Bosan, itulah yang saya rasakan ketika nonton pertandingan Italia vs Inggris semalam. Bahkan di perpanjangan waktu saya sempat nyaris ketiduran, mata sudah tinggal 5 watt saja.

Semula saya pikir pertandingan bakal berjalan menarik. Belum sampai 10 menit aja sudah saling ancam. Tendangan geledek De Rossi dari luar kotak penalti diselamatkan dengan gemilang oleh tiang gawang (yang karena kegemilangannya mungkin akan direkrut oleh tim besar Eropa (lmao) ). Sementara itu di sisi sebaliknya, sepakan Johnson dari jarak sekitar 5 meter saja berhasil dimentahkan oleh Buffon.

Tapi rupanya menariknya pertandingan berhenti di situ saja. Pelan tapi pasti, Inggris mulai bermain bertahan, meninggalkan permainan cepat a la Kick and Rush yang selama ini jadi ciri mereka. Yang kebangetan, mereka malah mencontek catenaccio yang mestinya jadi jurus Italia.

Melihat gerak-gerik mereka, sepertinya memang Inggris hendak memaksakan adu penalti. Hodgson malah terang-terangan bilang bahwa pemain Inggris akan diberi sesi latihan khusus untuk menendang penalti.

Italia sendiri sebenarnya boleh dibilang tidak lagi mengandalkan catenaccio. Seperti pernah saya bilang di blog ini juga, dengan memiliki pemain fantastic macam Pirlo, belum lagi dihuni oleh banyak pemain Juventus, rasanya sulit untuk menerapkan catenaccio. Hanya memang waktu melawan Inggris semalam, Italia tidak tampil bagus.

Oke, memang mereka mendominasi permainan dengan 63% posession. Juga mendominasi shot on goal, yaitu sebanyak 25 kali, 8 di antaranya tepat mengarah ke gawang, sementara Inggris cuma 8 kali, yang tepat ke gawang ya cuma sekali, tembakan Johnson yang dimentahkan Buffon tadi.

Cuma, jarang terlihat umpan-umpan tusukan yang langsung menohok ke kotak penalti untuk dikonversi menjadi gol. Kebanyakan tembakan Italia juga bersifat spekulasi saja. Mereka sepertinya juga bingung membongkar gerendel Inggris. Rasain  (devil) gak enak khan melawan tim yang defensif?

Lalu saran saya untuk Pak Prandelli, besok lagi Balotelli dicoret saja ya. Hitung sendiri berapa peluang terbuang sia-sia gara-gara Balotelli.

Dan begitulah, skor kacamata bertahan hingga 120 menit. Dan Inggris, meski sudah menyiapkan diri menghadapi adu penalti, tetap saja kalah. Lain kali kalau mau mencontek catenaccio, pastikan punya seseorang yang pandai melepas umpan jauh akurat, dari belakang langsung ke kotak penalti, dan seorang predator yang sangat haus gol.

Follow me on social media:
Categories: Olah Raga

10 Comments

Billy Koesoemadinata · 25/06/2012 at 4:46 pm

untung saya ga nonton! :lol:

umenumen · 25/06/2012 at 8:32 pm

Aku nonton lengkap kalo lagi diminta livetweet aja, hahahaha…

Atau pas udah final. *ngoeeeeeng*

erricgunawan · 26/06/2012 at 6:12 am

Dua jagoan dah kalah semua (lonely)
Jadi gak gitu tertarik ngikutin lagi (ngacir)
Tapi semoga yang juara bukan Spanyol *tetep* (goodluck)(devil)

    erricgunawan · 26/06/2012 at 6:13 am

    Lho emot (goodluck) sama (devil) kok gak bisa?

      erricgunawan · 26/06/2012 at 6:15 am

      Oh, nulisnya harus dipisah dengan spasi ternyata, gak boleh disambung. *nyampah* *hetrik* (taser)

        Oom Yahya · 26/06/2012 at 6:56 am

        Kak Eric …. (annoyed) (kepruk)

arya · 26/06/2012 at 12:48 pm

main defensif malah bikin Rooney (yg bisa jadi motor di tengah gak meratanya kualitas pemain Inggris) jadi mati kutu. padahal, daya ledak Rooney masih sangat banyak mengingat dia baru main di pertandingan terakhir grup.
btw, tebakanku bahwa pertandingan ini akan berakhir adu penalti tepat. sayang, obrolanku dgn mas Yahya ttg ‘sedikit mengunggulkan Italia’ gak aku twitin yah :))

    Oom Yahya · 26/06/2012 at 9:29 pm

    Hehehe, tapi yang namanya tebakan itu ya cuma ada 2 kemungkinan, tepat atau meleset :D

aming · 26/06/2012 at 5:59 pm

bye bye inggriss…

    Oom Yahya · 26/06/2012 at 9:38 pm

    sampai jumpa 2 tahun lagi di Piala Dunia 2014 (kalau lolos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *