Saat ini Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin asal China, Sinovac. Adanya CoronaVac ini menjadi angin segar bagi upaya pemutusan rantai penyebaran covid-19 yang terus bertambah setiap harinya.

Vaksin sinovac rencananya akan digunakan secara luas setelah lolos izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Meski begitu, datangnya vaksin tak serta-merta membuat pandemi ini segera berakhir. Artinya, protokol kesehatan tetap perlu kamu jalankan dengan tertib.

Pentingnya Protokol Kesehatan Meski Vaksin Sudah Datang

Meskipun vaksin corona sudah datang di Indonesia, bukan berarti masyarakat bisa sepenuhnya meninggalkan protokol kesehatan. Menurut dr. Devia Irine Putri, meski ada vaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Jika keduanya bisa dilakukan (protokol dan vaksin), pasti hasilnya lebih baik dan efektif. Inilah beberapa alasan mengapa menerapkan protokol kesehatan masih sangat penting meski vaksin sudah tiba:

1. Butuh Waktu untuk Distribusi Vaksin

Perlu kamu ketahui, saat ini ada 1,2 juta vaksin yang ada di Indonesia yang belum bisa digunakan secara massal. Walaupun sudah mendapat persetujuan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin dari Sinovac masih dalam uji keamanan dan efikasi dari BPOM.

Selain itu, pemerintah sendiri juga masih mengatur kelompok mana saja yang lebih dulu diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin. Terutama jumlah vaksin yang masih terbatas saat ini tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia yang begitu banyak.

2. Tidak Menjamin Kebal 100 Persen Covid-19

Sampai saat ini, belum ada pembuat vaksin yang menyebut vaksin buatannya 100 persen efektif digunakan untuk menghasilkan kekebalan dari virus corona. Seseorang mungkin bisa akan tetap sakit, namun dengan efek samping yang ringan atau sedang setelah menerima vaksin.

Hal tersebut pun masih belum dapat sepenuhnya dipastikan, mengingat covid-19 merupakan penyakit baru yang seringkali berubah-ubah.

Protokol Kesehatan yang Wajib Dipatuhi

1. Memakai Masker

Pada beberapa kasus, pemakaian masker secara rutin telah menyelamatkan sebagian besar orang dari infeksi virus Covid-19.

Salah seorang publik figur Indonesia telah membagikan kisah temannya yang terselamatkan karena rajin menggunakan masker. Padahal,  rekannya tersebut sempat berkali-kali rapat dengan orang yang telah positif covid-19.

WHO baru-baru ini juga semakin menggencarkan aturan pemakaian masker di dunia. Berikut aturannya:

  1. Tetap kenakan masker saat menerima tamu di rumah, jika tidak memiliki ventilasi udara yang baik atau tidak bisa menjaga jarak sesuai ketentuan protokol kesehatan.
  2. Kamu harus berhati-hati saat membuang masker yang telah digunakan karena potensi penularan virus bisa saja terjadi. Virus yang menempel di masker dapat menginfeksi orang karena tidak sengaja menyentuhnya.

2. Sering Mencuci Tangan

Setelah beraktivitas atau menyentuh sesuatu, disarankan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakanlah hand sanitizer.

Upaya ini terbukti dapat membunuh virus yang kemungkinan menempel di tangan kamu.

3. Menghindari Kerumunan

Hampir tak terhitung berapa banyak kerumunan yang menyebabkan klaster penyebaran covid-19 di Indonesia.

Di masa pandemi ini, ada baiknya kamu tetap menjaga jarak dan berhati-hati saat di ruang terbuka. Pasalnya, dalam kerumunan tersebut, kamu tidak dapat memastikan siapa saja yang diam-diam telah terinfeksi Covid-19.

Itulah pentingnya menggunakan protokol kesehatan walaupun vaksin corona sudah datang. Kamu yang merasa kurang sehat di tengah kondisi pandemi saat ini, kamu bisa konsultasi melalui Halodoc supaya tidak perlu bepergian ke luar rumah.

Aplikasi Halodoc akan memudahkan kamu untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter, memesan obat, dan mengadakan janji untuk pemeriksaan laboratorium.

Follow me on social media:
Categories: Seputar Kita

1 Comment

Zam · 26/12/2020 at 6:16 am

benar sekali.. meski ada vaksin, tidak serta merta pandemi berakhir. di Jerman, diperkirakan herd immunity sebesar 60% baru bisa terbentuk setelah vaksin beredar pada tahun 2023.. jadi meski nanti ada vaksin, sementara herd immunity belum terbentuk, tetap jalani pritikil kisihitin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *