Pengganti Craig, Penerus Brosnan Sebagai James Bond

Pengganti Craig Sebagai James Bond – Sejak Pierce Brosnan berhenti memerankan James Bond dan digantikan Daniel Craig, film-film James Bond terasa hambar.

Daniel Craig itu tidak cocok memerankan James Bond. Kurang perlente, kurang tinggi, kurang cakep. Rambutnya pirang pula. Pokoknya gak pas.

Apakah film James Bond yang dibintangi Daniel Craig jelek? Tidak juga, poinnya bukan itu. Tapi saat nonton film James Bond, karisma seorang Bond itu tidak ada.

Jadi filmnya terasa seperti nonton film action yang lain seperti Mission Impossible, Die Hard, atau Jason Bourne. Malahan ketiga film yang saya sebutkan ini punya “roh” tersendiri, bukan?

Saya benar-benar kehilangan film James Bond sejak 2006 (Casino Royale, pertama kali Daniel Craig berperan sebagai James Bond).

BTW, saya bukan hater Daniel Craig ya, saya hanya menganggap dia tidak cocok memerankan Bond. Saat dia muncul sebagai cameo di film Star Wars, saya oke oke saja kok. (Lha iya wong wajahnya ndak kelihatan, muncul jadi Stormtrooper, wkwkwk).

Ketika Craig bilang kalau Spectre bakal jadi film Bond terakhirnya, saya senang sekali dan berharap penggantinya benar-benar pas.

Eh kok ya kena PHP dan Craig masih main sekali lagi … duh :(

Tapi kayaknya kali ini benar-benar film Bond terakhir bagi Craig. Tahun 2023 nanti saya yakin film Bond berikutnya pasti bakal ganti pemeran.

Sudah banyak pembahasan yang muncul tentang siapa saja yang bakal jadi pengganti Daniel Craig sebagai James Bond.

Pada artikel ini akan saya kumpulkan siapa saja yang ditengarai bakal memerankan James Bond pada film berikutnya serta tingkat kecocokannya. Pembahasan saya urutkan berdasarkan usia calon pemeran, yang lebih tua duluan.

(more…)

Sekuel Star Wars a la Oom Yahya

Sudah nonton Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker? Kalau sudah, gimana film itu menurutmu?

Kalau saya sih, trilogi sekuel Star Wars ini kacau. Barangkali cuma Episode VII yang lumayan.

Bukan cuma saya lho yang mengeluhkan hal ini tapi juga banyak penggemar Star Wars lainnya.

Dulu, sebelum LucasFilm dibeli Disney, George Lucas dalam beberapa kesempatan selalu mengatakan bahwa dia tidak akan membuat sekuel Star Wars, jadi cukup berhenti hingga 6 episode. Nah, kayaknya memang lebih baik begitu, bukan?

Tapi, saya pernah membayangkan, andaikata misalnya umpama jika saya ditunjuk jadi sutradara sekuel Star Wars itu, saya akan bikin ceritanya seseru mungkin, tapi tetap berpegang pada kaidah Star Wars. (Halah, kaidah).

Nah, kalau kalian penasaran, inilah cerita sekuel Star Wars a la saya. Dilarang protes ya, namanya juga ngarang, wkwkwk.

(more…)

Kesan nonton Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker

Kesan nonton Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker – Suka tidak suka, fans atau bukan, kudu diakui bahwa Star Wars merupakan salah satu franchise film tersukses sepanjang sejarah perfilman.

Nah, sudah menjadi kodrat manusia bila ada sesuatu yang sukses, apalagi menghasilkan banyak uang bagi dia, maka dia ingin mengulanginya.

George Lucas telah melakukan hal tersebut terhadap film Star Wars, film yang sebenarnya dia sendiri tidak yakin bakal sukses. Bahkan pemutaran perdananya saja tidak dia hadiri dan dia malah sibuk dengan Steven Spielberg untuk menggagas konsep Indiana Jones.

Tidak disangka-sangka, Star Wars “meledak” dan sukses besar. George Lucas kini jadi punya uang banyak untuk membuat sekuel dari Star Wars dan akhirnya lahirlah The Empire Strikes Back dan Return of The Jedi.

(more…)

Review Film Gundala

Review Film Gundala – Film Gundala saat ini sedang diputar di berbagai jaringan bioskop di Indonesia. Adakah yang belum kenal dengan Gundala? Gundala adalah superhero asli Indonesia (kelahiran Jogja, wkwkwk).

Jika melihat sosoknya, mungkin sebagian langsung menuduh bahwa Gundala ini meniru karakter Flash. OK, Hasmi (penulisnya) sendiri mengakui terinspirasi dari Flash, tapi jika dikatakan meniru, kok ya terlalu berlebihan. Ada banyak perbedaan loh antara Flash dengan Gundala.

Saya cukup beruntung sudah mengenal Gundala sejak kecil karena dulu orangtua saya sempat memiliki usaha penyewaan komik. Sayang sekali saat itu saya kurang begitu tertarik dengan komik Gundala karena gebyar komik Eropa yang berwarna lebih menarik minat saya. Jadi saya lebih akrab dengan Tintin, Asterix, Lucky Luke, dan kawan-kawannya.

Praktis, saya hanya kenal sedikit tokoh yang diceritakan di dalam komik Gundala, misalnya Godam, Aquanus, dan Kapten Mlaar. Sifat dan karakter merekapun saya sudah lupa sama sekali. Saya hanya ingat samar-samar bahwa Gundala itu “beroperasi” di kota Yogyakarta. Salah satu makanan favoritnya adalah gudeg Bu Mus. Konon, rumah Hasmi memang tidak terlalu jauh dari gudeg Bu Mus.

Tahun 1980an, Gundala pernah diangkat ke layar lebar, dengan judul Gundala Putra Petir. Saya waktu itu sebenarnya ingin nonton tetapi karena satu dan lain hal, saya tidak jadi nonton. (Satu dan lain hal adalah kalimat untuk pengganti kata “lupa”, wkwkwk). Apalagi waktu itu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Ketika mengetahui Gundala akan difilmkan kembali, saya bertekad untuk tidak gagal nonton lagi. Kali ini saya kudu nonton.

Akhirnya saya beneran nonton dan sekarang saya hendak mempersembahkan review film Gundala tersebut. Dalam review ini bakal terdapat spoiler, jadi jika kamu tidak suka kena spoiler, boleh kok berhenti baca sampai di sini. Boleh baca tulisan saya yang lain, hehe.

(more…)

Film Justice League Bagus Juga Kok

Kebanyakan review mengatakan film Justice League jelek. Padahal menurut saya, film Justice League bagus juga kok. Ya memang tidak bisa dibilang spektakuler, bahkan dibandingkan Wonder Woman juga kalah.

Namun kalau dibilang jelek kok ya saya pikir enggak juga ah. Jadi kalau kamu kepingin nonton tapi agak ragu, saya pikir, nonton saja lah, daripada nanti kecewa. Buktikan sendiri film ini bagus atau enggak.

Nah, sebelum saya lanjut, namanya review film, amat sulit untuk tidak mengandung spoiler. Jadi kalau kamu belum nonton dan tidak suka dengan spoiler, lebih baik baca tulisan saya yang lain saja ya, hehe.

(more…)

Kesan Nonton Jurassic World

Ketika film Jurassic World mulai ramai dibicarakan, saya cuma “hmmmm, okay, jadi Jurassic Park ada sekuelnya lagi. Jadi kira-kira ceritanya bakal menceritakan orang tolol mana lagi yang mau datang ke pulau penuh dinosaurus, setelah di beberapa kesempatan sebelumnya banyak yang ke sana dan pada mati?” Tapi kok makin dekat pemutarannya makin rame dibicarakan yak? (unsure)

Rupanya jarak 22 tahun antara Jurassic Park dan Jurassic World membuat sang dinosaurus kembali dirindukan dan tentu saja rentang waktu 22 tahun itu menyediakan banyak sekali lompatan teknologi yang bakal menyajikan efek visual yang jauh lebih keren. Jadi ya wajar kalau produsernya mencoba peruntungan dengan membuat kembali film dinosaurus legendaris itu. Apalagi memang belakangan ini banyak sekali film-film lawas dibikin kembali.

Nah, saya mau cerita kesan saya tentang film Jurassic World ini. Bagi yang belum nonton, silakan berhenti sampai di sini bacanya karena bakal ada spoiler.

Jurassic World

Gambar nyomot dari Wiki Jurassic World https://en.wikipedia.org/wiki/Jurassic_World

(more…)

Review Film Tintin

Peringatan: tulisan ini mengandung spoiler!

Sangat mustahil mengharapkan sebuah film yang diangkat dari buku/komik/novel akan memiliki jalan cerita yang persis plek dengan sumbernya. Malah tak jarang jalan ceritanya bisa melenceng sangat jauh.

Film The Adventure of Tintin pun demikian. Walau berbasis pada komik Rahasia Kapal Unicorn (The Secret of the Unicorn) dan Harta Karun Rackham Merah (Red Rackham’s Treasure), namun hanya inti cerita saja yang bisa dibilang sama. Banyak detil yang meleset jauh dari komiknya. Bahkan sebagian jalan cerita mengadopsi komik Kepiting Bercapit Emas (The Crab with the Golden Claws).

Tapi tak apalah, yang penting tidak “merusak impian” penggemarnya dengan menghadirkan tokoh utama yang seharusnya baik menjadi jahat seperti Jim di film Mission Impossible atau Scrappy Doo di film Scooby Doo. OK, memang tokoh Sakharine yang di komik adalah orang baik dijadikan jahat di film tetapi Shakarine bukanlah tokoh utama yang memiliki “ikatan bathin” dengan fans Tintin.

(more…)

Hachiko

Sudah lama saya tidak nonton film di bioskop. Jauhnya jarak rumah ke XXI dan Studio 21 di Amplaz bikin males. Nah, kemarin saya nonton untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan tidak nonton, saya nonton Hachiko.

Sebenarnya film drama bukanlah genre yang saya suka. Namun karena anak saya yang kepingin, ya sudah, saya antar mereka nonton.

Karena begitu terkenalnya cerita Hachiko, jalan cerita bukan lagi menjadi fokus utama. Dan seperti yang sudah saya duga, film ini boring sebenarnya. Konflik nyaris tidak ada, endingnya juga bisa ditebak dengan mudah.

Namun tetap ada nilai yang bisa dipetik. Soal kesetiaan. Sesuatu yang sudah relatif langka dijumpai di jaman seperti ini.

(more…)

G.I. Joe: The Rise Of Cobra

Tulisan ini Halal, tidak mengandung spoiler! Jujur saja saya bukanlah penggemar G.I. Joe. Baca komiknya saja belum pernah! Saya kepingin nonton filmnya karena melihat trailernya. Karena belum baca komiknya sama sekali, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah adaptasi film ini terhadap komiknya berhasil atau tidak. Barangkali tulisan Pitra bisa membantu. Read more…

Ice Age 3: Dawn of The Dinosaur

Anda aman untuk terus membaca tulisan ini karena tidak ada spoiler di sini. Bagaimanapun toh formula film kartun seperti ini sama saja dari masa ke masa, sarat dengan nilai cinta, kepercayaan, dan persahabatan.   (heartbeat) Yang jelas, unsur kejutan di film ini lebih banyak dibandingkan dengan Ice Age 1 dan Read more…