Kamu sudah dapat privacy policy baru dari WhatsApp belum? Yang kudu langsung diklik Agree atau Not Now itu? Jadi gimana ini? Tak perlu uninstall WhatsApp, atau malah wajib?

Sebagian langsung mengklik Agree karena ya mau gimana lagi, kalau gak Agree gak bisa pakai WhatsApp. Sebagian wait and see dengan mengklik Not Now.

Yang sudah terlanjur mengetuk Agree, tiba-tiba juga jadi bingung dengan banyaknya narasi tentang pengambilan data oleh WhatsApp, bahkan muncul narasi bahwa semua percakapan kita di WhatsApp disadap, termasuk nomor rekening kita juga “diintip”.

Tenang, tenang! Sebagian besar narasi yang muncul soal kebijakan privacy baru dari WhatsApp itu terlalu berlebihan.

Tak Perlu Uninstall WhatsApp Gara-Gara Kebijakan Privasi Baru

Tak perlu uninstall WhatsApp kalau alasannya soal kebijakan privacy baru itu. Kalau mau uninstall WhatsApp, alasan yang benar bukan karena itu, hehe.

Bahkan, WhatsApp bisa dibikin lebih aman lagi kalau tahu triknya.

Jadi sebenarnya, data apa aja sih yang bisa diambil oleh WhatsApp? Berikut penjelasan singkatnya.

tak perlu uninstall whatsapp

Informasi Pribadi

Saat kamu install WhatsApp, pasti kamu akan memasukkan nomor telpon kamu sebagai nomor WhatsApp, lalu menuliskan nama kamu di situ. Data ini sudah pasti akan disimpan oleh WhatsApp.

Ini wajar bukan? Tanpa data itu, kan gak mungkin WhatsApp bisa “mengoperasikan” layanan chat buat kamu, ya kan?

WhatsApp juga meminta akses ke phonebook supaya bisa melayani pengiriman pesan atau telpon dari nomor kamu ke nomor penerima.

Ini bisa diilustrasikan seperti kamu buka tabungan di bank, kamu akan mendaftarkan nama, alamat, no KTP. Tanpa itu, bank tidak bisa melayani transaksi keuangan kamu. Saat kamu transfer, bank juga perlu tahu info nomor rekening penerima.

Oh ya omong-omong soal transfer, WhatsApp memiliki fitur payment, jadi sudah tentu dia juga akan meminta informasi tentang payment ini supaya bisa melayani transaksi, seperti ilustrasi bank tadi.

Pesan Yang Dikirim

Saat kamu saling bertukar pesan, pesan tersebut akan diunggah ke server WhatsApp tapi seketika itu juga dikirim ke penerima dan setelah diterima, pesan di server WhatsApp akan langsung dihapus.

Wajar kan? Seperti kamu mengirim surat via Pos, kan suratnya pasti akan disimpan dulu di kantor Pos, disortir, lalu dikirimkan.

WhatsApp dilengkapi dengan end-to-end encryption, artinya pesan yang ada di hape kamu dienkripsi, demikian pula pesan di hape penerima yang juga dienkripsi.

Kecuali pihak WhatsApp memiliki akses langsung secara fisik ke hape kamu alias memegang sendiri hape kamu dan membuka aplikasi WhatsApp-nya, mereka tidak akan bisa baca isi pesan kamu.

Bagaimana kalau pesan tidak terkirim, misalnya penerima sedang offline? Pesan tersebut akan disimpan dulu di server WhatsApp dalam keadaan terenkripsi, jadi pihak WhatsApp tetap tidak bisa membaca itu pesan itu.

Segera setelah penerima online, pesan akan dikirim. Jika selama 30 hari pesan tidak terkirim, pihak WhatsApp akan menghapus pesan tersebut.

Data Yang Diambil Otomatis

Ada data-data tertentu yang diambil secara otomatis oleh WhatsApp saat kita berkirim pesan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Log: berisi catatan histori penggunaan teknis aplikasi, misalnya ada error atau koneksi putus, semua akan dicatat pada log.
  • Lokasi: WhatsApp memiliki fitur yang berhubungan dengan lokasi, misalnya share loc atau live loc, nah dalam hal ini WhatsApp akan mengambil info lokasi tersebut. Kalaupun toh fitur-fitur lokasi itu tidak digunakan, WhatsApp akan mengambil info lokasi secara garis besar melalui alamat IP atau kode area pada nomor telpon. WhatsApp mengambil info ini untuk keperluan diagnostik dan troubleshooting, jadi bukan berarti memata-matai kegiatan kamu sehari-hari. Rak kober kalau kata orang Jawa, wkwkwk.
  • Cookie: nah kalau cookie ini, semua aplikasi berbasis internet juga menggunakannya. Jadi bukan cuma WhatsApp doang. Cookie ini berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, misalnya tidak perlu login setiap kali menggunakan WhatsApp web, cukup pertama kali saja.

Bagaimana WhatsApp Menggunakan Data Kita?

Sekarang kamu sudah tahu data-data apa saja yang diambil oleh WhatsApp. Lalu bagaimana mereka menggunakannya? Berikut beberapa contohnya.

Menampilkan Info Pengguna

Saat kamu berkomunikasi melalui WhatsApp dengan orang lain, kamu tentu bisa melihat siapa yang menghubungi, paling tidak nomornya.

Ini dimungkinkan karena WhatsApp memiliki akses data kita berupa nomor hape dan nama pengguna, sehingga bisa diperlihatkan ke orang yang saling berkomunikasi via WhatsApp.

Memberi Akses Pada Pihak Ketiga

Saat kamu melakukan backup isi WhatsApp kamu ke Google Cloud atau iCloud, itu artinya WhatsApp memberikan akses tersebut pada pihak ketiga.

Tidak perlu kuatir, data tersimpan dalam keadaan terenkripsi, jadi Google atau Apple tidak bisa melihat isi pesan kamu yang disimpan di server mereka.

Ada produk-produk Facebook tertentu yang mungkin juga akan menggunakan info WhatsApp kamu, misalnya kamu bermain game dan pada game tersebut dibutuhkan identitas WhatsApp kamu, maka WhatsApp akan memberikannya.

Yang perlu diingat, akses ke pihak ketiga ini sebenarnya kita lho yang mengizinkan. Kalau kita tidak melakukan backup atau tidak menggunakan aplikasi Facebook (seperti game misalnya), maka tidak ada data kita yang diberikan ke pihak ketiga.

Keselamatan, Keamanan, dan Integritas

WhatsApp menjamin bahwa data-data kita digunakan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan integritas.

Data-data yang bisa diambil oleh WhatsApp akan digunakan untuk melindungi pengguna dari spam atau dari kelakuan yang tidak menyenangkan dari pihak lain.

Bisa juga untuk keperluan penyelidikan pelanggaran perjanjian penggunaan aplikasi.

Kalau WhatsApp tidak bisa melihat data kita, kan jadi tidak mungkin melakukan investigasi.

Interaksi Bisnis

WhatsApp mengizinkan koleksi data untuk keperluan interaksi bisnis, seperti melihat katalog, melakukan order, pembayaran, dan hal-hal yang berkenaan dengan layanan dan marketing.

Ini mirip dengan soal transaksi yang sudah dibahas di atas tadi.

Jadi Tidak Perlu Uninstall WhatsApp, Kan?

Jadi gimana, tidak perlu uninstall WhatsApp, kan? Ya kalau menurut saya, berdasarkan informasi di atas, tidak perlu sih.

Apa yang disampaikan WhatsApp pada kebijakan privasi yang baru ini masih wajar kok. Malah bagus dia menuliskan kebijakan privasi itu.

Bisa disimpulkan, data kita ya hanya yang umum saja yang bisa diketahui oleh WhatsApp. Segala percakapan kita dengan siapapun tidak akan diintip oleh WhatsApp.

Perlukah Pindah ke Aplikasi Lain?

Ya boleh-boleh saja, tapi menurut saya alasan kuatnya bukan karena kebijakan privasi ini.

Mau pindah Telegram misalnya, alasan yang seharusnya mendasari adalah soal kenyamanan penggunaannya.

Hape mati kehabisan baterai atau rusak? Gak masalah, Telegram bisa dipakai dari laptop atau PC.

Ganti hape baru? Gak usah repot backup chat dulu.

Telegram juga punya fitur secret chat, percapakan rahasia yang tidak bisa diforward ke orang lain dan akan “hangus” setelah sekian waktu tertentu.

Anggota grup Telegram juga lebih banyak daripada WhatsApp, ukuran file yang bisa dikirim juga lebih besar.

Bagaimana dengan Signal? Kalau Signal saya belum bisa berkomentar. Dulu sih pernah install, tapi karena sepi kayak kuburan (gak ada temannya), ya saya uninstall lagi.

Follow me on social media:

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *