Kemarin di timeline Twitter saya, ada yang menanyakan tentang jadwal SIM Keliling di Yogyakarta. Saya sedikit tersentak dan segera melihat tanggal kadaluarsa SIM saya. Dan ternyata memang SIM C saya habis masa berlakunya tanggal 7 Maret 2012 ini. *ups, ketahuan* (hassle)
Saya segera mencari informasi tentang layanan SIM Keliling Yogyakarta dan mendapati jadwalnya sebagai berikut:
- Senin dan Selasa di KB Gembiraloka
- Rabu dan Jumat di Purawisata
- Kamis di Pakualaman
Karena kemarin hari Senin, berarti lokasi SIM Keliling ada di KB Gembiraloka. Kebetulan KB Gembiraloka jaraknya relatif tidak terlalu jauh dari Gayam, lokasi sekolah anak saya. Jadi habis jemput anak saya pulang sekolah, saya segera menuju ke Gembiraloka.
Truk yang melayani SIM Keliling tersebut parkir di dekat jembatan sungai Gajah Wong di sebelah utara KB Gembira Loka. Segera saya memarkir motor dan menuju ke “loket” pendaftaran.
Di loket pendaftaran yang sejatinya hanya sebuah meja, saya mendaftarkan diri dengan menunjukkan KTP yang masih berlaku (tentu harus KTP wilayah Kotamadya Yogyakarta) dan SIM C yang hampir hampis masa berlakunya, beserta foto kopi masing-masing dua buah. Biaya yang dipungut adalah Rp 75.000,-
Setelah itu saya mendapatkan nomor antrian. Hari itu ternyata antrian cukup panjang, saya mendapatkan nomor 73 dan saat itu yang sedang diproses adalah nomor 56. (doh)
Yang membuat kurang nyaman, kursi yang tersedia untuk menunggu jumlahnya cuma sekitar 5 saja. Jadilah sisa orang yang mengantri berdiri atau duduk seadanya, di trotoar misalnya. Masih ditambah lagi suara generator listrik yang memekakkan telinga.
Untunglah, entah apa sebabnya, tidak ada orang yang menampilkan batang hidungnya ketika nomor antrian 63 hingga 68 dipanggil. Jadi lumayan memangkas waktu. Tepat 50 menit saya menunggu, akhirnya dipanggil juga.
Di dalam truk, prosedur yang dijalani adalah pemeriksaan kesehatan yang dipungut biaya Rp 20.000,- dan akhirnya pengisian data, lalu difoto. Dalam waktu beberapa detik saja, SIM baru sudah tercetak. SIM baru tersebut kemudian diberi dompet yang berharga Rp 5.000,-. Jadi total biaya perpanjangan SIM C adalah Rp 100.000,-.
Yang sempat kepikir, kok datanya diinputkan lagi, kok gak mengunduh saja dari database. Jadi sepertinya komputer yang digunakan di layanan SIM Keliling tersebut tidak online dengan server. Entahlah, mungkin ada mekanisme sinkronisasi data yang akan dilakukan secara berkala antara komputer yang digunakan di SIM Keliling tersebut dengan server.
Ah, buat apa mikir berat-berat, toh selama ini layanan itu sudah jalan dengan baik, bukan?
Yang penting SIM C saya juga sudah diperpanjang masa berlakunya. (dance)
Follow me on social media:
Leave a Reply