Del Piero, The Right Man In The Wrong Place

Saya sudah kadung berjanji akan menulis soal Del Piero. Janji harus ditepati. Nah, inilah cerita tentang Del Piero.

Del Piero adalah pemain terbaik dunia, jauh melebihi Maradona atau Pele sekalipun. Tidak percaya? Mana buktinya? Buktinya adalah, ketika dia bermain sedikit buruk, semua orang mencacinya sedemikian rupa, seolah kegagalan tim ada di pundaknya seorang. Tapi ketika dia bermain baik, tak satupun pujian diberikan kepadanya. Sudah sewajarnya Del Piero bermain seperti itu.

Ketika Cassano atau Di Natale berada di tempatnya, walau bermain dengan kualitas yang sama, seluruh dunia berkata “ah, inilah bintang Italia”, tapi kalau Del Piero yang ada di situ, nilai 4 diberikan kepadanya.

(more…)

Yang Tersisa Dari Italia vs Spanyol

Stadion Ernst Happel di Wina, Austria sudah sepi. Lampu-lampunya telah dipadamkan, kursi-kursi kosong, gemuruh atmosfer pertandingan telah lenyap. Barangkali saat ini yang ada di sana hanyalah cleaning service, para pemelihara rumput stadion, dan petugas keamanan. Suasana yang kontras dengan apa yang terjadi semalam (dini hari WIB).

Saat itu berlangsung pertandingan perempat final terakhir antara Spanyol melawan Italia. Walaupun jalannya pertandingan sangat jauh dari kata menarik, namun gemuruh semangat di kubu kedua pendukung sangat terasa memenuhi stadion.

Dan ketika sepakan penalti Cesc Fabregas tidak mampu dihalau oleh Gianluigi Buffon, kembali suasana kontras nampak.

(more…)

Belanda, Raja Tanpa Mahkota

Belanda adalah salah satu negara Eropa yang memiliki tradisi sepakbola yang cukup kuat. Tim yang memiliki seragam berwarna Oranje tersebut jarang absen di berbagai kejuaraan sepakbola level tertinggi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

Pada debut mereka di putaran final Piala Dunia 1974, Belanda berhasil mencelikkan mata para pengamat sepakbola dengan pola bermain “Total Football” yang mereka usung. Di turnamen ini pulalah lahir maestro ulung bernama Johan Cruyff.

Di fase penyisihan grup pertama mereka mencetak dua kali kemenangan dan sekali seri dengan perbandingan gol 6-1. Di fase penyisihan grup kedua mereka makin menggila dengan mencetak tiga kemenangan, membukukan 8 gol tanpa kebobolan satupun. Kegemilangan inilah yang mengantar mereka menuju ke final bertemu dengan sang tuan rumah, Jerman Barat.

(more…)

Prediksi Perempat Final

Akhirnya kedelapan kontestan perempat final lengkap sudah. Mereka adalah (urut dari grup A ke D) Portugal, Turki, Kroasia, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol, Rusia. Seperti janji saya sebelumnya, saya akan mencoba melakukan prediksi lagi.

Sebelumnya saya akan membeberkan tingkat akurasi prediksi saya yang lalu:

  • Spanyol dan Portugal juara grup –> betul.
  • Jerman, Kroasia, dan Italia lolos tapi posisinya di klasemen salah.
  • Ceko, Yunani, dan Perancis tidak lolos.

Jadi, lima dari delapan tebakan saya benar, walaupun ada yang posisi klasemennya berbeda. Lumayan khan? :mrgreen:

(more…)

Italia Tertawa, Perancis Menangis

Semalam (atau dini hari tepatnya) saya bangun telat. Padahal ada dua agenda penting yang harus saya lakukan. Yang paling penting tentunya adalah nonton siaran langsung Italia vs Perancis pada lanjutan Piala Eropa 2008. Untung saja pertandingan baru berjalan sekitar 18 menit dan belum ada gol tercipta. Yang satu lagi adalah mendownload Firefox 3.0.

Saya nonton tanpa perasaan tegang sedikitpun, sebab saya sudah punya firasat kalau Italia bakal tersingkir. Ketika akhirnya Toni diganjal di kotak penalti dan Italia mendapatkan hadiah penalti, saya juga tidak bersorak. Malah saya merasa kalau kali ini wasit sedikit menguntungkan Italia sebagai “kompensasi” karena Italia telah dirugikan wasit di dua pertandingan sebelumnya.

(more…)