Review realme GT Master Edition

Desain smartphone sekarang ini tampaknya sudah mencapai titik yang membosankan. Modelnya ya begitu-begitu saja.

Dari depan, kalau layarnya lagi off, sangat sulit membedakan smartphone satu dengan lainnya. Desain smartphone pada akhirnya ditentukan dari bagian belakangnya.

Kreativitas desainer smartphone sungguh-sungguh ditekan sedemikian rupa supaya menghasilkan desain yang keren dan membawa identitas sebuah brand.

Belum lama ini, realme menghadirkan sebuah smartphone yang desainnya membawa dobrakan baru. Smartphone tersebut adalah realme GT Master Edition dan salah satu varian yang tersedia memiliki desain yang unik, serupa dengan koper.

Pada artikel ini, saya mempersembahkan review realme GT Master Edition. Mohon disimak.

Desain Unik realme GT Master Edition

Pada peluncurannya, realme menghadirkan dua varian realme GT Master Edition berdasarkan warnanya, yaitu varian dengan warna Daybreak Blue dan Voyager Grey.

Varian Daybreak Blue memiliki warna biru yang indah, terinspirasi dari terbitnya fajar pada sebuah perjalanan. Warna smartphone ini memiliki nuansa metalik dan bakal membiaskan warna holografik dari sudut pandang yang berbeda.

Tampilan warna seperti itu memungkinkan karena varian ini menggunakan lapisan laminasi nano dengan teknologi PICASUS®️ yang dipatenkan di Jepang.

Satu varian lagi adalah Voyager Grey yang memiliki desain seperti koper. Tentunya desain varian ini terinspirasi dari perjalanan juga. Desain unik pada realme GT Master Edition berwarna Voyager Grey ini didesain oleh Naoto Fukasawa, seorang desainer industri kontemporer ternama asal Jepang.

review realme GT Master Edition

Tanda tangannya bahkan dicetak di bagian punggung smartphone, tepat di bawah logo realme.

Nah, pada review realme GT Master Edition ini, varian yang akan saya bahas adalah varian Voyager Grey.

Body realme GT Master Edition

Jujur saja, ketika pertama kali melihat model body realme GT Master Edition varian Voyager Grey yang memiliki bentuk seperti koper pada video peluncurannya, saya agak skeptis.

review realme GT Master Edition

Beneran koper yang terlintas di pikiran saya, apa tidak berat smartphone ini? Udah berat, tebal pula.

Tapi ternyata melihat melalui video itu bisa “tertipu”. Mesti pegang sendiri untuk tahu dengan pasti seperti apa body-nya.

Ternyata setelah pegang sendiri, saya terkesima. Semua kesan awal sirna karena ternyata realme GT Master Edition ini relatif tipis dan ringan.

Desain kulit vegan yang menjadi lapisan body-nya, sekaligus modelnya yang bergelombang seperti koper membuatnya nyaman digenggam, tidak licin.

Tombol volume dan tombol power diletakkan pada sisi yang berbeda. Tombol volume berada di sisi kiri, sedangkan tombol power berada di sisi kanan.

Untuk urusan port, realme GT Master Edition memiliki port USB Type C untuk isi ulang baterai dan USB OTG, serta jack 3.5 mm untuk audio.

Di bagian bawah smartphone ada lubang speaker, yang sayangnya speaker yang berbunyi saat kita memutar video atau musik hanya yang ada di bagian ini saja. Jadi audionya mono.

Layar realme GT Master Edition

Smartphone koper ini memiliki layar dengan bentang diagonal 6,43 inci dan menggunakan teknologi Samsung Super AMOLED Fullscreen untuk tampilan warna yang memukau.

Dari bawaannya, sudah ada lapisan plastik pelindung layar dan menurut saya sudah cukup bagus, tak perlu diganti.

Karena menggunakan layar AMOLED, maka realme GT Master Edition ini memiliki fitur Always on Display.

Layar realme GT Master Edition ini memiliki refresh rate 120 Hz, walaupun jujur saja mata kita tidak akan mampu membedakannya. Mungkin agak sedikit terasa ketika main game yang membutuhkan kecepatan dan kegesitan seperti game balap mobil.

Nah, bicara soal game, ada pengaturan khusus game pada realme GT Master Edition ini. Ketika bermain game (yang biasanya posisi smartphone berada pada orientasi landscape), maka pada sisi kiri layar akan ada pusat kontrol yang merupakan bagian dari Game Space.

Melalui pusat kontrol tersebut, kamu bisa mengatur mode performa smartphone, optimasi sensitivitas sentuhan, penolakan panggilan telpon, dan lain-lain.

Yang unik, saat bermain game, bila ada pesan masuk (SMS, WhatsApp, Messenger), pesan tersebut ditampilkan dalam bentuk running text.

Performa realme GT Master Edition

Qualcomm Snapdragon 778G 5G Processor adalah SoC yang digunakan oleh realme GT Master Edition. Chipset ini tergolong seri premium, sehingga bisa dipastikan performa realme GT Master Edition sangat mumpuni.

Saat digunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, realme GT Master Edition tidak menunjukkan tanda-tanda ngelag. Smartphone ini pun tidak terasa panas saat digunakan selama berjam-jam.

Skor Antutu untuk realme GT Master Edition adalah 538.943, sebuah angka yang tentu tidak mengecewakan sama sekali. Skor ini nyaris sama dengan skor Antutu “resmi” terhadap realme GT Master Edition, yaitu 536.976.

Chipset yang digunakan oleh realme GT Master Edition sudah mendukung 5G, hanya saja saya belum sempat menjajalnya karena di Yogyakarta ini bisa dibilang coverage 5G masih sangat sempit.

Baterai realme GT Master Edition

Baterai yang menghidupi realme GT Master Edition memiliki kapasitas 4300 mAh dan itu sangat cukup untuk memberi daya terhadap smartphone ini seharian, sepanjang bukan untuk bermain game terus menerus.

Saya selalu memulai hari dengan kapasitas baterai penuh, jadi saat malam saya mengisi ulang baterai hingga penuh supaya paginya siap digunakan beraktivitas. (PERHATIAN: saya tidak mengisi ulang semalaman ya, tapi isi ulang pada malam hari sampai penuh lalu charger dicabut dari listrik).

Berdasarkan pengalaman pemakaian saya, saat lebih banyak digunakan untuk browsing, media sosial, chatting, ketika malam hari hendak tidur, baterainya masih ada 30-40%, bahkan kadang masih 50% jika kebetulan hari ini tidak terlalu banyak digunakan.

Namun ketika relatif sering bermain game, biasanya saat malam kapasitas baterainya tersisa belasan persen, malah kadang-kadang belum terlalu larut sudah tinggal 10% saja.

Untungnya, teknologi SuperDart 65 Watt yang dimiliki oleh charger realme GT Master Edition membuatnya dapat diisi ulang hingga penuh hanya dalam waktu 30 menit saja.

Kamera realme GT Master Edition

Hasil foto yang diabadikan dengan realme GT Master Edition cukup bagus. Salah satu lensanya adalah lensa makro dan terus terang saya suka sekali dengan setup kamera makro ini.

Hanya saja, jujur, saya kurang puas dengan hasil makronya karena kurang tajam, tapi untuk fitur yang lain saya pikir sudah cukup memadai.

Untuk videonya, ada fitur anti shake bernama Ultra Steady, yang mengurangi shake atau getaran yang terjadi saat kita mengambil video.

Nah, berikut contoh foto yang saya ambil dengan realme GT Master Edition.

Nah, inilah review realme GT Master Edition, semoga review ini bisa memuaskan keingintahuan kamu akan realme GT Master Edition

Follow me on social media:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.