Blog

  • Kado ‘tuk Fany dan Yudis

    Selalu menyenangkan hadir di sebuah pesta pernikahan. Apalagi kalo yang menikah itu teman baik.

    Begitu pula yang saya rasakan saat hadir di pernikahan Fany & Yudis. Apalagi di sana saya bertemu dengan begitu banyak blogger lain, suasananya jadi kayak Pesta Blogger.

    Perkenalan saya dengan Fany & Yudis sebenarnya belum lama.

    Saya pertama kali bertemu dengan Fany di Juminten – kopdar rutin CahAndong – tanggal 21 Maret 2008. Kalau saya tidak salah ingat sih itu juga pertama kalinya saya datang di Juminten. Hayo Yudis, dirimu ingat gak kapan pertama kali ketemu Fany (bukan kapan jadian lho ya). (hassle)

    Kesan pertama saya terhadap Fany adalah cantik dan anteng. (Bahasa Indonesianya anteng apa yaaa?) (doh) Dan kayaknya kesan pertama itu gak berubah sampai sekarang. Tapi walaupun anteng, kalo diajak ngobrol asyik dan nyambung juga. Eh, Fany itu penulis buku juga lho kayak saya B-)

    Saya tahu kalau Fany jadian sama Yudis melalui posting ini. Saya jadi penasaran seperti apa cowo yang beruntung mendapatkan Fany.

    (more…)

  • Curhat Asmara Pasangan Blogger

    Ngeblog buat cari duit? Ah, perasaan dah terlalu banyak seminar dan talk show beginian.

    Ngeblog buat cari asmara? Nah ini baru beda.

    Pingin tau? Datang ya di acara ini.

    Rugi deh kalo sampai gak datang.

  • Pada Siapa Ku Harus Mengadu?

    Beberapa hari belakangan ini blogosphere Indonesia menghangat. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah kasus Prita Mulyasari, ibu rumah tangga yang ditahan karena keluhannya terhadap layanan Rumah Sakit Omni dianggap mencemarkan nama baik RS tersebut.

    Bukan wewenang saya untuk melakukan judgement siapa yang benar maupun yang salah dalam peristiwa itu, namun kasus Prita ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah dalam relasi antara produsen (baik barang maupun jasa) dengan konsumen.

    Produsen barang maupun pemberi jasa, termasuk rentetannya seperti supplier dan toko, nampaknya memang di atas angin. Contoh mudah saja, di setiap nota penjualan, hampir selalu tercantum “Barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar/dikembalikan”.

    Di sisi sebaliknya, tatkala konsumen merasa dirugikan, nampaknya seperti sudah tidak ada harapan lagi. Pada siapa ku harus mengadu? (unsure)

    (more…)

  • Buku Baru: Punya Domain Sendiri Itu Gampang

    Anda ingin punya web (atau yang sekarang populer dengan blog)? Atau Anda sudah punya web/blog namun masih “menumpang” pada nama domain pihak lain?

    Pernahkah Anda berangan-angan suatu ketika nanti memiliki web/blog dengan domain sendiri seperti namasaya.com? Tentu saja teks “namasaya” diganti dengan nama Anda sendiri.

    Kalau jawaban pertanyaan di atas adalah “Ya”, maka buku ini tepat menjadi koleksi perpustakaan Anda!

    Di buku ini dibahas bagaimana lika-liku untuk mendapatkan sebuah nama domain, termasuk bagaimana membangun aplikasi di atasnya – blog misalnya. Dan ternyata semua itu bisa dilakukan dengan mudah.

    Anda terbentur masalah biaya? Jangan khawatir, di buku ini juga dibahas tip untuk mendapatkan nama domain gratis tanpa menumpang pada domain pihak lain.

    Jadi tunggu apa lagi? Segera masukkan buku ini ke keranjang belanja Anda sebelum nama domain yang Anda incar didaftarkan oleh orang lain!

  • Spanduk … oh Spanduk

    Gambar di atas adalah sebuah spanduk yang terpasang di salah satu perempatan Ring Road barat, Yogyakarta.

    Saya jadi bertanya-tanya siapa sih yang bikin spanduk itu? Apa sebenarnya maksud kalimat “Saudara belum menerima SPPT PBB 200”?

    Itu kalimat tanya, kalimat perintah, pemberitahuan, atau apa sih sebenarnya? (annoyed)

    Bagaimana menurut Anda?

  • Watchmen

    Setelah sekian lama saya tidak menyalurkan hobi saya yang satu ini (bahkan saya sampai lupa film terakhir yang saya tonton), akhirnya saya kesampaian juga nonton lagi. Juga kesampaian “mencicipi” XXI Jogja. Dan film yang saya pilih adalah Watchmen.

    Walaupun bertema superhero, Watchmen jelas bukan konsumsi anak-anak. Amat sangat disayangkan ketika saya nonton, ada beberapa orang anak yang juga nonton. (doh) Hai para orang tua, cari info dulu dong sebelum mengajak anak-anaknya nonton sebuah film. Di situs 21 Cineplex jelas-jelas tertulis kalau fim Watchmen adalah film untuk dewasa. Buat pengelola XXI, mestinya juga berani tegas untuk menolak anak-anak masuk ke dalam teater yang memutar film dewasa.

    Mengapa Watchmen bukan konsumsi anak-anak? Berikut sedikit review dari saya. Bagi yang belum nonton tapi sudah kebelet nonton, sebaiknya sih jangan membaca lanjutan tulisan ini walaupun saya berusaha untuk tidak membocorkan jalan cerita. (evilsmirk)

    (more…)

  • Soft Launching Toko Linux Yahya Kurniawan

    Tanggal 2 Mei 2009 kemarin, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan sebuah tanggal yang istimewa dalam kehidupan saya (bukan, bukan ulang tahun saya (evil_grin) ), saya membuka sebuah usaha baru, menjual CD/DVD Linux dan software legal lainnya. Toko itu beralamat di http://linux.yahyakurniawan.net.

    Saya akui toko itu masih belum ada “isi” nya. Interfacenya masih berupa blog biasa (menggunakan engine WordPress). Koleksinya masih sangat minim. Tapi ini baru langkah awal.

    Saya setuju dengan ungkapan bahwa perjalan sejauh apapun dimulai dengan satu langkah kecil. Dan itulah yang saya lakukan saat ini. Kalau saya hanya meributkan soal membangun aplikasi toko online dan melengkapi koleksi ISO Linux, barangkali saat ini saya belum mengambil langkah apapun.

    Ke depannya nanti, saya akan mengisi toko Linux tersebut dengan koleksi distro yang lebih lengkap dan barangkali juga merchandise serta buku bertema TI. Tampilannya tentu saja juga akan saya desain ulang menjadi toko online yang “sungguhan”, lengkap dengan shopping cartnya. Semoga itu bakal terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. (scenic)

    Ada rekan yang bertanya, kenapa mesti buka usaha “sampingan”? Apa royalti sebagai penulis kurang? (evilsmirk)

    (more…)

  • Dilarang Pake Sendal

    Sudah jamak rasanya kalau ada pengumuman di sebuah kampus “Dilarang menggunakan sendal dan kaos oblong di area kampus”. Ada juga yang sedikit memberi nuansa humor dengan menuliskan “Mahasiswi dilarang memakai baju adiknya”. (rofl)

    Suatu ketika, saya mengajak anak saya yang saat itu masih duduk di TK Besar menjemput mamanya di kampus. Sambil menunggu istri saya keluar, saya dan anak saya ngobrol di dalam mobil. Banyak pohon besar di areal parkir kampus itu, jadi hawanya cukup sejuk sehingga duduk di mobilpun tidak terasa gerah.

    Karena saat itu anak saya sudah mulai lancar membaca, maka dengan bersemangat setiap benda yang ada tulisannya dia baca. Termasuk pengumuman dilarang menggunakan sendal itu tadi.

    Karena bosan, akhirnya anak saya mengajak untuk masuk. Tapi sebelum masuk dia bilang, “Pa, sendalnya aku copot dulu ya”. Saya agak keheranan, “Kenapa?”

    (more…)

  • Smiley Plurk di Blog Ini

    (yahoo) (dance) (doh) (lmao)

    Smiley di atas adalah sebagian smiley yang bisa digunakan di blog ini. Smiley itu saya angkut dari Plurk, layanan microblogging yang lagi naik daun.

    Tadinya, hampir semua kode-kode untuk menampilkan smiley tersebut diawali dan ditutup oleh karakter titik dua (:), misalnya :rofl: untuk menampilkan smiley (rofl) . Namun akhirnya saya memutuskan untuk menggantinya sama seperti di Plurk, yang dominan dituliskan dengan tanda kurung. Ini semata-mata agar yang sudah terbiasa menggunakannya di Plurk dapat pula menggunakannya di sini.

    Namun ada sebuah smiley yang nampaknya tidak dapat muncul bila dituliskan sama seperti di Plurk, yaitu smiley (mual) . Mestinya digunakan :-&, namun sepertinya memang tidak bisa karena karakter ampersand (&) merupakan salah satu operator yang digunakan oleh PHP (bahasa pemrograman yang membangun WordPress).

    Karena itu, untuk menampilkan smiley tersebut, saya mengganti kodenya dengan kode “(mual)”.

    Selamat menikmati smiley Plurk tersebut.

  • Utak-atik Booting Windows 7 Beta

    Windows 7 nampaknya merupakan produk yang cukup dinantikan. Ketika versi betanya dipublikasikan, banyak yang cukup antusias dan mencoba menginstallnya. Barangkali Anda termasuk di dalamnya.

    Karena masih Beta, tentunya kurang baik bila Windows 7 tersebut dijadikan sistem operasi utama. Solusi terbaik adalah menginstallnya secara dual boot (atau bahkan multi boot bila lebih daripada dua sistem operasi bersamaan) dengan sistem operasi yang sudah lebih mapan, misalnya Windows XP, Windows Vista, atau bahkan Linux.

    Nah, setelah prosedur instalasi selesai, Windows 7 Beta akan menempati urutan pertama pada prioritas booting alias menjadi nilai default. Padahal mungkin yang Anda inginkan menjadi nilai default booting utama adalah versi Windows sebelumnya yang masih Anda gunakan untuk keperluan sehari-hari.

    Kalau sekedar mengganti nilai default sistem operasi yang akan digunakan sebagai booting, caranya tidaklah terlalu sulit. Berikut ini langkah-langkah mengganti nilai default booting tersebut:

    (more…)