Kapok Berburu

Saya tidak tahu apakah cerita ini kisah nyata atau bukan. Namun lepas dari kebenarannya, ada nilai yang bisa dipetik.

Ada seseorang yang hobi berburu. Di waktu-waktu tertentu, membawa senapan laras panjang, dia keluar masuk hutan untuk berburu. Biasanya dia menembak burung dan hewan-hewan yang mengganggu, seperti babi hutan.

Suatu hari, seperti bisa orang ini siap berburu. Dengan membawa senapan kebanggaannya, dia mulai masuk ke hutan.

Hari itu mungkin hari apesnya, karena sulit sekali mendapatkan buruan. Agak emosi juga dia.

Mungkin karena sudah memuncak kejengkelannya, dia sedikit kalap. Ketika dari kejauhan dia melihat ada monyet bergelantungan, ditembaknya monyet itu. DOR.

Di hampirinya monyet itu. Monyet itu sekarat … tapi belum mati.

Betapa terkejutnya pemburu itu ketika dilihatnya monyet itu menggendong seekor bayi monyet. Bayi monyet itu selamat, luput dari tembakan. Dan yang membuat pemburu itu makin trenyuh, sebelum menghembuskan nafas terakhir πŸ™ monyet itu menyerahkan bayinya ke pemburu itu. Barangkali maksudnya supaya pemburu itu mau memelihara anak monyet, karena induk monyet segera mati.

Kejadian itu sangat mengguncang hati si pemburu dan semenjak itu dia gantung senapan, kapok berburu lagi.

Follow me on social media:

Similar Posts

23 Comments

    1. Dibawa si pemburu dan diberikan ke temannya yang mau memelihara si anak monyet

  1. moral story-nya? jangan menembak membabi buta ketika sedang kesal karena mungkin itu akan menyakitkan diri sendiri? (thinking)

    1. Ya kira-kira begitulah.
      Sama juga dengan “jangan mengambil keputusan vital saat sedang emosional”
      *apa hubungannya ya* (thinking)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *