Blog Oom Yahya

Catatan Usil Yahya Kurniawan

Pengalamanku Bersama JNE Express

 

Sebagai seorang blogger yang sering menulis review tentang ponsel dan tinggal jauh dari pusat distribusi ponsel (baca: Jakarta), tentu saya membutuhkan jasa kurir yang terpercaya dalam pengiriman unit ponsel yang hendak saya review serta saat mengembalikannya lagi ke distributor. (Catat anak kalimat terakhir ini ya, hehe) 😂

Dan entah kenapa, para distributor ponsel tersebut selalu menggunakan jasa kurir yang sama saat mengirimkan ponsel ke saya, yaitu JNE Express. Belakangan saya baru tahu mengapa mereka selalu menggunakan JNE Express Express. Soal terpercaya, tepat waktu, dan kemampuan pelacakan posisi barang yang dikirim, itu sudah tak perlu dipertanyakan lagi, sudah pasti itu bakal jadi alasan utama memilih JNE Express.

Lalu apa?

Read More

Incredibly Incredible Race di Zenvolution

Abaikan judulnya yang campur aduk gak karuan. Itu cuma hendak menunjukkan serunya acara Incredible Race yang diselenggarakan oleh Asus dalam rangka launching Zenfone 3 kemarin.

Jadi seperti sudah sedikit saya singgung kemarin, acara launching yang diadakan oleh Asus kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah. Benar-benar sebuah revolution seperti judulnya, Zenvolution.

Yang pertama, acara launching langsung diadakan di hari pertama, tidak seperti biasanya yang di hari kedua. Yang kedua, biasanya Asus meluncurkan produknya mengandalkan saya sebagai brand ambassador tanpa kehadiran bintang tenar sebagai brand ambassador, namun kali ini ada jagoan gelut Joe Taslim dan si cantik Bunga Citra Lestari. Apa ini maknanya? Ya revolusi itu tadi.

Asus kini lebih serius menggarap pasar ponsel premium, terbukti dari desain dan spesifikasi Zenfone 3 yang meninggalkan pakem Zenfone generasi pertama dan kedua. Maka mau tidak mau harganya juga jadi berbeda dong. Nah, lebih lengkap soal review Zenfone 3, nanti akan saya tuliskan secara terpisah. Sekarang saya mau cerita dulu ada apakah di hari kedua acara Zenvolution.

Read More

Menuju Startup Digital

Sebagai orang yang bergelut di bidang IT, siapa sih yang tidak kepingin punya startup yang bisa diandalkan untuk memberikan penghidupan yang layak, baik untuk sang pendiri maupun juga untuk banyak orang yang terlibat di dalamnya? Saya jelas kepingin.

Hanya saja selama ini saya merasa mendirikan sebuah startup seolah adalah hal yang “unreachable” buat saya. Saya memang memiliki kemampuan pemrograman dan sering juga menerima pembuatan aplikasi, khususnya aplikasi database untuk perusahaan kecil menengah, namun kemampuan tersebut berguna untuk pembuatan aplikasi berbasis web. Sedangkan trend saat ini adalah mengarah ke aplikasi di atas platform ponsel cerdas, seperti Android atau iOS.

Tambahan lagi, selama ini saya selalu bekerja sendiri, single fighter. Padahal untuk membangun sebuah startup sudah bisa dipastikan dibutuhkan orang-orang yang kompeten, nyaris mustahil dikerjakan sendirian.

Maka ketika ada sebuah gerakan nasional berjudul “Gerakan Nasional 1000 Startup Digital”, saya tanpa ragu mengikutinya. Gerakan ini akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon-calon pengusaha digital hingga akhirnya terbentuk 1000 Startup baru.

Read More

Selamat Tinggal, Lumia 950

Saya sudah cukup lama hobi utak-atik komputer, sejak awal 90an. Berbagai sistem operasi sudah saya coba, mulai dari DOS, Windows 3.1x, Windows 95-98, hingga sekarang Windows 10, Linux macam-macam distro (sejak 1998, saat mount floppy disk saja butuh kemampuan hacker), dan Unix Sys V.

Soal aplikasi, macam-macam juga yang pernah saya coba. Khususnya untuk aplikasi office, saya sudah menggunakan WordStar, Lotus 1-2-3, ChiWriter, AmiPro, hingga Microsoft Office. Kalau pas pakai Linux ya Open/LibreOffice.

Dari pengalaman panjang saya itu, saya ternyata merasa sangat cocok menggunakan produk Microsoft. Jadi komputer saya sekarang menggunakan OS Windows 10 dan aplikasi kantorannya Microsoft Office. Sampai-sampai sayapun menulis banyak buku tentang Microsoft Office.

Soal ponsel, saya relatif tertinggal karena baru menggunakan ponsel pada tahun 2001, padahal relatif banyak teman dan saudara saya menggunakan ponsel mulai tahun 1997an. Sejak membeli ponsel pertama, saya selalu menggunakan Nokia. Pernah sekali saya membeli Samsung Galaxy Gio karena sebagai pengamat IT, tentu saya harus familiar dengan Android. Itupun akhirnya saya menggunakan dua buah ponsel dengan ponsel kedua adalah Nokia, sebuah feature phone yang lebih banyak saya gunakan untuk telpon dan SMS.

Ketika Nokia mengeluarkan produk ponsel cerdasnya dalam diri Lumia, sayapun tetap ngefans dan pake Lumia juga. Meski sekarang jadi terbalik, yang dulu mainstream sekarang jadi antimainstream. Jadi bisa dibilang, cuma sekali saya beli non Nokia, selain itu selalu beli Nokia. Lha Asus Zenfone itu? Anu, nek itu saya ndak pernah beli. (ngacir)

Trus?

Read More

Perawatan dan Pindah Server

Beberapa hari yang lalu pihak hosting tempat blog saya ini “ngekos” mengadakan perawatan dan pemindahan server, sehingga selama beberapa saat blog saya tidak bisa diakses dan kini sudah normal, bisa diakses kembali, namun sayangnya ada beberapa komentar yang hilang karena belum sempat ter-back up.

Jadi buat pengunjung blog ini yang merasa sudah mengirimkan komentar atau pertanyaan dan tiba-tiba hilang, itu bukan karena saya hapus. (upss) Barangkali bisa mengulangi lagi komentar atau pertanyaannya.

Terima kasih atas perhatiannya.

Menjadi Barista Pribadi Dengan Mesin Kopi Dolce Gusto

Banyak teman yang tahu kalau saya ini bukan penggemar kopi. Namun sepertinya saya kudu “belajar” minum kopi mengingat relatif sering diajak nongkrong di tempat-tempat minum kopi. Dan cara terbaik untuk “belajar” itu adalah dengan memiliki mesin kopi yang menghasilkan minuman yang mirip dengan yang dijual di tempat-tempat minum kopi tadi. Mesin kopi Nescafe Dolce Gusto sepertinya bisa menjawab kebutuhan itu. Mesin kopi yang saya miliki adalah Dolce Gusto tipe Genio.

Mesin kopi Dolce Gusto Genio ini memiliki desain yang unik, kalau diperhatikan mirip dengan Penguin. Dengan desain yang unik dan keren ini, mesin kopi Dolce Gusto jadi mudah diletakkan di mana saja, mau di dapur, di meja makan, atau barangkali di atas kulkas, tanpa merusak pemandangan. Malah rasanya justru menjadi pemanis ruangan yang ditempati oleh mesin kopi tersebut.

Dolce Gusto

Bobotnya juga relatif ringan sehingga mudah diangkat dan dipindahkan. Hanya saja kudu hati-hati karena bentuknya yang membulat membuat agak licin saat dipegang.

Read More

Pindah Hosting

Beberapa hari belakangan ini, blog saya mengalami Bandwidth Limit Exceeded. Artinya lalu lintas ke blog ini sangat tinggi hingga melebihi limit yang diijinkan untuk blog ini.

Berhubung blog saya ini fans-nya sudah banyak (cih, kemaki (idiot) ), mau tak mau saya mesti ambil tindakan agar para fans tidak kecewa. Jadi saya memutuskan untuk pindah hosting yang menawarkan jatah traffic lebih besar.

Namun untuk sementara waktu, dalam proses perpindahan, tentu saja masih sesekali timbul masalah. Karena itu mohon maaf apabila blog ini masih sering sulit diakses atau barangkali timbul error di sana-sini.

Bila Anda menjumpai masalah, mohon kebaikan hatinya untuk melaporkannya ke email atau akun Twitter saya @OomYahya.

Terima kasih

Selamat Hari Blogger Nasional 2013

Hari sudah hampir habis tapi saya baru mau bikin posting tentang Hari Blogger Nasional. (malu)

Selamat Hari Blogger Nasional bagi yang merayakan. Saya sendiri hampir berhenti jadi blogger karena putus asa, blog ini sempat tumbang gara-gara menulis tentang BBM for Android untuk tablet. (hassle)

Gak ding (wek)

Sekalian mau minta maaf, gara-gara blog saya tumbang, ada beberapa komentar di tulisan tentang BBM for Android tersebut yang hilang. Jadi bagi yang merasa komentarnya hilang, mohon jika berkenan kirim komentar kembali. (upss)