Selama masa pandemi ini, banyak orang yang bekerja, bersekolah, atau berkegiatan dari rumah. Bekerja dari rumah ini rawan untuk kehilangan konsentrasi.

Bagaimana tidak, jika bekerja dari kantor atau tempat kerja lainnya, ruangan atau lokasinya memang didesain untuk bekerja, tapi jika bekerja dari rumah, godaannya sungguh banyak.

Suami istri yang baru saja menikah (manten baru), tentu bakal sangat kuat godaannya, you know what I mean 😁.

Godaan lain, barangkali adalah tempat kerja di rumah yang tidak didesain untuk kerja, misalnya di ruang makan atau di malah di kamar tidur, sehingga konsentrasi kerja mudah sekali terdistraksi.

Supaya produktivitas meningkat, tentu saja godaan-godaan perlu untuk disingkirkan. Fokus harus ditingkatkan supaya tidak mudah jatuh dalam godaan.

Untunglah, sekarang ini ada banyak aplikasi maupun device yang bisa digunakan untuk membantu meningkatkan fokus.

Salah satu contoh paling mudah yang bisa diberikan adalah smartband atau smartwatch. Kedua device ini biasanya dilengkapi kemampuan untuk memperingatkan penggunanya apabila terlalu lama diam, dalam artian terlalu lama duduk atau tidak beraktivitas.

Namun tentunya fitur seperti ini kurang begitu tepat untuk meningkatkan fokus.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah device yang memang didesain untuk meningkatkan fokus, yaitu FOCI wearable device.

Apakah FOCI Wearable Device Itu?

FOCI (dibaca fokai) merupakan sebuah wearable device yang mendeteksi pola bernafas kita. Pola bernafas tersebut kemudian dipelajari dan berdasarkan itu FOCI bisa membantu kita dalam meningkatkan fokus, melalui aplikasi pada smartphone yang dihubungkan ke device FOCI via bluetooth.

FOCI wearable device

FOCI wearable device tidak berbentuk seperti gelang, melainkan lebih mirip USB flash drive. FOCI dipakai dengan cara disematkan pada baju atau celana dan bagian body FOCI menempel di badan kita. Dengan demikian FOCI dapat mendeteksi pola bernafas kita.

FOCI wearable device ini ukurannya kecil dan sangat ringan, hampir tidak terasa saat disematkan ke baju atau celana. Jadi jangan lupa melepasnya kalau ganti baju atau celana ya.

Setting Awal FOCI Wearable Device

Pertama-tama, device FOCI di-charge terlebih dahulu. FOCI hadir tanpa kepala charger, hanya kabelnya saja, jadi kamu bisa meminjam charger smartphone atau charger lainnya, sepanjang bisa menggunakan kabel USB.

Untuk menancapkan port micro USB ke device FOCI, pastikan bagian port yang memiliki logo USB menghadap keluar (lihat gambar).

FOCI wearable device

Saat device FOCI dicharge, lakukan instalasi aplikasi FOCI pada smartphone Android atau iPhone kamu. Buatlah akun dan loginlah ke aplikasi FOCI.

Setelah beres, lakukan pairing ke device FOCI menggunakan bluetooth. Jika kemudian ada permintaan untuk mengizinkan akses lokasi atau permission yang lain, berikan persetujuan.

Jika ada informasi update, silakan update supaya device FOCI memiliki berbagai fitur terkini serta perbaikan bug.

Cara Menggunakan FOCI

Saat hendak bekerja, pasanglah FOCI pada celana atau baju dengan bagian body FOCI menghadap ke dalam.

FOCI wearable device
FOCI wearable device

FOCI juga hadir dengan sebuah sabuk karet sehingga kamu bisa menggunakannya secara tersembunyi di balik bajumu.

Setelah device dipasang dan aplikasi diaktifkan, bekerjalah seperti biasa dan FOCI akan mempelajari pola bernafas penggunanya.

Pada aplikasi FOCI akan nampak warna-warna yang menunjukkan pola bernafas tersebut, berikut arti warna-warna yang ditampilkan aplikasi FOCI:

  • Kuning: sedang fokus.
  • Abu-abu: sedang tidak fokus.
  • Biru: sedang tenang (calm).
  • Merah: sedang panik.

FOCI akan terus mempelajari pola bernafas penggunanya hingga 100%, barulah pada saat itu dia bisa bekerja dengan lebih tepat untuk membantu meningkatkan fokus.

FOCI tidak tepat jika digunakan saat berolah raga, karena tujuan alat ini adalah untuk membantu meningkatkan fokus saat bekerja. Untuk perekaman data-data olah raga, lebih tepat jika yang digunakan adalah smartband atau smartwatch.

Aplikasi FOCI

Saat membuka aplikasi FOCI, kamu akan langsung melihat ada tiga bagian utama.

Bagian yang paling menonjol adalah bagian yang menunjukkan warna pola bernafas kamu. Di bawahnya ada dua area, yaitu Deep Work dan Focus Boost.

Deep Work pada dasarnya akan merekam pola bernafas kamu setiap kali kamu menggunakan FOCI dan dengan data tersebut, kamu bisa melihat history status kerja kamu, kapan saat kamu fokus, kapan saat tidak fokus, dan lain-lain.

Nantinya setelah FOCI mempelajari pola bernafas kamu 100%, FOCI bisa bergetar untuk memperingatkan jika kamu mulai tidak fokus.

Pada bagian Deep Work ini tersedia juga mode Pomodoro (bukan Podomoro ya). Silakan menuju ke artikel Wiki ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang Pomodoro.

Bagian Focus Boost digunakan untuk menampilkan antarmuka aplikasi yang akan membantu kamu meningkatkan fokus, dengan memperdengarkan suara-suara alam.

History dan Konfigurasi FOCI

Pada setiap halaman aplikasi FOCI yang kamu buka, terdapat tombol di sisi kanan atas yang bisa digunakan untuk membuka history dan melakukan konfigurasi FOCI.

Saat berada di halaman utama, jika tombol di kanan atas diketuk, akan muncul history penggunaan FOCI dan di situ kamu bisa melihat status kamu, seperti berapa lama kamu fokus.

Jika tombol di sisi kanan atas diketuk lagi, kamu bisa melihat beberapa info, misalnya info tentang device yang antara lain berisi info status koneksi, persentase baterai, setting vibrasi, dan lain-lain.

Semoga FOCI wearable device ini bisa membantu kamu dalam meningkatkan fokus.

Beli FOCI Di Mana?

Untuk sementara ini, kamu bisa beli FOCI di sini. Toko lokal setahu saya sih belum ada yang jual.

BTW, kalau kamu beli, jangan lupa masukkan kode YAHYAK15 ya, biar bisa dapat diskon, hehe.

Follow me on social media:

4 Comments

Firman · 07/01/2021 at 1:36 pm

Seberapa efektif FOCI ini tau kalau saya beneran fokus atau sedang pura-pura fokus? Saya masih penasaran di bagian itu. Haha, btw baru tau kalau ada alat seperti ini. Sepertinya penemunya adalah orang yang gampang terdistraksi ketika sedang bekerja ya hahaha

    Oom Yahya · 07/01/2021 at 6:06 pm

    Ya masalah beneran atau pura-pura saya tidak tau, namanya alat ya pasti bisa lah “dibohongi”, tapi buat apa? Kita pakai kan tujuannya membantu supaya fokus meningkat, kok malah dibohongi 😁

Zam · 11/01/2021 at 2:48 am

jika yang diukur nafas, kenapa dia bisa digunakan di celana ya? kira-kira apa yang ia ukur? lalu apakah keakuratannya berbeda saat dipasang di baju dekat dada dan di perut atau di pinggang, misalnya..

    Oom Yahya · 11/01/2021 at 9:44 am

    Saya juga kurang paham, tapi yg jelas saat bernafas kan baik dada maupun perut mengembang dan mengempis, mungkin itu yg dideteksi sama alat ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *