Sudah lama saya tidak nonton film di bioskop. Jauhnya jarak rumah ke XXI dan Studio 21 di Amplaz bikin males. Nah, kemarin saya nonton untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan tidak nonton, saya nonton Hachiko.

Sebenarnya film drama bukanlah genre yang saya suka. Namun karena anak saya yang kepingin, ya sudah, saya antar mereka nonton.

Karena begitu terkenalnya cerita Hachiko, jalan cerita bukan lagi menjadi fokus utama. Dan seperti yang sudah saya duga, film ini boring sebenarnya. Konflik nyaris tidak ada, endingnya juga bisa ditebak dengan mudah.

Namun tetap ada nilai yang bisa dipetik. Soal kesetiaan. Sesuatu yang sudah relatif langka dijumpai di jaman seperti ini.

BTW, saya jadi ingat sama anjing saya dulu. Dari ras Chow Chow, lucu, gendut, ginuk-ginuk. :mrgreen:

Kadang memang anjing itu tingkahnya mirip manusia. Anjing saya dulu bisa ngambek kalo dimarahi, tidak mau pulang. Dia tidur di teras tetangga. (doh) Tapi yang jelas anjing sungguh menyenangkan diajak bercanda.

Dan soal perasaannya yang peka, nampaknya memang benar. Seperti Hachi yang merasa kalau tuannya bakal segera meninggal, anjing saya peka terhadap saat kematiannya sendiri. Sehari menjelang mati, anjing saya lengket banget sama bapak saya, kaki bapak saya diuyel-uyel, seolah gak mau lepas.

Yang menyedihkan, anjing saya mati diracun. Nampaknya ada tetangga yang sedemikian sirik sama anjing, sampai anjing saya jadi korban. (tears)

Sekarang sudah bertahun-tahun saya tidak memelihara anjing. Ada keinginan sih sebenarnya, tapi nampaknya kondisi rumah tidak memungkinkan. Daripada nanti anjingnya “keleleran”, lebih baik keinginan itu dipendam dulu.

Follow me on social media:
Hachiko

8 thoughts on “Hachiko

    • 30/04/2010 at 11:10 am
      Permalink

      Err, saya juga berkaca-kaca nih :-(

      Reply
  • 30/04/2010 at 10:18 am
    Permalink

    Aku nggak mau nonton Hachiko, liat trailernya aja udah berkaca2. Males nangis gara2 film huhuh..

    *keingetan si kucing yg udah meninggal dunia*

    Reply
    • 30/04/2010 at 11:11 am
      Permalink

      Kata gurunya anak saya, menangis itu juga salah satu bentuk refreshing :mrgreen:

      Reply
  • 01/05/2010 at 8:21 am
    Permalink

    iya film hachiko membosankan emang.yg jadi pameran utamanya anjing.seandainya anjing nya bisa bicara pasti menarik tuh film

    Reply
  • 02/05/2010 at 12:51 pm
    Permalink

    mungkin dulu racunnya salah sasaran, racun tikus, sering kejadian seperti itu :(

    Reply
  • 06/05/2010 at 11:44 pm
    Permalink

    yang teringat malah anjingnya toto chan, siapa namanya, ya?
    rasa-rasanya bisa dekat betul hubungannya dengan si empunya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.