Catatan Usil Yahya Kurniawan

Menjajal Windows 10 Technical Preview

Ndak terasa Microsoft sudah akan merilis Windows versi baru lagi. Versi terbaru Windows yang tadinya digembar-gemborkan akan punya nama Windows 9 ternyata bikin kecewa banyak orang karena tebakannya salah. (upss)

Jadi Windows terbaru ini akan punya nama Windows 10. Persisnya sih tidak diketahui mengapa tiba-tiba loncat dari Windows 8 ke Windows 10. Barangkali kalau diberi nama Windows 9, nanti seandainya dapat service pack sampai 5 kali atau 8 kali akan bikin bingung, soalnya namanya jadi Windows 9.5 dan Windows 9.8. Sangat berpotensi keliru dengan Windows 95 dan Windows 98. (lmao)

Hehe, gak ding, nanti saya dibalang sandal sama Bill Gates. Mending-mending kalo dibalang segepok duit dollar. :p

Apapun alasannya, sudah pasti Windows terbaru ini bakal bernama Windows 10 dan sudah muncul Technical Preview-nya. Kalo minat, silakan download di http://windows.microsoft.com/en-us/windows/preview-iso dan ikuti petunjuknya di sana.

Saya sendiri sudah sempat menjajal Windows 10 Technical Preview ini. Windows-nya saya install di Asus Vivobook S200, supaya karakter touch screen-nya bisa dicoba sekalian. (Tentang Asus Vivobook S200-nya pernah saya review di sini). Nah, inilah kesan saya terhadap Windows 10 ini.

READ MORE »

Melakukan Video Call Dengan Zenfone

Salah satu hal yang relatif sering ditanyakan di blog ini adalah “bagaimana melakukan video call dengan Zenfone?”

Ya, Zenfone memang tidak dilengkapi dengan aplikasi default untuk panggilan video seperti halnya panggilan suara dengan GSM. Itu yang kadang menimbulkan keraguan, bisa gak sih Zenfone digunakan untuk melakukan video call?

Tapi bisa kok, jangan khawatir. Memang bukan dengan aplikasi built-in seperti untuk panggilan suara dengan GSM tapi dengan menggunakan aplikasi tambahan. Dan juga hanya berlaku untuk Zenfone 5 dan Zenfone 6, karena Zenfone 4 tidak memiliki kamera depan.

Terus gimana?

READ MORE »

Bekerja Dengan Asus Transformer Pad

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah cerita banyak tentang tablet hybrid yang sepertinya bakal makin populer karena memiliki kelebihan dibandingkan tablet biasa. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemudahan penggunaan saat hendak dipakai bekerja. Dan tablet pilihan saya, Asus Transformer Pad TF103CG, sangat menyenangkan digunakan untuk bekerja.

Tentu harus disepakati dulu batasan kata “bekerja” ini. Yang paling masuk akal adalah pekerjaan kantoran seperti pembuatan dokumen atau pengolahan spreadsheet. Agaknya kurang masuk akal bila tablet “dipaksa” untuk mengolah foto atau render 3D. Apalagi, ingat lho, ini tablet Android.

Nah, untuk melakukan pekerjaan kantoran, ada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, misalnya Google Docs, Polaris Office, Office Suite, Docs To Go, hingga yang paling populer, Microsoft Office Mobile. Baru-baru ini malahan dirilis pula Microsoft Word for Tablet, Microsoft Excel for Tablet, dan PowerPoint for Tablet.

Microsoft Office Mobile for Android Tablet

READ MORE »

Asus Transformer, Tablet Hybrid Kelas Wahid

Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.

Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.

Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.

Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.

Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.

Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.

Asus Transformer Pad TF103CG

Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.

READ MORE »

Pengalaman Bergaul Dengan vivo Xshot

Sudah beberapa hari ini saya mencoba menggunakan vivo Xshot dan inilah beberapa hal yang menjadi kesan saya terhadap vivo smartphone ini, baik memperlengkapi maupun menambah kesan yang sudah saya paparkan di tulisan sebelumnya.

 

Build Quality

Dengan harga mendekati enam juta rupiah, sudah tentu vivo tidak hanya menawarkan kamera dengan spesifikasi tinggi. Butuh sesuatu yang lebih daripada itu. Salah satunya datang dari build quality body-nya. Casing body terbuat dari bahan plastik berkualitas tinggi dan dibingkai oleh logam berwarna silver.

Body yang kesat membuatnya mantap saat dipegang. Sidik jari tak mudah membekas di bagian belakang body dan meskipun hampir mustahil membuat hal yang sama untuk layar sentuhnya, namun toh sidik jari yang tertinggal relatif hampir tak terlihat.

 

Layar

Layar vivo Xshot

READ MORE »

vivo Xshot, Pendatang Baru Yang Tak Boleh Diremehkan

Besarnya pasar smartphone membuat banyak pihak tergiur dan seolah berlomba-lomba membuat produk smartphone mereka sendiri. Apalagi dengan tersedianya sistem operasi Android yang bisa digunakan, membuat mereka tak perlu berinvestasi banyak di sisi ini.

Tak heran belakangan ini mulai bermunculan banyak pemain baru yang memproduksi smartphone Android. Semua memiliki strategi masing-masing dalam memasarkan produknya. Kebanyakan memasang strategi jual ponsel spek tinggi tapi harga murah.

Salah satu produsen smartphone pendatang baru adalah vivo. Ya, nama vivo mungkin masih relatif terasa asing di telinga kita. Namun mereka tak mau latah ambil strategi jual spek tinggi harga murah demi mengejar popularitas dan menggenjot pemasaran. Strategi yang mereka ambil adalah membuat produk smartphone Android premium yang diperlengkapi dengan kamera yang mumpuni. Strategi ini bisa dibilang tepat, mengingat banyak pembeli smartphone yang menitikberatkan pada kemampuan kamera saat mempertimbangkan membeli ponsel baru.

vivo Xshot

Nah, saya cukup beruntung bisa menjajal salah satu lini produk vivo, yaitu vivo Xshot.

READ MORE »

Menjadi Cerdas Itu Keren

Ketika saya kecil, saya ini jauh dari keren. Meski untuk standar zaman itu sekalipun. Kecuali mungkin ibu saya yang berpikir kalau saya ini keren. Thanks Mom *terharu.

Saya ini kurus, hitam (ya relatif hitamlah) (upss) , kalau main sepakbola ndak pernah mencetak gol, kalau ikutan lomba lari selalu juara 3 tapi dihitung dari belakang. Paling-paling yang rada bisa saya banggakan adalah bisa berenang. Tapi mana ada kegiatan renang di sekolah? Jadi saya ndak punya kesempatan untuk tampil cool di hadapan teman-teman saya.

Namun saya tidak pernah merasa minder meski dianggap tidak keren. Apa sebab? Soalnya saya ini juara kelas! Yach, di samping mungkin memang cerdas dari sononya, saya ini rajin membaca. Karena rajin membaca itulah maka pengetahuan saya bertambah. Sudah tentu bukan sembarang bacaan yang saya baca. Kalau waktu itu saya banyak membaca stensilan, entah sudah jadi apa saya sekarang. :mrgreen: Bacaan saya waktu itu lebih banyak berupa buku-buku ilmu pengetahuan dan komik Eropa semacam Tintin, Asterix, Lucky Luke.

Kalau buku ilmu pengetahuan sudah jelas, pasti akan menambahkan pengetahuan. Lha kalau komik? Ya tergantung yang baca juga sih sebenarnya. Komik-komik Eropa yang saya sebutkan di atas banyak terinspirasi oleh kejadian nyata dan tokoh-tokoh yang nyata, misalnya Jesse James dan Billy The Kid di Lucky Luke, Julius Cesar dan Cleopatra di Asterix, lalu visualiasi kota/negara dan teknologi yang begitu dekat dengan aslinya di Tintin. Itu semua mendorong saya untuk mencari informasi lebih lanjut tentang tokoh atau lokasi geografis tertentu.

Jadi sebenarnya tanpa sadar saya ini sudah memilah-milah informasi sejak dulu, alih-alih menelan begitu saja semua informasi yang saya dapat. Informasi yang tepat dan bermanfaat itulah yang membawa saya memiliki pengetahuan luas dan pada akhirnya “menggoreng” kecerdasan saya menjadi lebih matang. Buntutnya, saya menjadi lebih pede dan merasa cool. B-)

Dan kebiasaan memilah informasi tersebut berlangsung hingga sekarang, pada era informasi, di mana informasi mengucur dengan derasnya, bukan lagi seperti air keran tapi seperti air terjun. Kemampuan untuk memilah informasi makin diuji. Tak mungkin lagi menggunakan “tangan kosong” untuk melakukannya, namun dibutuhkan sesuatu yang lebih mumpuni. Dan untuk itulah aplikasi Kurio ini hadir.

Kurio adalah aplikasi yang dilahirkan untuk membantu penggunanya dalam memilah informasi. Kurio akan mengambil berita (istilah kerennya ngefeed) dari berbagai situs berita dan membagi-baginya dalam berbagai kategori. Tentu saja situs berita yang menjadi sumber Kurio adalah situs berita yang terpercaya dan kredibel.

Saat pertama kali dijalankan, pengguna dapat memilih kategori informasi apa saja yang hendak ditampilkan oleh Kurio. Nantinya berbagai kategori yang telah dipilih tersebut akan ditampilkan dalam bentuk kipas, sebuah tampilan visual yang merupakan signature Kurio.

Kurio App

Ketika salah satu kategori dipilih, maka berita-berita terhangat pada kategori tersebut akan ditampilkan. Ketuk judul artikel untuk membaca isinya. Bila pengguna merasa isi artikel tersebut menarik, dia dapat langsung membagikan judul dan link artikel tersebut melalui Facebook, Twitter, Email, atau media lain seperti WhatsApp, Line, BBM.

Pengguna dapat menandai sebuah artikel sebagai favorit atau menandai artikel tersebut untuk dibaca lain kali melalui layanan pihak ketiga seperti Instapaper atau Pocket.

Warna latar belakang yang defaultnya putih dengan teks hitam juga dapat diganti menjadi latar belakang hitam teks putih. Ini tentu bermanfaat bagi mereka yang memang lebih nyaman membaca pada latar belakang gelap.

Kurio juga dapat memberikan notifikasi apabila ada headline yang menarik.

Dengan menginstall aplikasi Kurio ini di smartphone saya, saya berharap tetap bisa smart, karena sudah terbukti bahwa saya ini cool karena saya smart.

Asus Perkuat Eksistensi di Segmen Komersial

Di tahun 2014 ini, Asus berhasil membangun brand mereka hingga mencengkeram erat di benak para konsumen pembeli komputer. Jika seseorang hendak membeli seperangkat komputer, entah PC atau notebook, pastilah Asus masuk ke dalam pertimbangan bahkan tak jarang keputusan akhirnya dijatuhkan untuk membeli Asus.

Terbukti di tahun 2014 Asus berhasil mencatat prestasi gemilang, yaitu menjadi pucuk pimpinan klasemen penjualan notebook di Indonesia dengan pangsa pasar 32.6%. Untuk penjualan PC, memang Asus belum berhasil menjadi raja, namun tetaplah berada di papan atas. Lagipula untuk komputer desktop, kebanyakan konsumen sepertinya lebih menyukai komputer rakitan ketimbang komputer bermerk.

Market Share

Sumber gambar: www.infokomputer.com

Prestasi yang ditorehkan Asus ini tentunya tidak lalu membuat mereka berpuas diri. Masih ada cukup ruang untuk terus mengembangkan diri. Jika keberhasilan di atas diperoleh di segmen consumer, maka sudah saatnya Asus juga menggarap segmen commercial.

READ MORE »

Categories

Archives