Bagi seorang dosen, sebuah PC sangat membantu dalam mengajar, melakukan penelitian, dan juga kegiatan lain seperti pengabdian masyarakat.

Untuk mengajar, PC sangat membantu di dalam mencari materi ajar, berselancar mencari jurnal-jurnal berkualitas demi mendapatkan perkembangan ilmu terbaru.

Setelah materi ajar didapatkan dan dipelajari, giliran materi tersebut dibagikan ke mahasiswa. Supaya materi tersebut mudah dipahami oleh mahasiswa, diperlukan penyampaian yang menarik.

Di sinilah PC kembali bermanfaat untuk digunakan sebagai alat bantu dalam membuat presentasi yang menarik, entah itu melalui aplikasi presentasi, animasi, dan juga video.

Saat melakukan penelitian, berbagai data dan catatan kegiatan yang dulu dicatat pada sebuah log book berukuran besar dan tebal, kini cukup disimpan pada sebuah PC.

Saat melakukan presentasi hasil penelitian ke kolega, kembali dibutuhkan sebuah media penyampaian yang menarik dan itu semua akan sangat terbantu oleh PC.

Pengabdian masyarakat mungkin saja identik dengan kegiatan-kegiatan seperti bakti sosial yang sepertinya tidak terlalu membutuhkan bantuan PC.

Namun jangan lupa, ada bentuk kegiatan seperti penyuluhan masyarakat yang notabene merupakan presentasi juga.

Jadi, dosen yang kekinian boleh juga disebut sebagai content creator karena tuntutan untuk menyediakan content pengajaran yang menarik.

Butuh PC Terkini

Nah, tadi saya sempat menyebut soal content creator dan kekinian. Untuk menjadi seorang content creator yang mampu menghasilkan karya menarik yang mudah diterima oleh orang-orang zaman now, diperlukan PC yang juga kekinian.

Mengapa harus terkini?

Pada zaman serba instan ini dibutuhkan alat bantu yang bisa bekerja dengan cepat dan sigap, supaya produktivitas terjaga.

Selain itu, performa PC kudu terjamin mampu “mengejar” perkembangan peranti lunak yang semakin membutuhkan olah komputasi mumpuni.

PC terkini juga memiliki tampilan fisik yang cantik, memberi rasa percaya diri dan memperkuat karakter penggunanya.

Hal seperti ini bukan cuma saya yang bilang loh. Orang-orang yang terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan peranti keras PC mengungkapkan hal yang senada. Begini kata mereka,

“Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern”.

Cocok, bukan?

Usia Pakai PC

Komputer merupakan sebuah produk elektronik dan oleh karena itu memiliki batas usia pakai. Ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi usia pakai sebuah komputer.

Cara seorang pemilik memperlakukan komputernya memiliki pengaruh cukup besar terhadap usia pakai komputer.

Jenis PC juga berpengaruh terhadap usia pakai. PC desktop secara umum memiliki usia pakai lebih panjang dibandingkan dengan PC laptop. PC desktop memiliki komponen yang mudah diganti atau diupgrade, cenderung diam di satu tempat tertentu, dan tidak membutuhkan baterai. Hal-hal tersebut tidak dimiliki oleh PC laptop.

Kalaupun ada laptop yang memiliki kemudahan upgrade komponen, umumnya juga relatif terbatas, misalnya hanya bisa dilakukan terhadap RAM atau storage.

Bahkan ada yang menggolongkan usia pakai sebuah laptop berdasarkan harganya. Semakin mahal harga sebuah laptop, tentu semakin awet.

Laptop yang memiliki harga di bawah Rp10.000.000 diperkirakan hanya akan awet 2 hingga 4 tahun. Laptop dengan harga di antara Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000 memiliki usia pakai 3 hingga 5 tahun. Di atas harga tersebut, laptop bisa bertahan hingga 7 tahun.

Benang Merah Artikel

Lalu apa hubungannya soal usia pakai PC dengan cerita tentang dosen tadi dan juga dengan judul artikel soal resolusi 2021?

