Blog

  • Cara Cepat Shutdown Windows 8

    Satu hal yang kurang menyenangkan saat menggunakan Windows 8 adalah saat melakukan shutdown. Yang pertama adalah karena kita harus berpisah sementara dengan Windows 8 *lebay ah  (kepruk) * dan yang kedua adalah karena langkah untuk melakukan shutdown tidak praktis. Bagaimana tidak, kita mesti membuka Charm Bar dulu, klik ikon Settings, lalu klik ikon Power, lalu pilih item Shutdown.

    Ingin melakukan shutdown dengan lebih cepat? Gampang sih, coba ikuti trik berikut:

    1. Klik-kanan ruang kosong di desktop (ingat ya, desktop, bukan Start Page).
    2. Pada menu yang muncul pilih New > Shortcut.
    3. Pada kotak teks tersedia ketikkan “shutdown /s /t 30” untuk melakukan shutdown dengan delay 30 detik atau “shutdown /s /f” untuk melakukan shutdown seketika. (tentu tanda kutip tidak perlu dituliskan).
    4. Klik Next.
    5. Berilah nama untuk ikon tadi, paling mudah ya tentu saja pake nama “Shutdown”.
    6. Klik Finish.

    Nah, shortcut Shutdown tadi bisa digunakan untuk melakukan shutdown dengan cepat.

    Supaya lebih “cantik”, ikon standar shortcut Shutdown tersebut bisa diganti. Caranya adalah dengan melakukan klik-kanan pada ikon tersebut dan pilih Properties. Pada tab Shortcut, klik tombol Change Icon dan gantilah ikon dengan ikon yang Anda suka. Beberapa ikon shutdown yang cantik bisa diperoleh di sini.

    Terakhir, klik-kanan lagi pada ikon Shortcut tersebut dan pilih Pin to Taskbar supaya bisa diakses dari Taskbar. Bila perlu, boleh di-pin pula di halaman Start.

    Nah, itulah cara cepat shutdown Windows 8.

  • Trik Halaman Start Windows 8 Untuk Pengguna PC

    Windows 8 memiliki antarmuka dirancang untuk bersahabat dengan tablet atau notebook yang memiliki layar sentuh. Namun bila Anda pengguna komputer yang tidak memiliki layar sentuh, tak perlu berkecil hati karena Windows 8 tetap nyaman dioperasikan menggunakan mouse dan keyboard. Windows 8

    Berikut beberapa trik penggunaan mouse dan keyboard yang bisa diterapkan pada halaman Start Windows 8

    (more…)

  • Saling Follow

    Beberapa hari lalu seorang teman bertanya-tanya “Hmm, si X sudah gak follow si Y di Twitter, apakah mereka putus?”. Lalu saya menyambar “Lha wong saya sama @TanteYahya saja gak saling follow kok”.   (hassle)

    Ya mungkin banyak yang heran juga, mengapa saya dan istri saya tidak saling follow. Sebenarnya alasannya relatif sepele sih: supaya lebih banyak lagi bahan ngobrol. Kok bisa?

    Ya bisa saja. Kalau isi timeline saya dan istri saya beda maka saya bisa cerita tentang hal-hal lucu yang ada di time line saya, demikian pula sebaliknya. Memang sih kalau saling follow tidak semerta-merta isi timeline sama tapi tentunya potensi untuk itu lebih besar.

    Biarlah saya dengan segala keusilan saya mewujud sebagai @OomYahya di twitter dan istri saya punya dunianya sendiri, saling follow dengan alumni dan mahasiswa Farmasi Universitas Sanata Dharma.

    Apalagi sebagai selebtwit, saya punya rahasia jabatan yang tidak boleh dibocorkan kepada siapa-siapa, termasuk istri. #eh

     

  • Mengganti Default Icon Suatu File di Windows 7

    Mengganti ikon sebuah jenis file pada sistem operasi Windows XP merupakan perkara yang gampang. Namun justru menjadi sebuah persoalan pelik di Windows 7. Mengapa? Ya karena memang tidak tersedia fitur untuk menyuntingnya. Barangkali kalau mau mengutak-atik registry, saya pikir bisa dilakukan. Tapi penyuntingan registry sebisa mungkin akan saya letakkan pada posisi terakhir, kalau memang cara yang lain sudah benar-benar tidak ada.

    Nah, untunglah untuk soal penggantian ikon default ini, tersedia sebuah peranti lunak yang bisa digunakan untuk menyuntingnya tanpa harus melalui registry. Namanya adalah FileTypesMan. Bagaimana cara penggunaannya?

    (more…)

  • Laporan Euro 2012: Spanyol Yang Terbaik

    Tuntas sudah gelaran Euro 2012. Spanyol adalah yang terbaik dengan mengalahkan Italia 4-0.

    Sungguh antiklimaks buat Italia. Awalnya mereka tidak tampil buruk dan tidak keder menghadapi Spanyol. Bahkan ketika ketinggalan 1-0, Italia juga masih melawan. Namun sayangnya lini belakang Italia tampil buruk. Koordinasi mereka kurang baik. Tambahan lagi, Chiellini cedera.

    Ini tentu secara psikologis lebih “memukul” pemain Italia ketimbang bila Chiellini sudah cedera sebelum bertanding dan tidak ambil bagian sama sekali. Barangkali mudahnya Fabregas menembus Chiellini pada proses terciptanya gol pertama adalah karena Chiellini sudah mulai tidak fit. (Barangkali loh).

    Gol kedua Spanyol tercipta dari sisi kanan, sisi pertahanan yang ditempati Abate. Entah kenapa Prandelli memilih Abate ketimbang Balzaretti yang jelas tampil bagus saat melawan Jerman. Apa karena dia penyebab penalti Jerman dan dihukum? Entahlah.

    Gol kedua inilah yang rasanya meruntuhkan mental Italia. Apalagi di menit 60, Thiago Motta harus keluar karena cedera, padahal Italia sudah menggunakan 3 pemain cadangan. Ketinggalan 2-0, harus bermain 10 orang pula. Habis sudah. Gol tambahan Spanyol tinggal menunggu waktu saja. Dan benar saja, 2 gol lagi terjadi. Andai saja Italia tetap bermain 11 orang, mungkin setidaknya masih bisa memberi perlawanan, setidaknya mungkin skor akan 2-1 atau 3-1, tidak 4-0 seperti semalam.

    Sepertinya memang puncak permainan Italia ada saat melawan Jerman. Puja dan puji terhadap mereka seolah membuat mereka sudah “juara”. Namun di luar itu, memang Spanyol tampil luar biasa dan layak menjadi juara Eropa dua kali berturut-turut, bahkan diselipi dengan Juara Dunia. Selamat, Spanyol.

  • Laporan Euro 2012: Italia Sungguh Tak Terduga

    Saya terpaksa harus mengakui dua “kesalahan” saya. Yang pertama, saya meramalkan Jerman bakal muncul jadi juara Euro 2012 ini. Empat tim yang masuk semifinal sudah cocok sebenarnya dengan prakiraan saya, yaitu Portugal vs Spanyol dan Jerman vs Italia. Namun tebakan saya tentang siapa yang lolos ke final cuma benar satu, yaitu Spanyol. Jerman yang saya unggulkan menang lawan Italia ternyata harus menyerah 2-1.

    Sebagai penggemar Juventus, mengapa mengunggulkan Jerman? Sungguh, sebenarnya hati saya buat Italia karena ada banyak pemain Juve di sana. Tetapi logika otak saya mengatakan skuad Jerman lebih keren, lebih komplit, dan lebih “berhak” berada di final. Tapi ternyata banyaknya pemain Juventus benar-benar membawa karakter Lo Spirito Juve di tubuh Italia.

    (more…)

  • Laporan Euro 2012: Kutukan Adu Penalti Inggris

    Bosan, itulah yang saya rasakan ketika nonton pertandingan Italia vs Inggris semalam. Bahkan di perpanjangan waktu saya sempat nyaris ketiduran, mata sudah tinggal 5 watt saja.

    Semula saya pikir pertandingan bakal berjalan menarik. Belum sampai 10 menit aja sudah saling ancam. Tendangan geledek De Rossi dari luar kotak penalti diselamatkan dengan gemilang oleh tiang gawang (yang karena kegemilangannya mungkin akan direkrut oleh tim besar Eropa (lmao) ). Sementara itu di sisi sebaliknya, sepakan Johnson dari jarak sekitar 5 meter saja berhasil dimentahkan oleh Buffon.

    (more…)

  • Aplikanologi, Agar Kucing Dalam Karung Tak Terbeli

    Anda lebih suka dihadapkan pada situasi yang mana: tidak ada pilihan atau banyak pilihan? Dua-duanya bisa jadi sama-sama tidak enaknya.

    Jika tidak ada pilihan, konotasinya adalah terpaksa. Mau gimana lagi, tidak ada yang bisa dipilih, ya terpaksa ambil yang itu. Tinggal bagaimana sikap ikhlas menerima keadaan tersebut.

    Sementara banyak pilihan belum tentu enak juga. Mau pilih A, tapi kok B juga bagus, sementara C memiliki feature yang tidak ada di A dan B, tapi desainnya agak jelek. Belum lagi ada D yang jauh lebih murah, dooooh (doh) pilih yang mana ini?

    (more…)

  • Laporan Euro 2012: Spanyol Gemilang, Italia Sumbang

    Okey, saya memang tidak nonton pertandingan Spanyol vs Irlandia, tetapi skor 4-0 tentunya menunjukkan kalau mereka tampil gemilang.

    Sementara itu, Italia tampil sumbang dan hanya berhasil meraih hasil imbang. Mereka bisa cepat pulang kalau lawan Irlandia nanti tidak menang. Sayang! (ini bukan deklamasi yaaaa (idiot) )

    (more…)

  • Laporan Euro 2012: Belanda di Ujung Tanduk

    Saya kecewa! Loh kok bisa? Iya, saya mengharapkan pertandingan yang menegangkan antara Jerman vs Belanda, seperti ketika era Franz Beckenbauer vs Johan Cruyff atau Rudi Voller vs Frank Rijkaard.

    Tetapi pertandingan semalam relatif adem ayem, tidak “panas” seperti biasanya. Belanda bermain sangat buruk. Jerman gembos di babak kedua.

    Dan Belanda harus menerima nasib berada di ujung tanduk karena kalah dua kali berturut-turut. Ya, papan skor menunjukkan angka 2-1 untuk keunggulan Jerman.

    (more…)