Berhubung begitu masifnya penolakan terhadap kebijakan privasi baru WhatsApp, maka WhatsApp menunda kebijakan privasi baru tersebut, yang semula akan diberlakukan 8 Februari 2021 ini.
Padahal ya sebenarnya tidak ada yang sangat perlu dikhawatirkan tentang kebijakan privasi baru itu. Saya sudah sedikit meringkas tentang kebijakan privasi baru WhatsApp tersebut.
Kamu sudah dapat privacy policy baru dari WhatsApp belum? Yang kudu langsung diklik Agree atau Not Now itu? Jadi gimana ini? Tak perlu uninstall WhatsApp, atau malah wajib?
Sebagian langsung mengklik Agree karena ya mau gimana lagi, kalau gak Agree gak bisa pakai WhatsApp. Sebagian wait and see dengan mengklik Not Now.
Yang sudah terlanjur mengetuk Agree, tiba-tiba juga jadi bingung dengan banyaknya narasi tentang pengambilan data oleh WhatsApp, bahkan muncul narasi bahwa semua percakapan kita di WhatsApp disadap, termasuk nomor rekening kita juga “diintip”.
Pertanyaan yang sekaligus menjadi judul artikel ini merupakan pertanyaan yang sering menghantui saya juga. Sebagai pemilik blog ini, seringkali saya juga ingin memberikan sentuhan personal pada desainnya.
Hanya saja, sejujurnya saya ini kurang memiliki bakat seni, khususnya seni visual. Saya tidak bisa menggambar (OK, bisa sih bisa, tapi orang lain tidak bisa memahami gambar saya) dan kemampuan saya dalam hal memadukan warna rada payah.
Pandemi yang sekarang ini sedang melanda dunia ini membuat cukup banyak perubahan yang drastis dalam kehidupan manusia. Meskipun berat, mau tidak mau, suka tidak suka, perubahan tersebut harus dijalani, demi upaya untuk menjaga kesehatan.
Salah satu perubahan yang paling nampak nyata adalah kegiatan bekerja dan sekolah yang dulu dilakukan dengan meninggalkan rumah, menuju kantor atau sekolah, sekarang harus dilakukan dari rumah.
Pernahkah kamu dalam suatu waktu tertentu, butuh untuk melakukan copy paste atau copas banyak hal sekaligus, dan pada banyak tempat sekaligus?
Jika pernah, mungkin kamu akan merasa kerepotan dengan fitur copas yang ada sekarang (khususnya pengguna Windows) karena clipboard hanya bisa menampung satu item untuk dicopas.
Untuk soal ini, pengguna Microsoft Office can’t relate, karena sudah sejak lama Microsoft Office memiliki fitur multi item clipboard.
Eh, jangan-jangan kamu tidak tahu kalau Microsoft Office punya fitur ini? OK baiklah, saya bahas juga untuk Microsoft Office. Saya menggunakan Microsoft Office 2019 untuk pembuatan tutorial ini.
Dunia ini dipenuhi dengan ungkapan-ungkapan yang menarik dalam menggambarkan kehidupan manusia.
Ada istilah “pangan, sandang, papan” yang menggambarkan kebutuhan dasar manusia. Makanan, pakaian, dan rumah yang layak tentu tidak dipungkiri merupakan kebutuhan manusia yang wajib untuk dipenuhi untuk hidup layak.
Dengan bercanda, istilah ini kemudian ditambah satu item lagi menjadi “pangan, sandang, papan, casan”. Casan merupakan kata yang terbentuk dari charge ditambah akhiran -an, agar berima dengan ketiga kata sebelumnya.
“Casan” ini menggambarkan kebutuhan akan pengisian ulang daya ponsel pintar alias smartphone. Jadi sekarang ini, smartphone dan kebutuhan isi ulang dayanya seolah sudah menjadi kebutuhan dasar manusia.
Di belahan bumi yang lain, ada istilah “brain, beauty, behaviour” untuk menggambar tiga kriteria yang perlu dilihat dari diri seorang manusia untuk menuju ke kesuksesan.
Seseorang harus pandai, memiliki paras yang elok, dan berkelakuan baik supaya bisa diterima oleh banyak orang dan sukses.
Tiga kata dengan huruf awal B ini ditambah satu huruf B lagi yaitu bandwidth. Tentu saja ini humor belaka, tapi tidak salah juga kalau diambil kesimpulan bahwa kesukesan seseorang sekarang ini juga tergantung dari bandwidth yang dimilikinya, dalam arti dia mampu memanfaatkan internet dengan baik.
Contoh terakhir, ada ungkapan yang menggambarkan hal yang paling dikejar oleh seseorang (khususnya laki-laki), yaitu “harta, tahta, wanita”.
Lagi-lagi, dengan pendekatan humor, satu kata yang berima ditambahkan ke dalam ungkapan tersebut hingga menjadi “harta, tahta, wanita, paket data”.
Tiga contoh di atas sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan bahwa ponsel cerdas dan koneksi internet kini telah menjelma menjadi hal mendasar yang dibutuhkan oleh banyak orang.
Memilih Operator Komunikasi dan Data
Nah, kalau biasanya di blog saya ini ada ulasan tentang berbagai jenis smartphone, kali ini saya hendak membahas providernya alias penyedia layanan komunikasi dan paket internetnya.
Jika merujuk pada contoh-contoh yang saya kemukakan tadi, bahwa kebutuhan akan internet sudah menjadi sedemikian penting, maka memilih provider tentunya juga harus teliti.
Salah satu operator komunikasi yang bisa diandalkan di Indonesia adalah smartfren yang dimana merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia yang telah berinovasi dengan meluncurkan layanan 4G LTE Advanced komersial pertama di Indonesia.
Dulu memang smartfren sempat dipandang sebelah mata karena latar belakangnya yang berangkat dari teknologi CDMA, padahal mayoritas pengguna ponsel cerdas menggunakan jalur GSM.
Namun sejak teknologi 4G LTE diperkenalkan, hal tersebut sudah tidak lagi relevan. Baik berasal dari GSM maupun berasal dari CDMA, toh semua menggunakan teknologi 4G LTE yang sama sekarang.
Mengenai isu kompatibilitas dengan beberapa merk smartphone tertentu, khususnya tentang komunikasi bicara yang mengharuskan adanya aplikasi khusus bernama SmartVoLTE, sekarang juga sudah tidak relevan lagi.
Sebagian besar pengguna smartphone kini telah menggunakan aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram saat melakukan panggilan suara. Bahkan mulai banyak juga kini yang lebih suka dengan panggilan video.
Jadi pada dasarnya, sudah tidak ada lagi alasan untuk khawatir menggunakan Smartfren yang sudah memiliki jaringan full 4G ini. Tidak perlu khawatir panggilan suara yang putus-putus.
Mudahnya Menggunakan smartfren
Saya sendiri merasakan begitu mudahnya mencoba perdana smartfren ke dalam sebuah smartphone yang sedang saya review.
Begitu dimasukkan ke dalam smartphone, kartu langsung terdeteksi. Untuk memeriksa kuota yang tersedia, saya langsung menginstal aplikasi MySmartfren.
Verifikasi melalui SMS untuk mengaktifkan aplikasi MySmartfren juga berjalan dengan lancar, tanpa harus menunggu lama dan tanpa harus mengulang.
Verifikasi SMS untuk aplikasi yang lain, misalnya WhatsApp, juga lancar.
Tes kecepatan dengan aplikasi SpeedTest dari Okla menghasilkan angka yang memuaskan, 29,8 Mbps untuk download dan 5.35 Mbps untuk upload.
Paket UNLIMITED Tanpa Tapi
Yang menyenangkan, smartfren memiliki skema paket data UNLIMITED yang benar-benar UNLIMITED, sehingga mereka menggagas sebuah tagline “UNLIMITED Tanpa Tapi”.
Apa maksudnya “tanpa tapi”? Jadi begini, paket UNLIMITED ini memang tidak ada tapinya, tidak perlu harus melakukan ini itu, aktivasi ini itu, atau memiliki paket induk terlebih dahulu. Langsung dipakai dengan bebas. #UnlimitedTanpaTapi
Untuk paket perdana UNLIMITED 80Rb, dengan harga Rp80.000 sesuai namanya, tersedia FUP (Fair Use Policy) sebesar 1GB per hari.
FUP sebesar 1 GB per hari ini sudah cukup besar. Jika dibagi 24 jam, maka secara rata-rata, per jam kamu akan mendapatkan 41,666 MB. Itu sudah lumayan banget.
Ingat, bukan berarti setelah kuota 1 GB per hari tersebut terlampaui, lalu internet tidak bisa digunakan. Bukan begitu. Internet masih bisa digunakan, hanya saja kecepatannya menurun.
Mengapa harus ada FUP? Ya supaya pengguna bisa bertenggang rasa dengan pengguna yang lain. Bayangkan jika kamu menghadiri resepsi dan makanan disajikan dengan prasmanan. Tidak ada yang melarang kamu mengambil suatu makanan sebanyak mungkin, tapi ya hendaknya bertenggang rasa dengan orang lain, di samping tentunya memikirkan kapasitas perut sendiri.
Toh sebenarnya kamu tidak akan begitu terasa kok kalau FUP itu sudah terlampaui. Kamu bakal tetap berselancar seperti biasa tanpa terasa adanya penurunan kecepatan.
Lagipula, semua itu terkompensasi oleh sifat UNLIMITED-nya yang berlaku 24 jam untuk semua aplikasi. Jadi kamu tak perlu repot-repot menghitung, hari ini Facebook, Instagram, YouTube, atau aplikasi yang lain sudah menghabiskan kuota berapa.
#UnlimitedTanpaTapi
Nah, pada tulisan selanjutnya, saya akan memaparkan perbandingan paket smartfren UNLIMITED ini dengan operator lainnya.
Tips Mengamankan WhatsApp – Hari gini kayaknya gak ada pengguna smartphone yang tidak memiliki WhatsApp di smartphone-nya. Yach, mungkin ada beberapa orang geek yang bisa dikecualikan, mereka kekeuh menggunakan Telegram, wkwkwk.
Poinnya adalah, WhatsApp merupakan aplikasi chat yang paling populer, termasuk di Indonesia. Jadi kalaupun toh ada yang ngeyel tidak mau pakai WhatsApp, ya malah bakal kesulitan sendiri saat hendak menghubungi rekan-rekannya.
Nah, sebagai pengguna WhatsApp, tentu kamu sudah mendengar jika beberapa hari lalu ada seorang aktivis yang ditangkap karena menyebar provokasi melalui WhatsApp, meskipun dia mengaku WhatsApp-nya diretas.
Lalu beberapa waktu berselang ada seseorang yang ketahuan selingkuh karena WhatsApp-nya disadap.
Yach, saya tak hendak membahas soal intrik politik dan perselingkuhan, tapi lebih ke soal keamanan WhatsApp, bahwa ada potensi pembajakan akun atau penyadapan terhadap WhatsApp.
Jadi WhatsApp tidak aman? Tergantung.
Tergantung dari bagaimana kita “memperlakukan” WhatsApp dan smartphone kita sebenarnya.
Berikut ini akan saya berikan 7 tips mengamankan WhatsApp.
Video Conference Pengganti Zoom – Sejak digalakkan WFH (Work From Home) alias kerja dari rumah, aplikasi video conference langsung naik daun, mulai dari yang sederhana seperti WhatsApp video call hingga ke aplikasi yang relatif lebih “rumit” seperti Skype, Google Hangout Meet, Microsoft Team, Webex, dan lain-lain. Namun yang paling terdengar gaungnya adalah Zoom.
Sayang sekali, ada banyak review kurang baik terhadap Zoom dari sisi keamanannya. Ada banyak akun yang dibobol dan diperjualbelikan di dark web, lalu ada video conference yang disusupi, termasuk video presentasi dari Wantiknas (Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) yang disusupi dan pada layar muncul video porno.
Nah, daripada selama video conference merasa khawatir bakal ada pembobolan, mending cari alternatif lain. Salah satu alternatif video conference pengganti zoom yang tersedia adalah Jitsi.
Hari Rabu, 12 Februari 2020, saya diundang hadir pada sebuah acara launching. Bukan launching smartphone sih, tapi “isinya” smartphone. Ya, apalagi kalau bukan kartu SIM.
Nah, kartu SIM ini tidak akan bisa terkoneksi tanpa adanya
penyedia jaringan telekomunikasi.
Salah satu penyedia jaringan telekomunikasi di Indonesia yang
terus konsisten dengan fitur dan layanannya adalah Tri Indonesia atau lebih
sering ditulis dengan 3 Indonesia.
Jadi, acara launching yang saya hadiri adalah launching
teknologi baru jaringan 3 Indonesia yang bakal mendukung negeri Indonesia ini
untuk terus maju.
WhatsApp merupakan aplikasi chat paling populer yang digunakan oleh jutaan pengguna, termasuk di Indonesia. Karena itu tak heran jika pada kelimpungan ketika WhatsApp error pada hari Minggu 19 Januari 2020.
Error yang terjadi dimulai sekitar pukul 18.30, saat banyak yang mengeluh tak dapat mengirim foto melalui WhatsApp. Namun pengiriman teks tetap dapat dilakukan.
Error makin menjadi-jadi karena stiker dan gambar GIF juga tidak dapat dikirim melalui WhatsApp.
Masalah ini terjadi selama kurang lebih satu jam karena sekitar pukul 19.30 sudah mulai ada yang bisa upload gambar GIF dan stiker, meskipun foto belum bisa dan juga belum semua pengguna dapat melakukannya.
Sejam berikutnya, sekitar 20.30, WhatsApp sudah mulai normal kembali dan pengiriman foto, stiker, gambar GIF, termasuk juga video, sudah dapat dilakukan dengan mulus. Beberapa pengguna barangkali masih mengalami keterlambatan penerimaan tapi tidak terlalu signifikan.
Jika WhatsApp bermasalah, ada beberapa alternatif aplikasi yang bisa digunakan. Ada baiknya mempersiapkan diri dengan aplikasi alternatif ini, ya kalau errornya hanya sebentar, bagaimana kalau lama?
Aplikasi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti WhatsApp adalah Telegram. Telegram saya usulkan karena tingkat kemiripan dengan WhatsApp relatif tinggi.
Aplikasi alternati lainnya yang juga bisa digunakan antara lain adalah Line, WhatsApp Messenger, dan satu yang tak pernah lekang oleh waktu, SMS! Yang disebut terakhir ini sebaiknya digunakan hanya apabila sangat terpaksa sekali mengingat fiturnya yang sangat tertinggal dan relatif paling mahal.