Tenang, pasti ada hubungannya. Saya tidak sedang membuat artikel yang mengada-ada.

Jadi begini, istri saya adalah seorang dosen yang sudah tentu membutuhkan PC yang memadai untuk mendukung pekerjaannya, baik mengajar, melakukan penelitian, dan juga melakukan penyuluhan ke masyarakat.

Nah, laptopnya yang sekarang sudah memasuki usia 4 tahun. Dulu harga belinya masuk ke rentang Rp10.000.000 hingga Rp15.000.000.

Jadi naga-naganya laptop istri saya ini sudah mendekati masa pensiun. Sebagai suami yang baik tentu saya memperhatikan hal itu dan itu pula sebabnya saya mencanangkan untuk mempersembahkan sebuah laptop baru buat istri saya sebagai resolusi tahun 2021.

ASUS ZenBook Flip S (UX371) Bakal Cocok Untuk Istri

Sebagai laptop yang akan saya persembahkan untuk istri, saya mengarahkan pandangan ke ASUS ZenBook Flip S (UX371).

Mungkin bakal muncul pertanyaan, dari penampakan dan spesifikasinya, bukannya ASUS ZenBook Flip S (UX371) lebih cocok buat content creator?

Nah itu dia satu benang merah lagi dari artikel ini. Di awal saya sudah menyebutkan bahwa dosen pun bisa disebut content creator, bukan?

Lebih detail lagi, mengapa saya sangat naksir ASUS ZenBook Flip S (UX371) untuk saya berikan kepada istri saya, adalah karena hal-hal berikut.

Desain Elegan dan Premium

Sebagai seorang perempuan, desain umumnya memegang peranan penting dalam pemilihan sebuah produk.

Dengan desainnya yang mewah, elegan, dan premium, ASUS ZenBook Flip S (UX371) bakal sangat cocok digunakan oleh istri saya.

Saat mengajar pastilah pandangan mahasiswa akan banyak tertuju pada dosennya. ASUS ZenBook Flip S (UX371) dengan desain elegan dan premiumnya tentu akan menaikkan wibawa dan kepercayaan diri sebagai seorang dosen.

Desain cantik ASUS ZenBook Flip S (UX371) nampak dari bagian “punggung” yang memiliki logo ASUS tidak center tapi lebih ke kanan, serta merupakan pusat dari motif ZenCircle.

Selain itu, garis berwarna merah tembaga yang mengelilingi laptop ini menambah aura mewah.

Tipis dan Ringan

Meskipun bukan yang paling tipis dan ringan, ASUS ZenBook Flip S (UX371) tergolong sangat tipis dan ringan. Ini tentu bakal memudahkan istri saya membawa laptop tersebut saat berangkat ke kampus dan berpindah-pindah kelas saat mengajar.

Mengapa tidak sekalian dimaksimalkan sebagai laptop paling tipis dan ringan? Jadi gini, ASUS tidak mau menyusahkan penggunanya jika harus membawa berbagai dongle dan converter saat mengoperasikan laptop.

Laptop tipis pasti akan mengorbankan port yang tersedia, dan karena port yang terbatas itu, dibutuhkan berbagai macam dongle dan converter.

Pengguna ASUS ZenBook Flip S (UX371) tak perlu direpotkan dengan itu semua karena memiliki dua port USB Type-C dengan dukungan koneksi Thunderbolt 4, USB Type-A 3.2, dan HDMI.

Perlu dikoneksikan ke projektor saat mengajar? Gampaaang, tancapkan saja ke port HDMI.

Menggunakan SSD

Saya sudah beberapa kali menuliskan di blog saya ini, juga pada akun-akun media sosial saya, bahwa storage dengan teknologi HDD sudah seharusnya ditinggalkan, digantikan dengan SSD.

Nah, sudah jelas ASUS ZenBook Flip S (UX371) ini menggunakan SSD sebagai ruang simpannya.

Selain memiliki bobot yang lebih ringan, SSD juga memiliki kecepatan baca tulis yang jauh lebih cepat ketimbang HDD. Kecepatan baca tulis SSD bisa 10 kali lipat lebih cepat dibandingkan HDD.

Saya tidak ingin istri saya membuang waktu mengajar hanya untuk menunggu laptopnya booting dan membuka suatu aplikasi.

Convertible dan Memiliki Stylus

ASUS ZenBook Flip S (UX371) tak cuma tipis dan ringan, tapi juga convertible. Artinya, layar laptop ini bisa diputar hingga 360°, sampai punggung layar monitor menempel di dasar laptop. Dalam keadaan layar terbuka sampai 360° tersebut, laptop menjelma menjadi sebuah tablet.

Sebuah tablet tentu saja bakal lebih bisa digunakan dengan maksimal apabila ada stylusnya dan memang itulah yang dimiliki oleh ASUS ZenBook Flip S (UX371).

Stylus ASUS ZenBook Flip S (UX371) ini memiliki 4096 tingkat tekanan (pressure level) terhadap layar, jadi penggunanya bisa menghasilkan garis dengan ketebalan berbeda saat tekanan stylus ke layar berbeda.

Stylus ini bakal berguna banget buat istri saya mengajar karena bisa membuat berbagai coretan dengan cepat, baik untuk membuat catatan cepat atau memberi tekanan tertentu pada presentasinya.

Bukan cuma itu, kemampuan layar laptop ini untuk bisa dibuka 360° memberikan banyak kemungkinan posisi penggunaan. Ini menguntungkan karena saat WFH (work from home alias bekerja dari rumah) seperti sekarang ini, interaksi dengan laptop bakal semakin sering, dan karenanya perlu berganti-ganti posisi penggunaan agar tidak lelah, pegal, dan bosan.

Omong-omong soal WFH, ASUS ZenBook Flip S (UX371) memiliki dua fitur tambahan yang sangat mendukung WFH, yaitu teknologi IR camera tuning dan array microphone yang dilengkapi dengan teknologi AI Noise Cancelling.

Teknologi IR camera tuning akan membuat gambar yang dihasilkan menjadi lebih jelas dan tajam. Array microphone yang dilengkapi dengan teknologi AI Noise Cancelling akan membuat suara pengganggu di latar belakang akan dihapus. Cocok sekali untuk melakukan video conference.

Intip Spesifikasi ASUS ZenBook Flip S (UX371)

Nah, jadi kalian sekarang sudah tahu bukan, mengapa saya sangat ngebet untuk memberikan laptop ini buat istri saya?

Supaya semakin tahu lebih jelas, berikut spesifikasi ASUS ZenBook Flip S (UX371) tersebut.

Main Spec. ASUS ZenBook Flip S (UX371)
CPU Intel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating System Windows 10 Home
Memory 16GB LPDDR4X
Storage 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display 13.3″ (16:9) OLED 4K UHD (3840 x 2160), 400 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display
Graphics Intel® Iris® Xᵉ Graphics
Input/Output 1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery
Camera HD camera with IR function to support Windows Hello
Connectivity Intel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
Audio SonicMaster, Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery 67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 30.50 x 21.10 x 1.19 ~ 1.39 cm
Weight 1.20 kg
Colors Jade Black
Price Rp24.999.000
Warranty 2 tahun garansi global

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com.

Follow me on social media:
Categories: Gadget

5 Comments

Mister Blangkon · 01/04/2021 at 7:48 am

Lihat desain dan specsnya kok bikin mupeng ya Om ZenBook Flip S ini. Semoga istrinya bisa dapat laptop keren ini! :)

Caroline Adenan · 01/04/2021 at 4:42 pm

Aku mupeng banget sama laptop yg satu ini, aku juga mau belikan buat anakku ini.. karena sekarang udah mulai nambah nih tugas sekolah onlinenya.. daripada minjem punya aku, mau tak belikan aja ..

Didut · 05/04/2021 at 2:30 pm

CIAMIK (laptopnya)!

deddyhuang.com · 06/04/2021 at 8:35 am

Terima kasih ya kak sudah ikut berpartisipasi dalam ASUS Blogging Competition bersama deddyhuang.com

Good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *