Soft Launching Toko Linux Yahya Kurniawan

Tanggal 2 Mei 2009 kemarin, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional dan sebuah tanggal yang istimewa dalam kehidupan saya (bukan, bukan ulang tahun saya (evil_grin) ), saya membuka sebuah usaha baru, menjual CD/DVD Linux dan software legal lainnya. Toko itu beralamat di http://linux.yahyakurniawan.net.

Saya akui toko itu masih belum ada “isi” nya. Interfacenya masih berupa blog biasa (menggunakan engine WordPress). Koleksinya masih sangat minim. Tapi ini baru langkah awal.

Saya setuju dengan ungkapan bahwa perjalan sejauh apapun dimulai dengan satu langkah kecil. Dan itulah yang saya lakukan saat ini. Kalau saya hanya meributkan soal membangun aplikasi toko online dan melengkapi koleksi ISO Linux, barangkali saat ini saya belum mengambil langkah apapun.

Ke depannya nanti, saya akan mengisi toko Linux tersebut dengan koleksi distro yang lebih lengkap dan barangkali juga merchandise serta buku bertema TI. Tampilannya tentu saja juga akan saya desain ulang menjadi toko online yang “sungguhan”, lengkap dengan shopping cartnya. Semoga itu bakal terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama. (scenic)

Ada rekan yang bertanya, kenapa mesti buka usaha “sampingan”? Apa royalti sebagai penulis kurang? (evilsmirk)

Jujur saja saya jawab “YA”. (cry)

Efek krisis global sudah mulai terasa. Royalti yang saya dapat terakhir kali terjun bebas. 🙁

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi turun drastisnya penjualan buku. Buku-buku yang saya tulis adalah buku komputer yang notabene bukan merupakan kebutuhan primer. Dalam keadaan krisis begini tentu saja orang akan mendahulukan kebutuhan yang lebih penting dan mendesak. Kalaupun toh harus beli buku, orang akan membeli buku lain yang lebih penting.

Persaingan antar penulis juga jauh lebih ketat sekarang. Satu perangkat lunak yang sama bisa dikeroyok oleh banyak penulis sekaligus dengan judul buku yang berbeda-beda. Apalagi sekarang ini bermunculan usaha “pabrik naskah”. Sebuah bentuk usaha yang memproduksi banyak naskah untuk diterbitkan menjadi buku. Beberapa di antaranya didirikan oleh mantan penulis buku seperti saya yang sekarang jadi boss pabrik naskah tersebut.

Maaf kawan, jangan tersinggung dengan tulisan saya ini ya. (worship) Saya justru salut dengan kemampuan Anda membaca peluang dan mewujudkannya dalam bentuk pabrik naskah tersebut. Sesuatu yang tidak pernah terpikir oleh saya dan nampaknya juga tidak sanggup saya lakukan.

Masalahnya barangkali karena pola pikir saya masih kolot. Saya masih berprinsip juallah apa yang bisa kamu buat, bukan buatlah apa yang bisa kamu jual. Dalam menulispun demikian, saya hanya bisa menulis apa yang saya kuasai dan tidak bisa menulis apa yang menjadi kebutuhan pasar.

Sekarang ini banyak buku bertema meraup dollar via internet (baca: AdSense) dan buku bertema Facebook. Potensi pasar buku-buku itu sangat baik. Mengapa saya tidak terjun dan menulis tentang AdSense atau Facebook? Karena hati saya tidak di sana. Coba lihat blog ini, tidak ada secuilpun iklan AdSense di sini. Facebook saya memang punya, tapi lihat saja isinya.

Jadi saya memutuskan untuk mengambil jalur yang berbeda. Jika itu diterjemahkan sebagai berpindah untuk menjadi penulis di bidang lain (manajemen atau motivasi misalnya) wah, jelas-jelas saya tidak berbakat. Saya ini terlahir sebagai orang teknik dan tulisannya saya pun teknis sekali. Dan inilah yang akhirnya saya ambil, membuka sebuah toko online.

Toko online menjadi pilihan yang relatif masuk akal bagi saya yang memang suka berinternet. Toko di dunia nyata sebenarnya juga bisa jadi alternatif pilihan, tapi harga sewa/beli bangunan amat sangat tinggi dan di luar jangkauan saya. Sedangkan lokasi rumah saya nampaknya tidak ideal untuk dijadikan toko.

Nah, apakah lalu saya akan berhenti menjadi penulis? (thinking) Nampaknya sementara ini belum. Tentu saja selama toko online itu masih dalam perintisan, saya masih harus tetap menulis. Jadi bila Anda ngefans sama tulisan-tulisan saya, Anda tidak perlu kuatir. :mrgreen: Tapi siapa tahu suatu saat nanti toko ini berkembang dan berhasil (money) saya akan sibuk mengurusinya sehingga tidak sempat menulis lagi.

Doh (doh) kok tumben saya nulis panjang lebar, curcol lagi. Udah dulu ah. Jangan lupa ya, kalau mau beli CD Linux, mampir ke toko saya.

Follow me on social media:

Similar Posts

22 Comments

  1. Grand Launchingnya kapan? Saya diundang ya? Sekalian tiket PP Jogja-Jktnya (yahoo)

    Semoga laris manis tanjung kimpul usahanyaaaaaa (banana_rock)

  2. “Mengapa saya tidak terjun dan menulis tentang AdSense atau Facebook? Karena hati saya tidak di sana.”

    As an IT professional, I salute you.

  3. selamat ya mas (drinking)
    semoga sukses selalu ….

    dan sesuai namanya pastinya yg ada di sana semua yg berhubungan dengan linux dan dunia opensource kan? terus semangat ya, kita harus buktikan bahwa masyarakat kita masih bisa maju tanpa harus membeli software proprietary atau bahkan membajaknya …

  4. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.
    I Like Relationship.

  5. bagi saya itu namanya bukan “Pindah Profesi”.
    gambarannya mirip seperti sebuah lingkaran, Anda adalah lingkaran itu. Mungkin dulu hanya lingkaran kecil saja, tapi Anda mencoba berkembang, menjadi lingkaran besar.
    Tidak ada yang berubah dari Anda, hanya saja Anda menjadi lebih besar 🙂

    btw, selamat atas usaha tokonya, semoga berjalan bagus. saya suka tulisan ini, sangat jujur. saya akan feeding ini.

  6. Salam kenal,pak yahya. memang kalau orang teknik itu ngomong “A” ya “A”
    jujur, ndak seperti orang marketing. Selamat atas toko barunya.
    saya juga buka toko online komputer tapi udah 2 bulan ndak ada yang beli? visitor uniqe nya sekitar 90/hari.Masih terlalu sedikit ya? he he
    maklum masih newbie.

Leave a Reply

Your email address will not be published.