Laporan Euro 2012: Jerman 1 Portugal 0

Sebagai mantan fans Jerman, saya bela-belain tidur awal semalam supaya jam 01.45 WIB dini hari bisa bangun dan nonton siaran langsung Jerman vs Portugal di Euro 2012.

(Kok mantan fans sih? Emang ngefans siapa sekarang? | Boleh dibilang sekarang saya tidak ngefans secara 100% terhadap tim manapun. Saya cuma condong untuk mengunggulkan Jerman, Italia, dan Spanyol).

Sebelum pertandingan mulai, saya sempat membuka livescore.com dan sedikit terkejut karena Belanda kalah melawan Denmark dengan skor tipis 0-1. Memang Belanda tidak saya jagokan tapi kalah dari Denmark memang agak di luar dugaan.

OK, balik ke Jerman vs Portugal.

Jerman turun dengan formasi 4-2-3-1 dengan hanya mengandalkan Mario Gomez di depan. Padahal Mario Gomez sejatinya kurang mentereng. Tapi ya masa mengandalkan Klose terus sih? :p Yang sangar justru tiga gelandang serangnya, Podolski, Muller, dan Ozil.

Portugal memasang formasi 4-3-3. Dan sudah diduga, permainan mereka condong hanya mengandalkan Ronaldo dan Nani. Memang itulah yang terjadi. Nyaris setiap saat mereka memegang kendali, bola diarahkan ke Ronaldo dan Nani. Dengan demikian, permainan mereka relatif mudah ditebak dan gampang diantisipasi pemain-pemain Jerman.

Jerman sendiri seperti biasa, membosankan. Mereka lebih banyak “berputar-putar” di lapangan tengah, menunggu lawan lengah. Relatif jarang terlihat umpan-umpan maut menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Untungnya kedua tim tidak memainkan sepakbola negatif. Setidaknya masih cukup “panas” lah pertandingan itu. Hanya memang dengan kurangnya kreativitas di kedua kubu, mudah ditebak sedikit gol yang tercipta.

Jerman lebih beruntung mampu mencetak satu gol melalui sundulan Gomez. Mungkin Gomez sadar kalau akan segera diganti oleh Klose (soalnya komentator sudah berulang-ulang mengatakan hal itu, hehehe :mrgreen: ), makanya dia berusaha mati-matian.

Keberuntungan Jerman bukan cuma itu. Dua kali sepakan pemain Portugal membentur gawang. Tendangan Pepe malahan mengingatkan pada tendangan Geoff Hurst di Final Piala Dunia 1966 (juga ke gawang Jerman). Kalau di tahun 1966 itu Jerman jadi “korban” karena gol disahkan, kali ini mereka lebih beruntung karena wasit mengabaikannya.

Kemenangan Jerman ini tentu sangat berharga karena di pertandingan kedua mereka akan bertemu lawan alot, Belanda. Belanda tentu akan tampil bak singa lapar karena kalau sampai kalah lagi, habislah harapan mereka.

Sementara Portugal mendingan karena “hanya” melawan Denmark, meski tak boleh lengah. Ingat, Belanda aja kalah.

Follow me on social media:

Similar Posts

2 Comments

  1. Memang yang soal Belanda – Denmark itu cukup mengejutkan. Saya juga penasaran nih dengan Jerman – Belanda. Gimana ya hasilnya kira-kira? Makin seru deh Euro 2012. Bener kata Platini, banyak kejutan :). Salam Bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published.