Bandung adalah salah satu kota di Indonesia yang sangat populer dan memiliki cukup banyak destinasi wisata menarik, meski sebagian tidak tepat benar berada di kota Bandung, melainkan harus sedikit keluar kota. Bandung juga merupakan ibu kota provinsi Jawa Barat, masih ditambah lagi dengan banyaknya perguruan tinggi ternama yang ada di kota yang dijuluki Kota Kembang tersebut.

Karena itu tidak heran jika cukup banyak orang yang sering bepergian menuju ke Bandung, apalagi pilihan transportasi ke sana relatif berlimpah.

Akhir-akhir ini, mereka yang hendak ke Bandung (terutama yang berasal dari kota lain di Pulau Jawa) agak enggan menggunakan mode transportasi udara karena beredar kabar banyak penerbangan yang pendaratannya dipindahkan ke Bandara Kertajati, Majalengka. Sebagai alternatif, mereka akhirnya lalu memilih naik kereta api saja.

Alternatif Transportasi Udara

Salah satu kereta api menuju Bandung yang menjadi pilihan banyak orang adalah Argo Wilis. Maklum, rutenya membentang dari Jawa Timur menuju Jawa Barat, yaitu Surabaya-Bandung. Kalau kamu mau naik kereta Argo Wilis coba cek disini harga dan jadwalnya.

Beberapa waktu yang lalu, istri saya juga sempat memanfaatkan kereta api Argo Wilis ini untuk menghadiri seminar di Bandung. Jujur saja, sebenarnya istri saya agak “terprovokasi” berita tentang banyaknya penerbangan yang dipindahkan ke Kertajati, Majalengka. Jadi yang dia bayangkan, untuk menuju ke Bandung pilihan penerbangan yang tersedia adalah turun di Kertajati atau turun di Jakarta.

Sumber: wikipedia.org

Di manapun pilihan rute penerbangannya, entah itu Kertajati atau Jakarta, perjalanan ke Bandung masih harus diteruskan melalui jalan darat selama kurang lebih 3 jam. Rute Jakarta-Bandung bahkan sangat mungkin ditempuh lebih lama daripada itu karena tingkat kemacetan lalu lintas yang tidak bisa diprediksi.

Kebetulan, salah satu rekan istri saya yang menghadiri acara yang sama, menggunakan pesawat yang turun di Kertajati dalam melakukan perjalanan dari tempat asalnya menuju ke Bandung.

Akhirnya istri saya memutuskan untuk naik kereta api Argo Wilis, toh kereta api eksekutif ini juga nyaman.

Bagi istri saya, ada keuntungan psikologis yang didapat dengan naik kereta api Argo Wilis ini karena sudah pasti turun di kota tujuan. Selisih waktunya toh juga tidak banyak jika dibandingkan dengan naik pesawat yang turun di Jakarta atau Kertajati.

Yang jelas, harga tiketnya pun jauh lebih murah dan itu merupakan salah satu keuntungan juga.

Kenangan Terhadap Kereta Api

Naik kereta api sebenarnya juga bukan hal yang asing bagi saya dan istri saya. Bahkan kami punya kenangan khusus dengan kereta api. Bukan, bukan seperti yang ada di film-film itu, mengantar kepergian pasangan lalu dadah-dadah, mengikuti gerakan kereta api sampai peron habis. Kalau filmnya bergenre komedi, pasti lalu berlanjut sampai terperosok di ujung peron karena posisinya tinggi.

Buat yang tidak paham, dulu itu pengantar penumpang kereta api boleh masuk ke peron, bahkan mengantar sampai masuk ke dalam kereta pun boleh. Itulah sebabnya mengapa ada banyak adegan dramatis di stasiun kereta api.

Jadi apa cerita kenangan dengan kereta api itu? Begini, dulu ketika tiket pesawat belum semurah sekarang (meskipun sekarang harganya memang lagi tinggi), kereta api menjadi favorit banyak orang sehingga saat peak season atau week end, tiket kereta api menjadi rebutan.

Kebetulan, dulu saya sering melakukan perjalanan keluar kota pas week end, jadi mau tidak mau saya harus antre sepagi mungkin di depan loket karena dulu tiket belum bisa dibeli secara online.

Karena memiliki pengalaman antre tersebut, adik saya seringkali minta tolong diantrekan pembelian tiket saat dia harus bolak-balik Jogja-Jakarta menggunakan kereta api, termasuk juga saat mudik lebaran. Maklum, dia adalah pejuang LDR.

Berhubung seringnya antre tiket, saya sampai kenal dengan beberapa orang yang juga sering antre tiket, seolah-olah membentuk komunitas tersendiri. Sangat menyenangkan karena bisa saling menolong saat sedang antre tiket.

Di kesempatan lain, ada pengalaman yang seru karena saya dan istri hampir terangkut ke Bandung dengan kereta api. Jadi ceritanya saya mengantarkan saudara saya, suami istri muda dan saat itu sang istri sedang hamil.

Karena bawaan mereka cukup banyak, saya dan istri mengantarkan dan membantu membawa bawaan tersebut hingga masuk ke dalam gerbong kereta.

Belum sempat meletakkan bawaan ke rak di bagian atas kursi, kereta sudah berjalan. Langsung saya dan istri berpamitan seadanya ke saudara saya tadi dan lari keluar kereta. Untung kecepatannya masih sangat lambat, jadi tidak ada insiden berarti saat kami melompat keluar.

Insiden unik seperti ini tidak bakal terjadi lagi sekarang karena sekarang pengaturan penumpang saat hendak berangkat sudah jauh lebih tertib dibandingkan dulu.

Nah, kembali ke kereta Argo Wilis tadi, jika memang pilihan kamu untuk menuju ke atau keluar kota Bandung mantap menggunakan kereta api, tak salah jika kamu memilih kereta ini. Argo Wilis merupakan satu-satunya kereta api kelas Argo yang melayani rute luar Jakarta, yaitu Bandung-Surabaya, dan merupakan kereta dengan prioritas tertinggi di rute selatan Jawa.

Follow me on social media:
Menuju Bandung Dengan Argo Wilis
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.