Sudah nonton Star Wars Episode IX: The Rise of Skywalker? Kalau sudah, gimana film itu menurutmu?

Kalau saya sih, trilogi sekuel Star Wars ini kacau. Barangkali cuma Episode VII yang lumayan.

Bukan cuma saya lho yang mengeluhkan hal ini tapi juga banyak penggemar Star Wars lainnya.

Dulu, sebelum LucasFilm dibeli Disney, George Lucas dalam beberapa kesempatan selalu mengatakan bahwa dia tidak akan membuat sekuel Star Wars, jadi cukup berhenti hingga 6 episode. Nah, kayaknya memang lebih baik begitu, bukan?

Tapi, saya pernah membayangkan, andaikata misalnya umpama jika saya ditunjuk jadi sutradara sekuel Star Wars itu, saya akan bikin ceritanya seseru mungkin, tapi tetap berpegang pada kaidah Star Wars. (Halah, kaidah).

Nah, kalau kalian penasaran, inilah cerita sekuel Star Wars a la saya. Dilarang protes ya, namanya juga ngarang, wkwkwk.

Episode VII

Setting cerita episode ketujuh dari Star Wars versi saya ini adalah sekian puluh tahun (mungkin mendekati seratus tahun) setelah era Luke Skywalker, sang Jedi terakhir.

Karena di episode VI telah terjadi keseimbangan di Force, maka Jedi juga tidak diperlukan lagi dan bisa dibilang telah punah. Seluruh galaksi hidup dalam keadaan tenang dan damai.

Tokoh utama dalam Episode VII ini adalah seorang pemuda bernama Jonn Scolia, tinggal di planet Socca. Jonn sedang menempuh pendidikan tinggi dan dia adalah pemuda pujaan gadis di kampusnya karena ganteng dan ulung dalam permainan Scoopea.

Scoopea adalah olah raga yang menggunakan electrostaff, alat serupa tongkat yang kedua ujungnya memiliki medan energi listrik dan digunakan untuk memukul bola listrik yang disebut Photon. Olah raga ini dimainkan oleh 2 atau 4 orang berhadapan (bayangkan seperti bulu tangkis, hanya saja yang ditangkis adalah Photon).

Jurusan yang ditempuh oleh Jonn adalah sejarah dan dia sangat berminat dengan sejarah era pemberontakan yang dipimpin Luke Skywalker. (Mudah ditebak, bukan? Wkwkwk).

Sayangnya, kedamaian yang meliputi jagad raya ini terancam karena makhluk yang tinggal di planet Gnott berusaha menguasai kembali galaksi.

Pada zaman kekaisaran, warga planet Gnott mendapatkan banyak keuntungan karena planet tersebut kaya dengan kandungan mineral yang dibutuhkan dalam pembuatan Death Star, Star Destroyer, dan berbagai jenis pesawat tempur TIE.

Ketika kekaisaran jatuh, tentu saja mineral tersebut jadi tidak laku lagi dan planet tersebut berada dalam krisis ekonomi berkepanjangan.

Dipimpin oleh seorang makhluk Gnott asli bernama Debrek Dukk yang memiliki ajudan setia bernama Rian Caldera, warga Gnott mulai melancarkan pemberontakan.

Rian sendiri adalah seorang manusia. Sebagai planet dagang, wajar jika penduduk Gnott terdiri dari berbagai ras. Di Gnott juga banyak eks prajurit setia kekaisaran yang bersembunyi dan selama ini diam-diam membangun pasukan untuk balas dendam.

Debrek, Rian, dan prajurit yang dibangun oleh eks Empire Trooper menginvasi planet-planet terdekat untuk menculik para pemuda dan memaksa mereka menjadi pasukan. Jika tidak mau, mereka akan ditawan atau kalau apes ya dibunuh.

Perlawanan besar-besaran direncanakan akan dilakukan pada saat terjadi konjungsi 17 planet di sekitar Coruscant, yang hanya terjadi setiap 3733 tahun sekali. Pada saat itu memang umumnya terjadi gangguan besar di Force.

Nah, si Jonn tadi termasuk yang ditawan. Ketangkasannya bermain Scoopea jadi pertimbangan Debrek untuk nanti mengangkatnya jadi pasukan.

Namun Jonn berhasil lolos dan menuju Coruscant untuk melaporkan adanya rencana pemberontakan ini, tetapi pejabat-pejabat di Coruscant tidak menanggapinya dengan serius.

Jonn kemudian bertekad membangun pasukan sendiri berbekal pengetahuannya akan sejarah Luke. Dia bersembunyi di Dagobah dan di sana berhasil menemukan peninggalan Yoda. Ternyata Yoda sempat membuat banyak catatan dan Jonn belajar menjadi Jedi dengan catatan-catatan tersebut.

Setelah hampir menyempurnakan pelajarannya, Jonn menyadari bahwa ada satu bagian penting dari catatan Yoda yang tidak ada dan menurut petunjuk di catatan tersebut, bagian yang tidak ada tersebut tersimpan di sebuah koordinat tertentu.

Setelah dicek, ternyata koordinat tersebut tepat berada di rumah Jonn di planet Socca. Jonn heran, bagaimana mungkin?

Tapi dia sudah bertekad dan dengan menembus blokade pasukan Debrek, sampailah dia ke rumahnya yang sekarang sudah kosong.

