Free = Gratis atau Bebas?

Written by

in

,

Di dunia Open Source, kayaknya memang sudah basbang memperdebatkan terjemahan free ke dalam Bahasa Endonesa Indonesia. Tapi toh nyatanya sampai sekarang masih juga banyak aktivis Linux yang berusaha mempopulerkan Linux dengan kampanye gratis.

Saya cuma mau menunjukkan, pada kamus Bahasa Inggris – Indonesia yang saya miliki, terjemahan kata free adalah sebagai berikut:

  1. Bebas
  2. Tidak terikat
  3. Dermawan
  4. Terbuka
  5. Cuma-cuma
  6. Tidak bertugas
  7. Tidak ditempati

Lihat, arti free menjadi cuma-cuma menduduki “ranking” ke-5, sedangkan di no. 1 adalah Bebas. Jadi, mana lebih tepat? Gratis atau Bebas?

Kadang-kadang adanya “dualisme” arti tersebut dimanfaatkan dengan jeli oleh orang-orang kreatif. Misalnya dalam sebuah undangan pertemuan tertulis Free Snack and Dinner, jangan cepat-cepat menyangka artinya makan malam dan makanan kecil gratis, tapi bisa jadi maksudnya bebas dari makan malam dan makanan kecil alias gak ada apa-apa.

Follow me on social media:

Comments

2 responses to “Free = Gratis atau Bebas?”

  1. […] Karena gw suka donlot barang2 ga jelas. Surfing di internet sampe nyasar ndak karuan. Konsekuensi logisnya, gw harus punya anti-virus yang cukup ampuh plus security update terbaru sebagai benteng pertahanan. Itu yang ga bisa dipenuhi oleh vista bajakan gw. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan (sampe terkesan boros) untuk beli Vista dan anti-virusnya. Linux Ubuntu bisa memenuhi kebutuhan itu hanya dengan biaya donlot security update. Jadi bukan gratis, tapi murah. […]

  2. Gadget gratis Avatar

    Hello there, thanks for the visit. hope ur having a nice day.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *