Blog

  • Kaos Kaki

    Sekedar iseng main tebak-tebakan. Tidak ada hadiahnya :mrgreen:

    Pak Wicak adalah seorang kolektor kaos kaki. Begitu demennya dia sama kaos kaki, sehingga dia memiliki 50 helai (25 pasang) kaos kaki berwarna hitam polos dan 50 helai (25 pasang) kaos kaki warna biru gelap polos.

    Suatu ketika, Pak Wicak akan pergi ke luar kota selama 1 hari untuk keperluan pekerjaan. Tengah malam menjelang berangkat esoknya, dia baru ingat bahwa dia belum membawa kaos kaki di kopernya. Dia bangun dan membuka laci tempat dia menyimpan 100 helai kaos kakinya.

    Nah, karena tidak ingin membuat istrinya terbangun, Pak Wicak tidak menyalakan lampu. Di tengah suasana remang-remang itu tentu sulit membedakan warna hitam dan biru gelap.

    Berapa helai kaos kaki harus diambil oleh Pak Wicak agar dia bisa mendapat kombinasi 1 pasang kaos kaki berwarna sama?

  • Fedora 11

    Tidak seperti biasanya, kali ini saya relatif agak terlambat menginstall Fedora 11 di komputer saya. Yach, maklumlah, dead line penulisan buku Having Fun With Plurk serta Trik Unik PowerPoint 2007 cukup membuat saya kelabakan hingga tidak sempat mencoba-coba hal lain.

    Akhirnya kemarin (24 Agustus 2009) kesampaian juga niat saya menginstall Fedora 11. Dan seperti biasa, kesan pertama adalah dahsyaaat. Fedora 11 kweeereeeen dan selalu membuat saya tidak ingin berpaling ke distro Linux lain.

    (Lha kok pake Ubuntu juga? Yach, itu mah karena tuntutan pekerjaan) (hassle)

    Buat saya, Fedora selalu berhasil menjaga keseimbangan antara keindahan desktop dan ketangguhan server.

    (more…)

  • Dikerjain Ubuntu 9.04

    Sekalipun Ubuntu 9.04 sudah lama “terbit”, baru dua hari yang lalu saya berkesempatan menginstallnya di PC saya.

    Seperti biasa, informasi booting ke Ubuntu saya “sematkan” pada GRUB milik Fedora (di PC saya sudah ada Fedora, Windows XP,  dan Windows 7). Biasanya hanya dengan menyalin entry dari /boot/grub/menu.lst milik Ubuntu ke /boot/grub/grub.conf milik Fedora, semua beres.

    Tapi ternyata kemarin tidak.

    (more…)

  • Buku Baru: Having Fun With Plurk

    Buku terbaru saya, ayo ayo dibeli (dance)

    Berikut sinopsisnya:

    Plurk adalah jejaring sosial dan layanan micro-blogging yang mengijinkan penggunanya untuk menampilkan update berupa pesan singkat. Pesan singkat itu sendiri disebut dengan plurk juga.

    Pesan-pesan tersebut ditampilkan pada sebuah timeline sehingga dalam satu jangka waktu tertentu Anda bisa membaca banyak pesan dari teman Anda (termasuk pesan Anda sendiri tentunya) dan sekaligus saling memberikan respon pada pesan-pesan tersebut.

    Dengan model yang sangat interaktif, Plurk seolah menawarkan solusi agar Anda bisa tetap gaul meskipun waktu Anda banyak tersita di dunia maya. Versi mobile-nya pun tersedia, sehingga Anda tetap bisa update sembari bepergian.

    Buku ini akan mengupas tuntas apa itu Plurk dan bagaimana cara menggunakannya. Namun kunci apakah Plurk akan menjadi menarik atau tidak, semua ada di tangan Anda. Karena nge-plurk tidak semata permasalahan teknis penggunaannya saja, namun juga tentang bagaimana Anda membawa diri di dunia pergaulan Plurk.

    Are you ready to plurk? Beli dan baca buku ini hingga tuntas, niscaya Anda akan jadi seorang Plurker sejati.

    Perhatikan juga bahwa buku ini ditulis oleh Yahya Kurniawan, S.T., seorang Plurker dengan Karma 100. Jadi tentunya buku ini memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki oleh buku lain dengan tema sejenis.

    Oh ya, di buku ini ada beberapa testimonial dari artis seleb blog yang juga ngetop di Plurk, sebut saja Ndoro Kakung, Chic, Chika (Jakarta, bukan Bandung), Nona Dita, Pak Dhe Mbilung, Pitra, serta anak-anak CahAndong yang gemblung manis itu. Penasaran seperti apa testimonial mereka? Segera beli buku ini yaaaa (yahoo)

  • G.I. Joe: The Rise Of Cobra

    Tulisan ini Halal, tidak mengandung spoiler! :p

    Jujur saja saya bukanlah penggemar G.I. Joe. Baca komiknya saja belum pernah! (taser) Saya kepingin nonton filmnya karena melihat trailernya.

    Karena belum baca komiknya sama sekali, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah adaptasi film ini terhadap komiknya berhasil atau tidak. Barangkali tulisan Pitra bisa membantu. (Waspadalah karena tulisan Pitra banyak spoilernya) (taser)

    Dari segi jalan cerita, alurnya cukup mudah dipahami. Pendalaman terhadap karakter tokoh dilakukan dengan model flashback. Pendalaman watak dan karakter tokoh-tokoh dalam film ini berhasil dengan baik, saya yang belum pernah baca komiknya pun serasa jadi “kenal baik” dengan para tokoh itu.

    Konflik yang diangkat dalam film ini juga lumayan dan ada cukup banyak kejutan-kejutan. Endingnya juga relatif tidak mengikuti pola umum film action hero, walaupun saya bisa menebaknya. B-) Biasa, nanti pasti ada penjelasan di sequelnya.

    Karena sama-sama mengandalkan special effect sebagai jualan, boleh dong kalau film ini saya bandingkan dengan Transformer 2. Buat saya, G.I. Joe lebih bagus daripada Transformer 2. Alur cerita barangkali hampir sama datarnya sekaligus special effect yang setara ciamiknya, namun G.I. Joe lebih berhasil membangun konflik dan karakter tokoh-tokohnya.

    Setidaknya saya sepakat dengan Choro soal ini. Etapi awas, tulisan Choro juga banyak spoilernya. (idiot)

    Cuma sayangnya penonton yang bareng-bareng saya nonton film ini nampaknya kurang memiliki sense of humor karena beberapa dialog lucu tidak juga berhasil memancing tawa mereka. Saya jadi gak enak mau ketawa sendiri. (doh)

  • Posting Dengan Bee

    Test posting menggunakan Bee. Bee adalah blog editor yang mendukung WordPress dan Flickr. Aplikasi ini berlisensi free. Untuk menjalankan Bee, Anda membutuhkan Adobe AIR.

    Apa itu Adobe AIR?

    Gampangnya, Adobe AIR adalah teknologi cross-platform runtime system yang memungkinkan suatu aplikasi web untuk dijalankan di desktop. Dalam bahasa yang sedikit lebih rumit, Adobe AIR memungkinkan para pengembang perangkat lunak untuk mengembangkan dan menjalankan RIA (Rich Internet Application) layaknya aplikasi desktop, tanpa harus menggunakan browser.

    Dengan menggunakan Adobe AIR, aplikasi yang dikembangkan mampu mengakses data di komputer lokal layaknya aplikasi desktop biasa, namun aplikasi tersebut juga mampu dikembangkan menggunakan bahasa-bahasa yang selama ini akrab dengan dunia internet seperti HTML, CSS, JavaScript/AJAX, dan lain-lain.

  • Medan dan Buku Baru

    Tanggal 23-29 Juli 2009 lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi tanah Batak, dalam rangka acara adat pernikahan adik istri saya.

    Tidak ada penerbangan yang langsung ke Medan dari Jogja, jadi seperti biasa lah, mesti transit dulu di Jakarta. Yang menyenangkan, saya berkesempatan “mencicipi” jenis pesawat baru, Airbus 320. Pulangnya ke Jogja juga dapat pesawat yang lumayan baru, Boeing 737-900ER. Kalau yang ini saya sudah pernah naik sebelumnya, pas perjalanan ke Palembang. B-)

    Pesta adat dilangsungkan di desa Sungai Buaya, Deli Serdang, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Medan. Sungguh menyenangkan berada di tengah-tengah suasana pesta adat suku lain, saya jadi bisa makin mengenal kekayaan budaya Indonesia. Saya bahkan ikut arak-arakan pengantin dari Gereja menuju ke lokasi resepsi. Unik juga. :mrgreen:

    Soal Sungai Buaya, saya sempat bertanya sama ipar-ipar baru saya itu, kenapa dinamakan demikian. Dan tiga orang yang saya tanyai memberikan tiga jawaban yang berbeda. (doh) (taser)

    (more…)

  • KISS

    Errr, maaf, ini bukan posting soal cium-ciuman. (K) Juga bukan soal grup band KISS. (rock) KISS yang ini adalah singkatan dari Keep It Simple Stupid.

    KISS adalah sebuah cara berpikir untuk mencari solusi sesederhana mungkin, bahkan bila perlu nampak bodoh. Seringkali justru solusi bodoh tersebut merupakan solusi yang tepat.

    Anda barangkali sudah pernah mendengar cerita lama soal astronot AS yang kebingungan saat hendak menulis di ruang hampa. Karena tidak ada gravitasi, tinta ballpoint tidak bisa turun, akibatnya acara menulis yang di bumi merupakan hal yang sangat biasa, di ruang angkasa jadi problem serius.

    (more…)

  • Ice Age 3: Dawn of The Dinosaur

    Anda aman untuk terus membaca tulisan ini karena tidak ada spoiler di sini. Bagaimanapun toh formula film kartun seperti ini sama saja dari masa ke masa, sarat dengan nilai cinta, kepercayaan, dan persahabatan.   (girlkiss) (cozy) (heartbeat)

    Yang jelas, unsur kejutan di film ini lebih banyak dibandingkan dengan Ice Age 1 dan 2. Dan soal mengocok perut, saya sarankan jangan terlalu lapar atau terlalu kenyang saat nonton film ini, karena dijamin perut Anda akan “berantakan” akibat terlalu sering tertawa.   (lmao) (rofl)

    Soal timeline yang gak cocok dengan bukti sejarah (bagaimana mungkin dinosaurus masih hidup di zaman es?), ah … tak usahlah dirisaukan. Ingat, ini film kartun, binatang saja bisa bicara, apa lagi yang bisa diharapkan?  (hassle)

    Nah, kalau Anda termasuk yang kecewa dengan Transformers 2, nampaknya film ini bisa dijadikan obat penawar hati yang remuk. *halah*  (idiot)

  • Transformer 2: Revenge of The Fallen

    [WARNING] Tulisan ini penuh dengan spoiler, bagi yang punya keinginan nonton dan belum kesampaian, sebaiknya jangan membaca lanjutannya.   (hassle)   (evil_grin)

    (more…)