Catatan Usil Yahya Kurniawan

Asus Transformer, Tablet Hybrid Kelas Wahid

Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.

Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.

Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.

Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.

Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.

Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.

Asus Transformer Pad TF103CG

Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.

READ MORE »

Pengalaman Bergaul Dengan vivo Xshot

Sudah beberapa hari ini saya mencoba menggunakan vivo Xshot dan inilah beberapa hal yang menjadi kesan saya terhadap vivo smartphone ini, baik memperlengkapi maupun menambah kesan yang sudah saya paparkan di tulisan sebelumnya.

 

Build Quality

Dengan harga mendekati enam juta rupiah, sudah tentu vivo tidak hanya menawarkan kamera dengan spesifikasi tinggi. Butuh sesuatu yang lebih daripada itu. Salah satunya datang dari build quality body-nya. Casing body terbuat dari bahan plastik berkualitas tinggi dan dibingkai oleh logam berwarna silver.

Body yang kesat membuatnya mantap saat dipegang. Sidik jari tak mudah membekas di bagian belakang body dan meskipun hampir mustahil membuat hal yang sama untuk layar sentuhnya, namun toh sidik jari yang tertinggal relatif hampir tak terlihat.

 

Layar

Layar vivo Xshot

READ MORE »

vivo Xshot, Pendatang Baru Yang Tak Boleh Diremehkan

Besarnya pasar smartphone membuat banyak pihak tergiur dan seolah berlomba-lomba membuat produk smartphone mereka sendiri. Apalagi dengan tersedianya sistem operasi Android yang bisa digunakan, membuat mereka tak perlu berinvestasi banyak di sisi ini.

Tak heran belakangan ini mulai bermunculan banyak pemain baru yang memproduksi smartphone Android. Semua memiliki strategi masing-masing dalam memasarkan produknya. Kebanyakan memasang strategi jual ponsel spek tinggi tapi harga murah.

Salah satu produsen smartphone pendatang baru adalah vivo. Ya, nama vivo mungkin masih relatif terasa asing di telinga kita. Namun mereka tak mau latah ambil strategi jual spek tinggi harga murah demi mengejar popularitas dan menggenjot pemasaran. Strategi yang mereka ambil adalah membuat produk smartphone Android premium yang diperlengkapi dengan kamera yang mumpuni. Strategi ini bisa dibilang tepat, mengingat banyak pembeli smartphone yang menitikberatkan pada kemampuan kamera saat mempertimbangkan membeli ponsel baru.

vivo Xshot

Nah, saya cukup beruntung bisa menjajal salah satu lini produk vivo, yaitu vivo Xshot.

READ MORE »

Menjadi Cerdas Itu Keren

Ketika saya kecil, saya ini jauh dari keren. Meski untuk standar zaman itu sekalipun. Kecuali mungkin ibu saya yang berpikir kalau saya ini keren. Thanks Mom *terharu.

Saya ini kurus, hitam (ya relatif hitamlah) (upss) , kalau main sepakbola ndak pernah mencetak gol, kalau ikutan lomba lari selalu juara 3 tapi dihitung dari belakang. Paling-paling yang rada bisa saya banggakan adalah bisa berenang. Tapi mana ada kegiatan renang di sekolah? Jadi saya ndak punya kesempatan untuk tampil cool di hadapan teman-teman saya.

Namun saya tidak pernah merasa minder meski dianggap tidak keren. Apa sebab? Soalnya saya ini juara kelas! Yach, di samping mungkin memang cerdas dari sononya, saya ini rajin membaca. Karena rajin membaca itulah maka pengetahuan saya bertambah. Sudah tentu bukan sembarang bacaan yang saya baca. Kalau waktu itu saya banyak membaca stensilan, entah sudah jadi apa saya sekarang. :mrgreen: Bacaan saya waktu itu lebih banyak berupa buku-buku ilmu pengetahuan dan komik Eropa semacam Tintin, Asterix, Lucky Luke.

Kalau buku ilmu pengetahuan sudah jelas, pasti akan menambahkan pengetahuan. Lha kalau komik? Ya tergantung yang baca juga sih sebenarnya. Komik-komik Eropa yang saya sebutkan di atas banyak terinspirasi oleh kejadian nyata dan tokoh-tokoh yang nyata, misalnya Jesse James dan Billy The Kid di Lucky Luke, Julius Cesar dan Cleopatra di Asterix, lalu visualiasi kota/negara dan teknologi yang begitu dekat dengan aslinya di Tintin. Itu semua mendorong saya untuk mencari informasi lebih lanjut tentang tokoh atau lokasi geografis tertentu.

Jadi sebenarnya tanpa sadar saya ini sudah memilah-milah informasi sejak dulu, alih-alih menelan begitu saja semua informasi yang saya dapat. Informasi yang tepat dan bermanfaat itulah yang membawa saya memiliki pengetahuan luas dan pada akhirnya “menggoreng” kecerdasan saya menjadi lebih matang. Buntutnya, saya menjadi lebih pede dan merasa cool. B-)

Dan kebiasaan memilah informasi tersebut berlangsung hingga sekarang, pada era informasi, di mana informasi mengucur dengan derasnya, bukan lagi seperti air keran tapi seperti air terjun. Kemampuan untuk memilah informasi makin diuji. Tak mungkin lagi menggunakan “tangan kosong” untuk melakukannya, namun dibutuhkan sesuatu yang lebih mumpuni. Dan untuk itulah aplikasi Kurio ini hadir.

Kurio adalah aplikasi yang dilahirkan untuk membantu penggunanya dalam memilah informasi. Kurio akan mengambil berita (istilah kerennya ngefeed) dari berbagai situs berita dan membagi-baginya dalam berbagai kategori. Tentu saja situs berita yang menjadi sumber Kurio adalah situs berita yang terpercaya dan kredibel.

Saat pertama kali dijalankan, pengguna dapat memilih kategori informasi apa saja yang hendak ditampilkan oleh Kurio. Nantinya berbagai kategori yang telah dipilih tersebut akan ditampilkan dalam bentuk kipas, sebuah tampilan visual yang merupakan signature Kurio.

Kurio App

Ketika salah satu kategori dipilih, maka berita-berita terhangat pada kategori tersebut akan ditampilkan. Ketuk judul artikel untuk membaca isinya. Bila pengguna merasa isi artikel tersebut menarik, dia dapat langsung membagikan judul dan link artikel tersebut melalui Facebook, Twitter, Email, atau media lain seperti WhatsApp, Line, BBM.

Pengguna dapat menandai sebuah artikel sebagai favorit atau menandai artikel tersebut untuk dibaca lain kali melalui layanan pihak ketiga seperti Instapaper atau Pocket.

Warna latar belakang yang defaultnya putih dengan teks hitam juga dapat diganti menjadi latar belakang hitam teks putih. Ini tentu bermanfaat bagi mereka yang memang lebih nyaman membaca pada latar belakang gelap.

Kurio juga dapat memberikan notifikasi apabila ada headline yang menarik.

Dengan menginstall aplikasi Kurio ini di smartphone saya, saya berharap tetap bisa smart, karena sudah terbukti bahwa saya ini cool karena saya smart.

Asus Perkuat Eksistensi di Segmen Komersial

Di tahun 2014 ini, Asus berhasil membangun brand mereka hingga mencengkeram erat di benak para konsumen pembeli komputer. Jika seseorang hendak membeli seperangkat komputer, entah PC atau notebook, pastilah Asus masuk ke dalam pertimbangan bahkan tak jarang keputusan akhirnya dijatuhkan untuk membeli Asus.

Terbukti di tahun 2014 Asus berhasil mencatat prestasi gemilang, yaitu menjadi pucuk pimpinan klasemen penjualan notebook di Indonesia dengan pangsa pasar 32.6%. Untuk penjualan PC, memang Asus belum berhasil menjadi raja, namun tetaplah berada di papan atas. Lagipula untuk komputer desktop, kebanyakan konsumen sepertinya lebih menyukai komputer rakitan ketimbang komputer bermerk.

Market Share

Sumber gambar: www.infokomputer.com

Prestasi yang ditorehkan Asus ini tentunya tidak lalu membuat mereka berpuas diri. Masih ada cukup ruang untuk terus mengembangkan diri. Jika keberhasilan di atas diperoleh di segmen consumer, maka sudah saatnya Asus juga menggarap segmen commercial.

READ MORE »

Kok Muncul No Name di Android Contact?

Sudah beberapa minggu ini saya rada sebal kalau buka buku kontak Zenfone 5 saya. Soalnya muncul cukup banyak item bertuliskan No Name di buku kontak. Dan ketika item No Name tersebut dibuka, muncul sebuah nomor telpon diikuti dengan ikon Telegram. Nah, ketangkep luh. (muhaha) Jadi Telegram biang keroknya.

Hasil penelusuran saya via Google untuk mencari penyebabnya tidak memberikan hasil. Jadi terpaksa saya oprek sendiri dan akhirnya ketemu juga solusinya. Intinya, jika Anda pernah menyimpan nomor teman Anda di Android Contact, lalu teman Anda itu menginstall Telegram dan nama yang dia gunakan di Telegram tidak sama dengan nama yang Anda simpan di Android Contact (bingung tho), maka bakalan muncul item No Name di Android Contact. Nama teman Anda di Telegram tersebut kudu diedit supaya jadi sama persis dengan nama yang di Android Contact.

No Name Android Contact

 

Caranya bagaimana?

READ MORE »

Driver Terkini AMD: Catalyst Omega

Perangkat keras tak akan berfungsi dengan maksimal bila tidak ada perangkat lunak yang mampu menjembataninya dengan sistem operasi. Dengan adanya driver, fungsi-fungsi yang ada pada perangkat keras tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Baru-baru ini, AMD merilis update driver terkini mereka, yaitu Catalyst Omega. Dengan menggunakan driver terbaru ini, Anda akan mendapatkan peningkatan kinerja antara 19%-29%, tergantung perangkat keras AMD yang digunakan dan aplikasi yang dijalankan.

Beberapa keunggulan driver Catalyst Omega ini antara lain adalah:

  • Mendukung resolusi UltraHD, gambar akan nampak lebih halus, lebih nyata, dan makin tidak nampak “patah-patah”.
  • Mendukung OpenCL 2.0, membantu pengembang aplikasi untuk dapat mencapai fungsi-fungsi tertentu sesuai standar industri.
  • TressFX Hair 3.0, meningkatkan kualitas render rambut/bulu sehingga nampak lebih nyata.
  • CodeXL Tools, perkakas bagi developer untuk melakukan debug, profiling, dan analisis terhadap aplikasi.

 

Nah, jika Anda adalah pengguna AMD, segeralah menuju ke halaman pengunduhan driver resmi mereka dan rasakan performa yang lebih dahsyat dari perangkat keras AMD Anda.

 

 

Bikin Lumia Jadi Remote Control PowerPoint

Kalau ditanya, aplikasi apa yang paling populer digunakan untuk melakukan presentasi? Pasti sebagian besar bakal menjawab PowerPoint. Gak heran, PowerPoint ini sedemikian populernya, sepaket dengan Word dan Excel.

Lalu pasti sebagian besar juga sering melihat orang melakukan presentasi menggunakan remote control, jadi bisa berjalan-jalan selama melakukan presentasi, tidak terpaku harus dekat dengan notebooknya. Ada banyak peranti USB yang bisa dimanfaatkan sebagai remote control presentasi.

Namun jika ingin nampak lebih keren lagi, mengapa tidak menggunakan ponsel sebagai remote control presentasi? Bisa presentasi sambil sekaligus pamer ponsel, hehe (upss)

Sebagai sesama produk Microsoft, tentu paling gampang menggunakan Lumia sebagai remote control. Bagaimana caranya?

READ MORE »

Categories

Archives