru – Dulu saya selalu berpatokan pada kebaharuan prosesor dan kapasitas RAM untuk menentukan apakah sebuah laptop cukup kencang atau cukup kuat digunakan untuk menjalankan aplikasi/game berat.

    Makanya saya girang bukan kepalang ketika tahun lalu saya memenangkan Asus Vivobook A442UQ berkat tulisan saya ini.

    Bayangkan, prosesornya Intel i7, RAM-nya 8 GB. Mantap bukan?

    Sayangnya, kegembiraan saya sedikit luntur karena ternyata laptop tersebut agak lelet. Mengapa begitu?

    (more…)
  • Vivobook Pro F570, Cantiknya Dia Yang Terlahir Dari Ras Berbeda

    Vivobook Pro F570 – Kenalkah kamu dengan nama-nama ini: Mariah Carey, Keanu Reeves, Demi Lovato, Shakira, Zoe Kravitz, Vin Diesel, Chloe Bennet?

    Pasti kenal lah ya, mereka kan selebiritis. Nah, pertanyaan berikutnya, apakah hal yang menjadi persamaan di antara mereka?

    Nah, pasti rada mikir duluan.

    Jawabannya adalah: mereka itu semua adalah mixed race, ras campuran. Ambil contoh Chloe Bennet yang ngetop berkat perannya sebagai Quake di Agent of Shield, ayahnya adalah seorang Amerika keturunan Cina, sedangkan ibunya adalah orang Amerika.

    Orang-orang yang lahir dari ras campuran ini kebanyakan memiliki paras yang elok, kecantikan atau kegantengan yang unik.

    Mungkin kamu bisa perhatikan sekelilingmu jika ada orang-orang yang berasal dari ras campuran. Besar kemungkinan mereka ini akan memiliki wajah rupawan, meskipun bukan selebriti.

    Lalu apa hubungannya antara orang-orang ras campuran berwajah rupawan dengan laptop Asus Vivobok Pro F570 yang akan dibahas ini?

    (more…)
  • Program Terima Kasih Pelanggan Dari Acer Untuk Pelanggan Setianya

    Program Terima Kasih Pelanggan Acer – Acer merupakan sebuah brand yang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga pengguna komputer. Maklum, Acer memiliki produk komputer yang cukup luas, seperti PC desktop, notebook, netbook, monitor, proyektor, dan lain-lain.

    Tentu bukan sekadar produk yang banyak dan beragam saja yang membuat Acer diingat oleh masyarakat dan tetap eksis hingga kini.

    Jika tak mampu memuaskan pelanggannya, belum tentu juga nama Acer masih begitu berkibar hingga sekarang ini. Justru kemampuan memuaskan pelanggan merupakan salah satu jurus andalan Acer hingga mereka tetap menjadi salah satu brand teknologi yang memiliki pesona kuat.

    (more…)
  • Menembus Relung Waktu Dengan Laptop ASUSku

    Aku menahan diri untuk melampiaskan kekesalanku saat kulihat layar masih menampilkan angka 30% sedari tadi. Laptopku sedang butuh di-update, sementara aku punya tugas yang harus segera dikumpulkan.

    Kenapa juga laptop itu harus di-update sekarang? Kenapa tidak besok saja? Mending kalau cepat proses update-nya. Lha ini laju prosesnya sungguh bikin gemes.

    Tidak hanya update di saat-saat genting, dia juga sangat terasa lambat saat digunakan. Aku memang agak tidak sabaran sih, tapi aku yakin tidak seharusnya dia beroperasi selamban itu. Aku tidak mengerti lagi apa yang terjadi dengan laptop satu ini, tapi yang jelas, aku sudah tidak tahan lagi.

    Yach, memang kalau dipikir, laptopku ini sudah renta. Saat kubuka catatan pembeliannya – aku memang sering mencatat barang-barang yang kubeli, khususnya barang elektronik – terpana juga aku karena ternyata umurnya sudah berjalan lebih daripada lima tahun.

    (more…)

  • ASUS ROG Strix GL504, Laptop Gaming Berbezel Super Tipis

    ASUS ROG Strix GL504, Laptop Gaming Berbezel Super Tipis – Bicara laptop, apalagi laptop gaming, ASUS adalah juaranya. Ini bukan ngecap karena ada buktinya.

    Menurut IDC, pada kuartal pertama tahun 2018, pangsa pasar laptop consumer ASUS mencapai 35 persen, naik lumayan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 30,5 persen.

    Pada sektor laptop gaming, berdasarkan data GfK, pada kuartal kedua 2018 ASUS menguasai pangsa pasar sebesar 50,3 persen untuk kategori notebook gaming berbasis Nvidia GTX.

    Sedangkan jika dipetakan berdasarkan harga, pada segmen harga Rp20 juta ke atas, ASUS menguasai pangsa pasar dengan 40,6 persen. Pada rentang harga Rp15 juta hingga Rp20 juta, pangsa pasar ASUS mencapai 66,5 persen.

    Tak salah jika ASUS pede dengan terus mengeksplorasi laptop gaming dan pada tanggal 14 Agustus 2018, dalam event bertajuk “Embrace The Edge of Power”, ASUS secara resmi memperkenalkan laptop gaming terbaru yang diberi nama ASUS ROG Strix GL504.

    (more…)

  • Review Notebook HP 14-BW002AX

    Review Notebook HP 14-BW002AX – Harga notebook belakangan ini cenderung naik. Beberapa waktu lalu relatif masih mudah dijumpai notebook berharga 3 jutaan, tapi sekarang bisa dibilang tak ada lagi.

    Selain karena faktor spesifikasi, juga karena notebook yang dijual belakangan ini sudah lengkap dengan sistem operasi Windows 10.

    Nah, notebook murah yang beredar sekarang ini rata-rata memiliki harga 5 jutaan. Salah satu notebook yang berada pada rentang harga tersebut adalah HP 14-BW002AX dan saya beruntung bisa menjajalnya.

    Inilah kesan saya terhadap notebook tersebut.

    (more…)

  • ASUS X555QG, Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Review ASUS X555QG – Tanpa harus melihat data statistik, mudah untuk menduga bahwa era komputer desktop telah mendekati masa akhir. Kini orang lebih suka menggunakan notebook atau laptop untuk menggantikan komputer desktop.

    Bahkan jika selama ini perkantoran dianggap sebagai pihak yang setia menggunakan komputer desktop, nyatanya tidak lagi. Perkantoranpun kini cenderung memilih notebook sebagai alat bantu kerja utama.

    Bagaimana dengan gamer? Ya, gamer memang cenderung masih memilih menggunakan komputer desktop, hanya saja belakangan ini mulai banyak bermunculan notebook yang dirancang untuk bermain game dan nampaknya cukup diterima pasar.

    Berhubung bakal digunakan untuk kerja keras, apalagi statusnya “pengganti komputer desktop”, tentu dibutuhkan laptop yang mumpuni. Salah satu notebook yang memenuhi kriteria tersebut adalah ASUS X555QG, laptop handal untuk kerja dan game.

    Nah, seperti biasa, saya kedatangan tamu dan tamunya ya ASUS X555QG yang akan dibahas ini. Berikut adalah kesan saya ketika mencoba ASUS X555QG ini selama beberapa hari.

     

    Desain

    Sebagai produk ASUS, X555QG ini memiliki corak desain yang senada dengan notebook ASUS lainnya. Yang langsung nampak adalah bagian belakang layar monitor yang memiliki corak ZenCircle. Selain mempercantik tampilan, corak lingkaran tersebut akan menambah “grip” ketika laptop dibawa dalam keadaan tertutup.

    Ketika dibuka, nampaklah bahwa laptop ini memiliki deretan keyboard yang mirip susunan keyboard untuk komputer desktop, lengkap dengan numpad di sisi kanan.

    ASUS X555QG

    Touch pad X555QG cukup lebar sehingga memudahkan untuk melakukan navigasi. Letaknya juga tidak pas di tengah notebook melainkan menyesuaikan posisi tengah keyboard QWERTY sehingga mengurangi potensi terpencet secara tak sengaja ketika mengetik.

    Keyboardnya meski nampak kecil, namun bagian QWERTY-nya memiliki ukuran yang sama dengan ukuran keyboard desktop, sehingga mengetik dengan laptop ini sama sekali tidak menimbulkan kesan canggung.

    Dari penampakannya, laptop ini nampak kokoh, kekar berisi. Dan memang penampakannya itu tidak “menipu” karena laptop ini relatif berat. Bobotnya mencapai 2.2 kg.

    Mungkin hal ini akan dianggap sebagai suatu kelemahan namun perlu diingat, mobilitas bukanlah hal yang menjadi nilai jual laptop ini. ASUS X555QG kemungkinan besar akan lebih banyak digunakan oleh pekerja kantoran ataupun gamer amatir yang cenderung tingkat mobilitas relatif kecil.

    Mereka hanya akan membawa laptop dari rumah ke tempat kerja atau ke tempat bermain game dan setelah sampai, mereka akan menggunakan laptop tersebut dalam jangka waktu relatif lama, bahkan mungkin hingga waktunya pulang dan membawa laptop tersebut kembali ke rumah.

     

    Tampilan Layar

    ASUS X555QG memiliki bentang layar sebesar 15.6 inci dengan resolusi 1366×768 pixel. Resolusi ini tergolong mainstream karena kebanyakan laptop memiliki resolusi sebesar itu. Namun soal kejernihan layar, laptop ini mampu menampilkannya dengan baik. Ketika saya coba untuk memutar video, detil yang ditampilkan sungguh luar biasa. Video 4K juga dapat diputar dengan baik.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Itu semua berkat dukungan prosesor grafis AMD Radeon™ R6 M435DX Graphics yang disematkan pada laptop ini. Jadi apapun tugas yang hendak diberikan terhadap laptop ini, entah itu untuk pekerjaan kantor atau bermain game, layar monitor ASUS X555QG siap melayani.

    Barangkali yang sedikit mengganggu adalah bila laptop digunakan saat berada di luar (outdoor) atau di ruangan yang mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber penerangan karena pantulan bayangan melalui layar monitor relatif jelas terlihat.

     

    Audio

    Dengan tampilan layar yang memukau, tentu akan timpang bila tak diimbangi dengan audio yang berkualitas pula. Nah, laptop ini diperkuat dengan teknologi audio khas ASUS, yaitu Sonic Master yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Cobalah untuk memutar video sebuah konser dari band tertentu, dijamin kamu akan berasa datang sungguhan ke konser tersebut. Tentunya bila laptop ini kamu gunakan untuk bekerja, kamu harus bertoleransi dengan orang yang duduk di sebelah dengan tidak menyalakan audio keras-keras.

    Oh ya, sayangnya ASUS X555QG tidak dilengkapi dengan tombol volume fisik seperti halnya seri ZenBook. kamu harus menggunakan kombinasi tombol Fn+F11 untuk mengecilkan volume dan kombinasi tombol Fn+F12 untuk mengeraskan volume.

     

    Port

    Karena laptop ASUS X555QG ini dirancang untuk menggantikan komputer desktop, maka ASUS memperlengkapinya dengan port yang cukup banyak. Di sisi kiri ada port RJ 45 untuk terkoneksi dengan LAN, lalu ada port VGA dan HDMI untuk memperluas tampilan layar ke layar yang lebih besar atau projektor, plus 2 buah port USB 3.0.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Di sisi kanan tersedia port USB 2.0, combo audio jack, dan card reader. Selain itu, satu hal yang tidak nampak secara fisik adalah koneksi Bluetooth.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Pekerjaan kantor atau game bisa dibilang masih cukup sering memanfaatkan keping CD atau DVD, karena itu laptop ini dilengkapi pula dengan sebuah DVD Writer.

     

    Performa

    Laptop ASUS X555QG yang saya uji ini menggunakan AMD A10-9600P sebagai prosesor utamanya. Prosesor tersebut memiliki empat inti (quad core) dan memiliki kecepatan hingga 3.3 GHz. Menilik prosesor yang digunakan tersebut, seharusnya laptop ini memiliki performa yang cukup ngebut.

    Namun jujur saja saya agak sedikit kecewa karena laptop ini tak sekencang yang saya harapkan. Kemungkinan karena RAM-nya hanya 4 GB saja, meskipun sudah DDR4. Untunglah kapasitas RAM ini bisa diupgrade hingga 8 GB.

    Dengan performa yang sekarang, ASUS X555QG sudah jauh lebih daripada cukup jika digunakan untuk pekerjaan kantor atau multimedia sederhana seperti memutar video. Namun untuk pekerjaan yang lebih berat, apalagi untuk game, saya pikir setidaknya RAM perlu diupgrade hingga maksimal 8 GB.

     

    Baterai

    Baterai juga menjadi salah satu titik lemah laptop ini, karena hanya berkapasitas 2 Cells 37 Whrs saja. Barangkali kapasitas tersebut sengaja ditekan agar bobot laptop tidak semakin berat. Akibatnya mobilitas ASUS X555QG menjadi relatif terbatas.

    Namun sekali lagi, mobilitas bukanlah nilai jual laptop ini. Sebagai pengganti komputer desktop yang memang diam tak bergerak, laptop inipun juga cenderung diam, apalagi bobotnya yang cukup berat membuat orang malas membawanya ke mana-mana.

    Nah, saat digunakan secara menetap di satu tempat tersebut, tentunya bisa dipilih tempat yang dekat dengan colokan listrik, sehingga mudah untuk mengisi ulang kembali baterainya.

     

    Sistem Operasi

    Laptop ASUS X555QG ini hanya dibekali dengan sistem operasi Free Dos. Sudah tentu jika ingin menggunakan Windows, kamu harus membelinya. Sebagai alternatif, menggunakan Linux tentunya juga tidak menjadi masalah.

    Jika kamu memilih menggunakan Windows, ASUS telah menyediakan CD berisi driver dan aplikasi yang diperlukan oleh sistem operasi Windows agar dapat berjalan dengan baik pada ASUS X555QG ini.

    Kabar baiknya, ASUS telah menjalin kerja sama dengan Microsoft dan memperlengkapi setiap produk laptopnya dengan sistem operasi Windows 10 per November 2017.

    Jadi ASUS X555QG yang diproduksi pasca November 2017, pastinya akan memiliki sistem operasi Windows 10.

     

    Spesifikasi

    Spesifikasi

    Harga ASUS X555QG adalah Rp 6.999.000,-

     

    Rating

    Performa
    Desain
    Baterai
    Harga
    Multimedia
    Total3.8/5

     

    Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

  • 10 Notebook Terbaik ASUS Tahun 2017

    10 Notebook Terbaik ASUS Tahun 2017 – Tahun 2017 telah kita lalui dengan selamat dan tentu kita semua berharap tahun 2018 juga merupakan tahun yang “bersahabat”. Sebagai seorang blogger teknologi, sepertinya saya belum pernah membuat semacam kilas balik teknologi pada tahun yang telah berlalu dan prediksi teknologi pada tahun yang akan dijalani. Karena itu, untuk pertama kalinya saya akan mencoba membuat semacam kilas balik tahun 2017 dan tema yang saya pilih adalah notebook terbaik ASUS yang dirilis pada tahun 2017 atau dirilis pada akhir 2016 namun lebih banyak beredar di tahun 2017. Mengapa ASUS? Karena untuk notebook, saya berkeyakinan bahwa ASUS adalah yang terbaik. Dan keyakinan saya itu juga didukung fakta bahwa pangsa pasar notebook di Indonesia dikuasai oleh ASUS. Apalagi harga laptop Asus relatif cukup bersahabat.

    Menurut data terkini yang bisa saya dapatkan, ASUS menguasai 51.7% pangsa pasar notebook di Indonesia sepanjang tahun 2016.

    Berkat itu pulalah, pada tahun 2017 ASUS mampu terus berinovasi dan menghadirkan notebook-notebook terbaik mereka.

    Nah, inilah 10 notebook terbaik ASUS tahun 2017, dalam urutan mundur.

    (more…)