Secara Gitu Loh

Seandainya Anda sedang menghadapi ulangan atau ujian Bahasa Indonesia dan menghadapi soal berikut, apa jawaban Anda? Pilih kata penghubung yang tepat untuk kalimat berikut: “Saya tidak suka berada di lantai atas gedung bertingkat, … saya takut ketinggian.” a. di mana

Pakai Bahasa Baku, atau … ?

Barusan jalan-jalan ke blognya Priyadi, dan posting terbarunya adalah tentang KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) versi Internet. Saya tidak akan mempermasalahkan mengenai “kamus online” tersebut, Mas Pri sudah membahasnya. Yang hendak saya angkat di sini justru penggunaan kata baku Bahasa

Mengokot?

Hmm, mengokot? Saya yakin Anda pasti bingung dengan istilah tersebut. Ternyata mengokot adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia untuk stapling. Sedangkan alat untuk mengokot adalah pengokot, yang tidak lain dan tidak bukan adalah stapler. Kalo stapler tentunya tahu khan? Walaupun

Nol = Kosong ?

Sudah agak lama saya terganggu dengan penyebutan “kosong” untuk menggantikan angka nol. “Kosong delapan kosong sembilan …” begitu bunyi iklan T*lk*mn*t I*****t. Kalo ada kuis, presenternya bilang: “Ayo silakan telpon ke kosong dua satu …”. Apakah itu benar??? Saya udah

Mengapa C dibaca K?

Saya yakin kita semua sudah tahu arti kata “pasca”. Ya, artinya kira-kira “sesudah”. Cuma yang bikin saya agak heran, hampir semua orang akan melafalkan pasca dengan paska. Apakah itu benar? Saya memang bukan ahli bahasa (meskipun saya seorang penulis, hehe),