Setelah mencari dengan teliti, ternyata ada ruang tersembunyi di gudang rumahnya dan di sana Jonn menemukan sebuah kitab dan berbekal kitab itu dia menyempurnakan pelajarannya menjadi seorang Jedi serta jadi tahu kalau ternyata dia masih keturunan Skywalker.

Sebagai tanda bahwa Jonn kini telah resmi menjadi Jedi, dia berhasil membuat sebuah lightsaber berwarna biru. Dia juga kemudian bertemu dengan Luke dan Yoda dalam bentuk Force Ghost. Mereka banyak memberi petunjuk pada Jonn.

Lalu mulailah Jonn mengumpulkan mereka yang dulu pernah terlibat langsung sebagai rebel di era kekaisaran. Dia bertemu dengan Morat yang kini jadi pemilik Millenium Falcon, C-3PO dan R2-D2. (Pokoknya semua droid dan pesawat kudu muncul lagi, wkwkwk).

Morat punya adik perempuan bernama Nina (biar tetap ada tokoh cewenya).

Intinya kemudian pasukan Jonn berhasil menumpas pasukan Debrek dan pemberontakan berhasil dipadamkan. Nah, berhubung kudu ada Episode VIII, maka Rian dan sebagian pemberontak berhasil lolos untuk kemudian muncul lagi di Episode VIII.

Episode VIII

Pada Episode VIII ini ketahuan ternyata bahwa sebenarnya yang menginisiasi pemberontakan adalah Palpatine dalam bentuk ghost.

Jelang konjungsi 17 planet, memang mulai ada gangguan di Force, itu sebabnya ghost Palpatine bisa muncul.

Mengetahui bahwa ada Jedi baru, Palpatine lalu meminta Rian untuk menjadi tubuh baru bagi dia. Nantinya, tepat pada saat konjungsi 17 planet, gangguan yang terjadi pada Force akan memungkinkan roh Palpatine bisa lompat ke tubuh Rian.

Sementara itu, Jonn makin matang sebagai Jedi dan dia mulai sering berkomunikasi dengan Luke dan Yoda. Ketika konjungsi 17 planet makin dekat, Anakin juga muncul menemui Jonn karena dia tahu persis apa rencana eks masternya.

Lalu terjadilah konjungsi itu dan Palpatine berhasil masuk ke tubuh Rian. Jiwa Palpatine dalam tubuh yang masih muda dan kuat, betapa mengerikan.

Rian lalu juga membuat lightsaber yang tentu saja berwarna merah.

Rian berhasil menculik Morat dan Nina dalam usahanya menemukan dan membunuh Jonn.

Inti dari Episode VIII ini adalah pertarungan antara Jonn dan Rian. Duel mereka di film ini menjadi duel legendaris, mirip seperti duel Obi-Wan vs Anakin di Mustafar.

Tidak ada yang menang di duel ini karena sebuah bencana alam membuat mereka terpisah satu sama lain. Akhir film menggantung seperti ending The Empire Strikes Back.

Episode IX

Kekuatan Rian/Palpatine makin menjadi dan mereka berhasil membangun pasukan besar, seperti dulu zaman kekaisaran. Juga berhasil membangun semacam Death Star lagi.

Death Star baru ini berhasil menghancurkan planet Socca, planet asal Jonn, dengan tujuan untuk melemahkan semangat Jonn dan kawan-kawan.

Tapi semangat Jonn dan kawan-kawan justru semakin membara, apalagi mereka masih harus membebaskan Morat dan Nina.

Dalam usahanya membebaskan Morat dan Nina, Jonn bertemu kembali dengan Rian dan akhirnya ketahuanlah kalau mereka aslinya adalah saudara kembar yang terpisah sejak lahir. (kayak sinetron ya, biarin lah, Star Wars original juga gitu kan, hehe).

Jonn dan Rian duel kembali, sementara teman-teman Jonn berusaha menyabot Death Star yang hendak menghancurkan planet. Sabotase berhasil dan senjata Death Star yang sudah terlanjur aktif diarahkan untuk menghancurkan 2 planet tak berpenghuni. Kedua planet ini termasuk ke dalam rangkaian 17 planet yang berkonjungsi, sehingga tinggal 15 saja.

Kelak jika berkonjungsi lagi, 15 planet ini tak cukup kuat untuk membuat gangguan di Force.

Akhirnya Jonn berhasil membuat roh Palpatine keluar dari Rian dan sekaligus “membunuh” roh tersebut sehingga tak mungkin bisa muncul lagi.

Usaha ini mengharuskan Jonn mengeluarkan banyak energi sehingga dia mati di pangkuan Rian. Rian akhirnya berbalik ke light side dan meneruskan cita-cita Jonn menghadirkan balance di Force.

Tamat.

Follow me on social media:
Sekuel Star Wars a la Oom Yahya
Tagged on:             

One thought on “Sekuel Star Wars a la Oom Yahya

  • 28/12/2019 at 10:04 pm
    Permalink

    By the way salam kenal, ternyata nama belakang kita sama om. Jangan² kita jongos. Setelah kubaca semuanya ini menarik. Tapi aku gak ngikutin star wars jadi agak sedikit ngerasa miss. :(

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.