Prospek MLM Yang Mengganggu

Apa yang Anda harapkan saat mengadakan makan bersama keluarga di luar rumah, apalagi di lokasi wisata? Tentunya suasana yang cozy, menyenangkan.

Kemarin tepat pada hari Valentine, saya dan keluarga sengaja makan di daerah wisata Kaliurang. Bukan merayakan Valentinenya sih, kebetulan saja istri saya ada acara di daerah Pakem, jadi saat menjemput dia, kami sekeluarga sekalian aja ke Kaliurang.

Di Kaliurang, kami makan sate kelinci. Setelah memesan makanan dan minuman, tiba-tiba datang orang yang memperkenalkan diri dan minta waktu untuk menjelaskan suatu produk. Belum diijinkan, dia sudah langsung memaparkan produknya. Ketika saya bilang tidak tertarik MLM, dia bilang "Ini lain Pak" dan kembali ngomong panjang lebar. Perasaan semua MLM ya bilang lain.

Saya sengaja diam saja dan membiarkan dia ngomong panjang lebar. Nanti pas saat yang tepat akan saya usir. Dan untunglah tidak lama kemudian satenya datang dan saya bilang "Maaf Pak, saya mau makan dulu. Saya tidak tertarik". Dan pergilah dia setelah basa-basi pamit.

Eh, gak sampe satu menit, datang lagi orang lain. Kayaknya ini upline orang yang tadi. Dia tanya bagaimana sikap orang tadi, apakah sudah cukup sopan, apakah sudah cukup jelas dalam memaparkan produknya, apakah mampu membangkitkan minat, dan sebagainya. Kali ini dengan tegas saya katakan, "Maaf Pak, saya mau makan!"

Begitulah wajah MLM di Indonesia. Bahkan bisa jadi di berbagai negara lain juga begitu. Pantas banyak yang antipati.

Saya sendiri tidak tertarik dengan MLM. Bagi saya MLM itu tidak masuk akal. Tidak perlu lagi kiranya saya bahas panjang lebar di sini, Anda Googling saja, pasti bakal banyak Anda temukan sisi gelap MLM.

Follow me on social media:

Similar Posts

16 Comments

  1. hmmm…sebetulnya namanya juga usaha pak 😛 …. tp memang restoran atau tempat makan itu black list untuk kegiatan marketing 😀

  2. persis. begitulah wajah MLM di sini. dicaci-maki dan dibenci gara-gara kelakuan orang-orangnya yang sangat mengganggu ketika mencari downline. produknya itu sendiri belum tentu berkualitas tapi dijual dengan harga jauh lebih mahal dibanding produk lain

  3. secara etis, MLM patut dipertanyakan karena menjual barang dengan harga yang sangat tinggi, mungkin juga tidak sebanding dengan kualitasnya

  4. maaf ya pak yahya,kami telah diajarkan untuk tidak tahu malu. karena cita-cita dan mimpi kami, apapun akan kami lakukan. penolakan demi penolakan itu belum apa-apanya bagi kami. karena di benak kami tersimpan mimpi yang begitu besar.

    *tukang mlm pake akun nicowijaya*:D

  5. “maaf ya pak yahya,kami telah diajarkan untuk tidak tahu malu.”

    wah kalo begini, jualannya gak usah pakai celana aja 😀

    kali kali malah gak perlu ada yang dijual sudah dapat duit duluan, asal segment pelanggannya tepat 😛

  6. maap atas kelakuan para downliner kami. jadi kapan pak yahya punya waktu? saya siap datang ke rumah bapak untuk memperkenalkan produk unggulan kami yang berbeda dengan produk MLM lainnya.

    atau kalo bapak ingin datang pada acara mingguan, saya bersedia memberikan undangannya loh, pak..

  7. Perlu bapak ketahui…. Untuk sukses kita perlu ABCD…. Alat, Biaya, Cara, dan Doa…. Semua itu sudah terangkum dalam metode penjualan kami… Ini bukan MLM pak… tapi Money game…

    *dalam prospek menyebalkan terakhir yg saya terpaksa ikuti, 2 tahun lalu*

  8. yah lebih goblok lagi ada MLM yang berkoar-koar kalo usaha mereka dapat meningkatkan rasa percaya diri… ada lagi MLM yang mengiming-imingi pesertanya dgn berbagai bonus..mulai dari jalan2 keliling eropa atw amerika, mobil, bahkan sampe ke pesawat terbang dan kapal pesiar dan katanya pernah show off barang2 itu di jkt…*WTF…. makanya sy males ikut MLM..

  9. MLM oh MLM. Mungkin etika, norma dan attitude bagi tenaga pemasarnya yang harus diperbaiki.

  10. mas. minta izin ya kisahnya, mau saya jadiin topik buat tugas saya!
    trima kasih! (applause)

  11. (bigeyes) ya emang harus jeli sich klo milih MLM. Toh di usaha lain, jg harus jeli milihnya.

  12. 4Life dengan produk transfer factornya bisa di pelajari gan.. banyak factor yg bisa dijadikan acuan untuk ikut menjalankannya.. thx buat artikelnya gan 🙂

    silahkan check di http://www.indo-4life.co.cc/

    ditunggu kritik dan sarannya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.