Saya yakin kita semua sudah tahu arti kata “pasca”. Ya, artinya kira-kira “sesudah”. Cuma yang bikin saya agak heran, hampir semua orang akan melafalkan pasca dengan paska. Apakah itu benar?

Saya memang bukan ahli bahasa (meskipun saya seorang penulis, hehe), tetapi jelas bahwa dalam Bahasa Indonesia, tidak ada aturan yang menyebutkan huruf C bisa dibaca K. Benar bahwa pasca bukan asli berasal dari Bahasa Indonesia, tetapi pasca juga bukan berasal dari Bahasa Inggris atau salah satu bahasa eropa lain yang “mengijinkan” C dibaca dengan K. Bisa jadi itu karena pengaruh suatu kata (nama) dalam salah satu bahasa eropa yang mirip dengan pasca, yaitu Pascal yang memang dibaca dengan paskal.

Jadi mestinya pasca tetap dibaca dengan huruf C, bukan K.

Celakanya (bukan dibaca kelakanya, bukan?), banyak pihak yang dianggap sebagai panutan dalam berbahasa Indonesia malah justru makin “memperuncing keadaan”, sebut saja pembaca berita di televisi, presenter, bahkan para pejabat negara.

So, marilah mulai kita biasakan dari diri kita, bacalah pasca dengan huruf C, bukan K. Sebab bila tidak, bisa-bisa akan muncul kalimat-kalimat yang aneh-aneh seperti “aku menkuki bajuku hingga kemerlang”, “dia membaka buku kerita dongeng tentang seekor kikak”, “Ayah suka memanking ikan dengan umpan seekor kaking”, he..he..he…

Follow me on social media:
Mengapa C dibaca K?

12 thoughts on “Mengapa C dibaca K?

  • 26/05/2007 at 1:44 pm
    Permalink

    Kata pasca diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi: paska.

    Reply
  • 26/05/2007 at 1:56 pm
    Permalink

    Kayaknya gak deh, pasca ya tetap pasca, bukan paska

    Reply
  • 29/05/2007 at 11:37 am
    Permalink

    Setuju pak yahya. Yang paling ngegemesin itu kalo penyiar TV yang baca “paska”.. harusnya institusi seperti itu jadi teladan berbahasa yang baik.

    Pak Dewo perlu baca KBBI atau nanya langsung ke Fakultas sastra jurusan bahasa indonesia, atau pemerintah di depdiknas (?) mungkin.. mana ada serapan pasca jadi paska? lah wong pasca aja itu ndak ada di bahasa inggris. adanya POST.

    Reply
  • 03/06/2007 at 1:40 pm
    Permalink

    Hehe rupanya yang terganggu soal Pasca di Paska bukan cuma saya. Untuk yang komen pertama soal “Pasca” jadi “Paska” di Indonesia pastilah tak tahu bahwa pasca adalah: peng-Indonesia-an dari “Post”. Tahun 90-an masalah ini sempat di bahas oleh pakar Bahasa Indonesia Prof.Dr JS Badudu di kolom bahasa majalah Intisari. Beliau juga dulu pengasuh acara Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

    Pada masa itu pun pejabat dan pembaca berita sudah juga melakukan kesalahan Pasca dibaca Paska. Kalau ada pihak yang paling bersalah mempopulerkan kesalahan tersebut menurut saya adalah para penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkomsel dan XL yang hobi melafalkan dan menulis di berbagai publikasinya Pasca sebagai Paska.

    Reply
  • 11/06/2007 at 7:25 am
    Permalink

    kalo swasta sih ada “wajar”nya. walau emang sangat besar andilnya menyebarkan ke salah pahaman tata bahasa.. tapi kalau ada univ. yang buka Program Paska Sarjana.. duh kelewatan deh

    Reply
  • 16/01/2008 at 3:11 am
    Permalink

    yg sebut C jadi K paling mau keren2an kyk org barat :D

    Reply
  • Pingback:Review Singkat Fedora 9

  • 28/06/2008 at 10:37 am
    Permalink

    Sebelum EYD muncul, program Pasca Sarjana sudah ada, dan tentu saja dibaca paska, bukan pastja (EB).

    Saya sampai dihalaman ini justru karena merasa aneh, makin banyak pembawa acara TV yang memngucapkan pasca dengan c (tj — EB) dan bukan dengan k.

    Saya hanya pemakai bahasa, bukan ahli bahasa, tetapi cukup paham bahwa pasca dari bahasa sanskerta, tapi belum tahu penulisan aslinya seperti apa. Sesuai EYD, kalau pasça maka harusnya dibaca passa (aneh) sedangkan kalau pasca dibaca paska karena c dimuka a menjadi k.

    Acuan : http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan

    Reply
  • 06/10/2008 at 6:50 pm
    Permalink

    numpang nge-post (nge-pasca) :D :D :D

    saya pernah ikutan workshop tentang pembuatan komik d sebuah tmpt d jakarta ,d situ’ ada salah satu nara sumber yg berasal dari UI (tepatnya Klo’ ga’ salah dosen sastra bhs Indonesia tp saya lupa namanya yg pasti cirinya rambutnya putih :D) ,beliau menjelaskan mengenai kesalahan yg harus d perbaiki dan d perhatikan dalam pembuatan komik terutama bahasanya dan salah satu yg d singgung adalah mengenai kata “pasca”

    beliau menjelaskan bahwa pelafalan kata pasca adalah menggunakan “c” ,dan memang benar “pasca” berasal dari bahasa sansakerta (jawa)

    n.b:
    mungkin suku kata yg d ambil adalah (dalam kutip ganda): ha na “ca” ra ka da ta “sa” wa la “pa” da ja ya nya ma ga ba ta nga)

    Reply
  • 28/10/2008 at 10:27 pm
    Permalink

    Menurut J.S. Badudu (Intisari Nov’94) ,kata pasca (sesudah) diambil dari bhs Jawa kuno, yg mungkin, digunakan untuk melengkapi penggunaan kata “pra” (sebelum) yg sudah ada dalam bhs Indonesia sebelumnya.Ada kata lain yang jg lazim digunakan u/ pengganti kata sesudah, yaitu purna.

    Kata pasca,pra,maupun purna itu merupakan morfem terikat yang tdk dpt berdiri sbg kata penuh,sehingga harus dituliskan serangkai dgn kata yg mengikutinya,misalnya pascasarjana,pascaproduksi,pascabayar,pascasanggama,purnabakti,dll.

    Yang juga penting di sini,pasca tetap hrs dibaca pasca,bukan paska.Menurut saya,kata pasca seperti jg kata panca pada pancasila misalnya.Lalu mengapa tdk pernah ada yg keliru membaca pancasila dengan pankasila? Gitu aja kok repot..

    Salam
    KOeNTOeL

    Reply
  • 18/10/2010 at 8:19 am
    Permalink

    yang benar bacanya PASCA !!! bukan paska.

    Reply
  • 22/06/2013 at 11:40 pm
    Permalink

    bacanya PASKA hahahaha itu kalau mau seenaknya. Kalau nurut KBBI ya pasca. Buat yg ngotot bacanya “paska” silakan buka KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *