Blog

  • Smiley Plurk di Blog Ini

    (yahoo) (dance) (doh) (lmao)

    Smiley di atas adalah sebagian smiley yang bisa digunakan di blog ini. Smiley itu saya angkut dari Plurk, layanan microblogging yang lagi naik daun.

    Tadinya, hampir semua kode-kode untuk menampilkan smiley tersebut diawali dan ditutup oleh karakter titik dua (:), misalnya :rofl: untuk menampilkan smiley (rofl) . Namun akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya sama seperti di Plurk, yang dominan dituliskan dengan tanda kurung. Ini semata-mata agar yang sudah terbiasa menggunakannya di Plurk dapat pula menggunakannya di sini.

    Namun ada sebuah smiley yang nampaknya tidak dapat muncul bila dituliskan sama seperti di Plurk, yaitu smiley (mual) . Mestinya digunakan :-&, namun sepertinya memang tidak bisa karena karakter ampersand (&) merupakan salah satu operator yang digunakan oleh PHP (bahasa pemrograman yang membangun WordPress).

    Karena itu, untuk menampilkan smiley tersebut, saya mengganti kodenya dengan kode “(mual)”.

    Selamat menikmati smiley Plurk tersebut.

  • Utak-atik Booting Windows 7 Beta

    Windows 7 nampaknya merupakan produk yang cukup dinantikan. Ketika versi betanya dipublikasikan, banyak yang cukup antusias dan mencoba menginstallnya. Barangkali Anda termasuk di dalamnya.

    Karena masih Beta, tentunya kurang baik bila Windows 7 tersebut dijadikan sistem operasi utama. Solusi terbaik adalah menginstallnya secara dual boot (atau bahkan multi boot bila lebih daripada dua sistem operasi bersamaan) dengan sistem operasi yang sudah lebih mapan, misalnya Windows XP, Windows Vista, atau bahkan Linux.

    Nah, setelah prosedur instalasi selesai, Windows 7 Beta akan menempati urutan pertama pada prioritas booting alias menjadi nilai default. Padahal mungkin yang Anda inginkan menjadi nilai default booting utama adalah versi Windows sebelumnya yang masih Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari.

    Kalau sekedar mengganti nilai default sistem operasi yang akan digunakan sebagai booting, caranya tidaklah terlalu sulit. Berikut ini langkah-langkah mengganti nilai default booting tersebut:

    (more…)

  • 4K + 1E

    4K + 1E? Apaan tuh? K adalah kasih dan angka 4 menunjukkan empat jenis kasih. Keempat jenis kasih tersebut adalah Eros, Storge, Philea (sumber lain menuliskan Phileo atau Philia), dan Agape. Sedangkan E menyatakan egois.

    Eros adalah kasih yang berhubungan dengan rasa suka, nafsu, dan hal-hal yang cenderung bersifat fisik. Erotis.

    Storge adalah kasih antara sahabat.

    Philea adalah kasih antara keluarga atau kasih ibu kepada beta anaknya.

    Agape adalah kasih yang sempurna, kasih Tuhan kepada manusia. Kasih yang tidak menuntut balas.

    Perjalanan hidup manusia mestinya beranjak dari E menuju ke K.

    (more…)

  • Upgrade Ke WordPress 2.7.1 dan Ganti Theme

    Akhirnyaaaa.  Setelah sekian lama tertunda, akhirnya kesampaian juga niat saya memutakhirkan versi WordPress yang saya gunakan, dari 2.5.1 ke 2.7.1. Karena malas menggunakan cara manual, saya menggunakan fasilitas upgrade yang ada di fantastico. (blush)

    Mumpung sekalian upgrade, saya juga sekaligus mengganti theme yang saya gunakan. Yach, barangkali theme yang saya gunakan sekarang ini tidak sebagus yang lama, namun theme ini adalah buatan saya sendiri. Setidaknya lebih membanggakan, bukan? (evilsmirk)

    Theme baru ini bersifat minimalis dua kolom. Warna yang digunakan dominan biru karena saya adalah penyuka warna biru (eh, tapi saya bukan fans Chelsea loh :mrgreen: ).

    Di bagian header terdapat gambar kertas yang dijepit oleh paper clip, menggambarkan tagline blog ini: Catatan Usil Yahya Kurniawan. Lalu ada gambar kartun, yang sebelah kiri menggambarkan saya dan yang sebelah kanan menggambarkan orang yang barangkali jengkel karena keusilan catatan saya (etapi saya tidak berharap itu benar-benar terjadi :)) ).

    Plugin yang saya gunakan pada theme lama, yaitu plugin untuk mendeteksi browser serta lokasi pengunjung blog saya tidak saya gunakan lagi. Sebagai gantinya, saya memasang plugin Custom Smilies dan memasang emoticon yang ada di Plurk serta beberapa emoticon tambahan. Selain itu saya juga memasang plugin WordPress Thread Comment (thanks to Antobilang atas infonya) untuk memudahkan saya mereply komentar pengunjung.

    Theme ini telah saya coba pada beberapa browser mayor seperti Firefox, Internet Explorer, Opera, Safari, Chrome, dan dapat tampil baik pada semua browser tersebut. Bila Anda menemukan bug atau hal-hal yang aneh pada theme baru ini, mohon saya diberi tahu ya. Makasih.

  • Lenthog Kudus

    Kudus, sebuah kota kecil di belahan utara Jawa Tengah, cukup spesial bagi saya. Saya sering berkunjung ke sana karena ada banyak saudara saya yang tinggal di sana.

    Kudus bukan hanya terkenal dengan industri rokok dan penghasil atlet bulu tangkis legendaris. Kudus juga terkenal dengan ragam masakannya yang lezat. Sebut saja Soto Kudus, Nasi Pindang, Nasi Gandul, dan Sate Kerbau. Uniknya, daging yang digunakan pada masakan-masakan tersebut adalah daging Kerbau.

    Selain masakan-masakan yang sudah cukup populer tersebut, ada satu lagi masakan khas Kudus yang relatif masih kurang bergaung bila dibandingkan "saudaranya", yaitu Lenthog.

    Lenthog boleh dibilang merupakan "kawin silang" antara opor dan sayur gori (nangka muda). Isi Lenthog adalah ketupat, gori, tahu, tempe, dan berkuah yang mengandung santan. Bagi yang suka pedas, tersedia juga kuah pedasnya.

    Di Kudus, ada satu daerah yang menjadi sentra penjualan Lenthog. Ada beberapa warung sekaligus yang berjualan Lenthog dan lokasinya berderet-deret.

    Di luar Kudus, warung atau restoran yang menjual Soto dan Pindang relatif mudah dijumpai, namun hampir tidak ada yang menjual Lenthog. Dan saya sangat senang ketika tahu bahwa ternyata di Jogja ternyata ada yang menjual Lenthog, yaitu di rumah makan Omah Kudus, tepat di sebelah utara SPBU Monjali.

    Lumayan, bisa jadi "tombo kangen" (pemuas rasa rindu) tanpa harus jauh-jauh datang ke Kudus.

    Yuk, mari makan.

  • Sekilas Pandang Microsoft MultiPoint

    Di era informasi ini, rasanya pengenalan terhadap komputer adalah wajib hukumnya. Bila perlu harus dilakukan sedini mungkin. Tidak heran kalau akhir-akhir ini pengenalan komputer telah masuk ke dalam kurikulum Sekolah Dasar.

    Masalahnya, bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, komputer masih dianggap sebagai barang mewah. Sekolah-sekolah yang ada di kota besarpun belum tentu memiliki lab komputer dengan jumlah memadai. Bahkan keadaan di pelosok bisa lebih parah lagi, jangankan lab komputer, sebiji komputerpun belum tentu ada di sekolah tersebut.

    Salah satu solusi yang bisa diambil agar pengenalan komputer bisa tetap dilakukan adalah menggunakan komputer secara bergantian. Tapi bila rasio jumlah komputer dengan jumlah murid “njomplang” – ambil contoh ekstrim 1 komputer digunakan bergantian untuk 30 anak – tentunya ada kendala lain yaitu waktu. Seorang anak nantinya hanya mendapat sedikit kesempatan untuk menggunakan komputer karena harus bergantian dengan temannya.

    Bagaimana dengan sodoran solusi yang lain: 1 komputer tersebut digunakan secara “keroyokan” oleh 30 anak sekaligus? Lha apa bisa?

    (more…)

  • Di Puncak Kesibukan

    Bulan Maret ini benar-benar bulan yang sangat sibuk buat saya. Di akhir bulan Maret ini, setidaknya saya harus menyelesaikan 5 naskah untuk majalah INFO Komputer dan Tabloid PCPlus, belum lagi sebuah buku yang akan diterbitkan Elex Media.

    Padahal di pertengahan bulan Maret, ada resepsi pernikahan adik saya. Persiapannya dilakukan sejak Februari dan sebagai kakak yang baik (hehe) tentu saja saya ikut ambil bagian. Ceritanya jadi Wedding Organizer amatiran. (Tapi bisa saja ditingkatkan jadi WO Professional, jadi barangkali kalo ada yang mau menikah, boleh kok kontak saya :mrgreen: )

    Lalu apa maksudnya menceritakan itu semua? Intinya saya cuma mau minta maaf apabila ada yang mengirim email ke saya atau berkomentar di blog ini dan memerlukan tanggapan dari saya karena saking sibuknya saya sampai tidak sempat membalas email-email dan komentar-komentar tersebut.

    Jadi bila ada yang kirim email atau berkomentar di sini dan belum saya tanggapi, harap maklum dan mohon dengan sangat jangan menganggap saya sombong. Saya ini rendah hati dan gemar menabung kok :mrgreen: .

    Mudah-mudahan memasuki April nanti kesibukan saya sedikit mereda sehingga bisa menjawab email dan komentar yang masuk tersebut.

    Udah ya, masih mau ngelanjutin nulis nih. Ciao.

  • What Is The Opposite Of “Love”?

    Do you think that the opposite of "love" is "hate"? I don’t think so.

    If you love someone, you’ll think about her/him. And if you hate someone, you’ll definitely think about her/him too. So, there is one thing that love and hate have in common. Therefore love and hate is not a contradictory.

    According to Elie Wiesel, the opposite of love is not hate, it’s indifference. And I agree with him.

    Do you agree?

     

    Catatan:

    Maaf bukan sok gaya saya menulis dalam Bahasa Inggris. Saya ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris saya dan saya pikir cara yang tepat adalah dengan banyak menulis dalam Bahasa Inggris.

    Mohon maaf bila masih belepotan Bahasa Inggrisnya :mrgreen:

  • Selamat Ultah, Chika dan Sharon

    Meskipun namanya telah malang melintang di dunia blogosphere Indonesia dan Thailand, serta terkenal sebagai ratu kopdar, namun baru sekali saya jumpa dengan Chika, yaitu pada perhelatan Pesta Blogger 2008 yang lalu.

    Pada pertemuan singkat itu, saya cuma sempat kenalan saja dan ngobrol sedikit. Orangnya memang asyik sih, ndak heran kalo temennya banyak dan selalu jadi sasaran dikerjain :ngacir:  (ups sori, aku lupa kalo chika benci emoticon ini).

    Dan ternyata, hari ini dia Ultah. Selamat ultah, ya Chika. Menurut hoax kamu ultah yang ke 29 khan? Ah, tetapi wanita selalu tidak mau mengakui umurnya.

    Selamat ulang tahun juga buat Alderina Gracia a.k.a Sharon, teman yang saya kenal melalui Plurk.

    Uniknya, ternyata genap setahun pula anak-anak CahAndong mengadakan kumpul-kumpul di titik nol Jogja alias Juminten.

    BTW, katanya Marcella Zalianty ultah juga ya hari ini?

    OK deh, selamat ultah buat semua, semoga sukses dan berhasil meraih apa yang dicita-citakan.

  • Relatif atau Absolut?

    Saat melihat berita di TV atau membaca media cetak dan elektronik yang menyuguhkan berita seputar banjir, seringkali ketinggian air disebutkan atau dituliskan dalam bentuk relatif, misalnya “ketinggian air telah mencapai lutut orang dewasa”.

    Masalahnya, seberapakah tinggi orang dewasa itu? 150 cm? 160 cm? Atau bahkan 180 cm?

    Karena sifatnya memberikan informasi kepada pemirsa/pembaca agar mereka bisa membayangkan atau memperkirakan ketinggian air, penulisan dengan model relatif seperti itu tentu tidak salah dan tidak “berbahaya”. Pemirsa/pembaca yang dewasa umumnya akan membandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri.

    Padahal sebenarnya, kalau dituliskan secara absolut, misalnya ketinggian air telah mencapai 40 cm, saya kira pemirsa/pembaca juga bisalah membayangkan kalau ketinggian segitu itu kira-kira sama dengan tinggi lututnya.

    (more…)