Pengalaman Operasi Ambeien dan Batu Ginjal Sekaligus

Awal bulan Juni 2022, saya menjalani operasi ambeien dan batu ginjal sekaligus, sebuah pengalaman yang mendebarkan sekaligus keren karena pasti tidak banyak yang mengalaminya.

Hanya menjalani operasi ambeien atau operasi wasir saja, mungkin banyak yang pernah menjalani. Operasi pengambilan atau pemecahan batu ginjal tok, saya pikir juga banyak orang yang pernah menjalaninya. Namun jika menjalani keduanya sekaligus dalam satu tindakan operasi, pastilah langka.

Pada tulisan ini, saya akan membagikan pengalaman unik yang pernah saya alami tersebut.

Berhubung ini menceritakan pengalaman soal sakit dan penyakit, jika seandainya kamu tidak nyaman, sebaiknya tidak lanjut membaca ya.

Awal Mula Sakit Ambeien

Saya menderita ambeien atau wasir sudah sangat lama, sejak kuliah. Wasir yang saya derita tersebut adalah wasir internal, jadi ketika buang air besar (BAB), akan ada bagian usus yang menonjol keluar.

operasi ambeien dan batu ginjal
Gambar Hanya Ilustrasi, sumber: Sasun Bughdaryan dari Unsplash

Selesai BAB, ketika cebok, bagian usus yang menonjol tersebut saya dorong masuk kembali. Setelah terdorong masuk ya sudah, rasanya biasa lagi (setidaknya itu yang saya rasakan), jadi saya tidak terlalu menganggap wasir tersebut sebagai gangguan.

Sebenarnya saya sudah pernah beberapa kali berusaha mengobati ambeien tersebut, mulai dari pengobatan tradisional dengan merebus daun ungu, hingga pengobatan menggunakan obat pabrik, tapi hasilnya nihil.

Tapi ya itu tadi, karena tidak terasa mengganggu, akhirnya saya tidak terlalu menghiraukan ambeien tersebut. Hanya memang, penyakit yang dibiarkan itu bakal menjadi bom waktu.

Sekitar Maret 2022, mulai timbul wasir eksternal, jadi ada tonjolan kecil pada anus dan sangat mengganggu sekali ketika duduk.

Buang air besar juga menjadi kegiatan yang menakutkan karena bakal terasa sakit dan kadang-kadang mengeluarkan darah. Sakit ini terjadi ketika kotoran keluar dari anus, ada rasa seperti tergores benda tajam.

Info Tentang Operasi Ambeien

Karena benar-benar mengganggu, akhirnya saya mulai mencari info tentang operasi ambeien yang paling nyaman buat pasien, artinya pemulihan pasca operasi tidak terlalu membuat saya menderita.

Jujur saja, pemulihan pasca operasi inilah yang membuat saya takut, apalagi ada beberapa teman yang sudah pernah menjalani operasi ambeien dan ketika saya bertemu mereka pasca operasi, nampak sekali aura menderitanya.

Setelah menggali informasi, saya mendapati ada setidaknya dua metoda (mungkin lebih tapi dua itu yang menarik perhatian saya) operasi ambeien yang pemulihan pasca operasinya nyaman buat pasien, yaitu operasi ambeien dengan stapler dan metoda HAL-RAR.

Hanya yang sedikit menjadi ganjalan adalah, kedua metoda ini belum di-cover oleh BPJS, jadi saya mesti merogoh kocek sendiri. Yach, demi kesehatan dan kenyamanan, mau tidak mau mesti saya jalani.

Akhirnya saya periksa ke dokter dan memang divonis untuk segera operasi. Saya menanyakan apakah mungkin menggunakan metoda stapler dan dokter mengiyakan, hanya mungkin tetap ada sedikit bagian yang perlu dipotong, bagian wasir eksternalnya.

Operasi dijadwalkan tanggal 2 Juni 2022 malam dan untuk persiapan, tanggal 1 Juni 2022 saya sudah harus masuk rumah sakit.

Ditemukan Batu Ginjal

Tanggal 2 Juni 2022 pagi, peristiwa horor terjadi. Pipis saya berdarah. Ketika lapor ke perawat, perawat menanyakan apakah itu dari wasir atau pipis? Jelas bukan dari wasir karena nyata darah itu keluar bersama dengan urin.

operasi ambeien dan batu ginjal
Gambar Hanya Ilustrasi, Sumber: Andrea Piacquadio

Langsung oleh perawat dikonsultasikan ke dokter urologi dan tak lama kemudian saya diminta untuk CT Scan. Akhirnya ketahuanlah kalau ada batu di ginjal saya, tapi posisinya sudah keluar dari ginjal, sudah di saluran ureter. Gesekan batu ke ureter itulah yang menyebabkan perdarahan.

Mau tidak mau akhirnya diputuskan untuk dioperasi sekaligus. Tadinya hanya akan menjalani operasi ambeien saja, jadi sekalian dengan pengambilan batu ginjal. Operasi batu ginjal dilakukan dengan metoda holmium atau dikenal dengan istilah tembak laser.

Jalannya Operasi Ambeien dan Batu Ginjal

Tanggal 2 Juni 2022 malam, sesuai jadwal, saya masuk ke ruang operasi. Operasi yang dilakukan duluan adalah pengambilan batu ginjal karena lebih “bersih”, nyaris tidak ada luka dan darah. Setelah kelar, baru dilanjutkan dengan operasi ambeien.

Saya dibius dengan bius lokal pinggang ke bawah, mirip seperti ibu melahirkan yang akan dioperasi cesar. Proses suntik dilakukan melalui tulang punggung dan rasanya lumayan sakit, prosesnya kayaknya ribet juga.

Jadi posisi saya duduk di kasur operasi, lalu saya dipegang sama perawat erat-erat kemudian punggung disuntik. Kenapa harus dipegang erat? Mungkin mereka takut kalau saya tiba-tiba jadi Hulk.

Setelah proses suntik yang rada menyakitkan tersebut selesai, saya ditidurkan dalam posisi persis seperti seorang ibu yang akan melahirkan, kaki diletakkan pada ganjal yang posisi tinggi.

Proses operasi segera dilakukan dan tentu saya tidak merasakan apa-apa karena dibius. Yang jadi masalah, ruang operasi itu dingin setengah mati, seperti di Kutub Selatan. Eh apa Kutub Utara ya?

Pokoknya saya menggigil kedinginan dan karena menggigil sangat hebat, saya disuntik semacam penenang gitu kali, soalnya setelah itu rasanya ngantuk luar biasa dan mungkin saja saya tertidur, karena tidak merasakan pergantian dokter dari dokter yang mengoperasi ginjal ke dokter yang mengoperasi ambeien.

Yang saya masih ingat, sebelum mulai menggigil kedinginan itu, dokter menawarkan saya untuk melihat layar monitor yang menampilkan proses pencarian batu di dalam ureter saya, dan ketika ketemu batunya ditembak dan dihancurkan.

Jelas saya menolak. Pertama, ngeri gak sih melihat sesuatu yang berada di dalam tubuh kita secara live.

Kedua, saya kan berkacamata minus, tebal pula, jadi tanpa kacamata saya tidak bisa melihat segala sesuatu dengan jelas. FYI, ketika kita masuk ruang operasi, kita tidak boleh mengenakan aksesoris apapun termasuk kacamata dan cincin. Baju saja kita menggunakan baju khusus operasi.

Setelah proses operasi selesai, dalam keadaan setengah sadar, saya teringat kalau dokter yang mengoperasi mengatakan bahwa operasi telah selesai dan berhasil baik, dan saya mengucapkan terima kasih.

Proses Pemulihan

Satu tahap telah berlalu, tahap yang menegangkan memang, tapi tidak terlalu menakutkan karena saya toh dibius. Tahap berikutnya adalah pemulihan, dan itu terus terang membuat saya ngeri.

Hari pertama pasca operasi, perut rasanya kembung gak karuan. Rasanya sudah hampir kentut, tapi gak bisa-bisa. Akhirnya sore hari bisa kentut dan rasanya lega sekali.

Untuk pipis, saya dipasangi kateter urin. Pipisnya lancar, hanya masih berdarah dan keruh. Rupanya selain dipasang kateter, saya juga dipasangi DJ stent, yaitu selang yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. DJ stent ini nanti akan dilepas sebulan pasca operasi.

Hari kedua pasca operasi saya sudah diizinkan pulang. Dokter berpesan, nanti kalau BAB pertama pasca operasi, jangan mengejan, dan mungkin akan berdarah.

Jika darahnya hanya menetes sedikit, tidak masalah karena biasanya akan berhenti setelah cebok, tapi jika darahnya mengalir, apalagi jika mengalir deras, harus segera kembali ke rumah sakit.

Hari kelima pasca operasi, saya baru bisa BAB, nampaknya karena sebelum operasi dikuras habis isi perutnya. Satu hal yang membuat saya heran sekaligus lega, BAB pertama ini tidak ada rasa sakit-sakitnya sama sekali dan tidak ada darah menetes juga. Cuma memang BAB-nya sangat sedikit.

Besoknya, ketika BAB lagi, terjadi hal yang berkebalikan dengan yang pertama. Saat BAB-nya keluar, tidak terasa sakit, tidak ada rasa sakit seperti digores (seperti saat ambeiennya masih ada).

Namun ketika otot usus relaksasi, sakitnya tak tertahankan. Di bagian sekitar anus itu rasanya seperti dipukul dengan frekuensi yang sangat cepat, bertubi-tubi. Kalau soal pendarahan, tidak ada darah sama sekali.

Untungnya, saya dibekali oleh dokter dengan obat pereda rasa sakit yang mujarab (maaf saya tidak akan menyebut merk, takut disalahgunakan). Begitupun, setidaknya beberapa menit setelah minum obat, rasa sakitnya masih terasa.

Rasa kesakitan setelah BAB ini berlangsung kurang lebih 5 hari.

Saya tidak tahu apakah rasa sakit ini terjadi karena kombinasi dua macam operasi, apalagi masih ada DJ stent terpasang di saluran ureter. Masalahnya, ketika saya baca tentang metoda stapler, menurut kesaksian banyak pasien, sakitnya minimal.

Efek samping yang dirasakan biasanya adalah kesulitan pipis. Nah padahal, saluran pipis saya kan sedang pemulihan juga.

Lalu berdasarkan artikel-artikel yang saya baca juga, efek yang sering dirasakan orang pasca operasi batu ginjal, plus yang dipasangi DJ stent, adalah sulit BAB.

Nah bisa dibayangkan betapa kompleksnya masalah saya ini.

Untunglah, sekitar seminggu pasca operasi, masalah BAB sudah tidak begitu kentara lagi. Pipis yang masih seringkali bercampur darah dan keruh. Artinya pecahan batu masih ada di saluran ureter. Pipis berdarah dan keruh ini terjadi hingga hampir sebulan pasca operasi.

Pengambilan DJ Stent

Sebulan pasca operasi, saya dioperasi sekali lagi untuk melakukan pengambilan DJ stent. Operasi pengambilan DJ stent ini relatif sederhana, yaitu ke dalam lubang pipis dimasukkan gel pereda rasa sakit (semacam bius), setelah itu dimasukkan alat untuk mencabut DJ stent.

Operasi pengambilan DJ stent ini tidak sakit sih, tapi rasanya sangat tidak nyaman. Bahkan menurut saya, jauh lebih tidak nyaman ketimbang saat saya menjalani operasi vasektomi dulu.

Setelah rangkaian operasi ambeien dan batu ginjal ini ditutup dengan pengambilan DJ stent, secara resmi tahap pemulihan pun berakhir.

Boleh dibilang, sakit ambeien dan batu ginjal saya sudah 99% pulih. Kenapa kok 99%? Karena saat ini masih sedikit tersisa rasa tidak nyaman ketika pipis. Semakin lama semakin hilang sih memang, semoga dalam waktu tak lama lagi rasa tidak nyaman itu segera hilang.

Untuk menjaga agar kelak ambeien dan batu ginjal itu tidak muncul lagi, pada kursi kerja sekarang saya tambahkan bantal duduk khusus yang bagian tengahnya berlubang dan rajin minum air.

operasi ambeien dan batu ginjal

Demikian cerita saya, semoga bermanfaat buat yang sedang mempertimbangkan untuk operasi ambeien atau wasir dan operasi batu ginjal.

Follow me on social media:

Similar Posts

4 Comments

    1. Disuntik di tulang belakang itu lumayan nyeri sih. Usahakan serileks mungkin, tapi ya reaksi orang beda-beda sih ya.
      Sekarang kalau pipis rasanya kadang masih nyeri walaupun ya tergolong ringan dan cuma sesaat aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.