Apa yang Anda harapkan saat mengadakan makan bersama keluarga di luar rumah, apalagi di lokasi wisata? Tentunya suasana yang cozy, menyenangkan.
Kemarin tepat pada hari Valentine, saya dan keluarga sengaja makan di daerah wisata Kaliurang. Bukan merayakan Valentinenya sih, kebetulan saja istri saya ada acara di daerah Pakem, jadi saat menjemput dia, kami sekeluarga sekalian aja ke Kaliurang.
Di Kaliurang, kami makan sate kelinci. Setelah memesan makanan dan minuman, tiba-tiba datang orang yang memperkenalkan diri dan minta waktu untuk menjelaskan suatu produk. Belum diijinkan, dia sudah langsung memaparkan produknya. Ketika saya bilang tidak tertarik MLM, dia bilang "Ini lain Pak" dan kembali ngomong panjang lebar. Perasaan semua MLM ya bilang lain.
Saya sengaja diam saja dan membiarkan dia ngomong panjang lebar. Nanti pas saat yang tepat akan saya usir. Dan untunglah tidak lama kemudian satenya datang dan saya bilang "Maaf Pak, saya mau makan dulu. Saya tidak tertarik". Dan pergilah dia setelah basa-basi pamit.
Eh, gak sampe satu menit, datang lagi orang lain. Kayaknya ini upline orang yang tadi. Dia tanya bagaimana sikap orang tadi, apakah sudah cukup sopan, apakah sudah cukup jelas dalam memaparkan produknya, apakah mampu membangkitkan minat, dan sebagainya. Kali ini dengan tegas saya katakan, "Maaf Pak, saya mau makan!"
Begitulah wajah MLM di Indonesia. Bahkan bisa jadi di berbagai negara lain juga begitu. Pantas banyak yang antipati.
Saya sendiri tidak tertarik dengan MLM. Bagi saya MLM itu tidak masuk akal. Tidak perlu lagi kiranya saya bahas panjang lebar di sini, Anda Googling saja, pasti bakal banyak Anda temukan sisi gelap MLM.

).