Jika Anda menyimak cerita saya ketika datang di Zenfestival, Anda pasti menyadari bahwa Asus mengeluarkan begitu banyak varian gadget di tahun 2015 yang baru saja berlalu. Sepertinya memang strategi Asus adalah mengepung pasar, “apa yang lu mau, gua ada”, begitu kira-kira. Di akhir 2015 lalu, Asus juga mengeluarkan kembali satu varian baru melengkapi varian-varian yang sudah ada, yaitu Asus ZenPad 7.0.

Kali ini, Asus menargetkan pengguna yang suka nonton video atau mendengarkan musik melalui media tablet. Kok bisa begitu?

Karena tablet ini dilengkapi dengan cover yang sekaligus speaker aktif. Luar biasa, bukan? Memang lalu jadinya tablet ini relatif berat bila covernya dipasang tetapi covernya itu juga berfungsi sebagai dudukan, jadi letakkan saja di meja dan nikmati film atau musiknya.

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Saya tadi menulis soal speaker aktif di covernya. Saya sebut aktif karena speaker tersebut memiliki pasokan daya tersendiri. Jadi speaker ini memiliki baterai yang terpisah dari tablet serta bisa dicharge sendiri. Justru memang disarankan untuk melakukan charge terpisah karena bila dicharge dalam keadaan cover terpasang, waktu yang dibutuhkan untuk penuh relatif sangat lama. Soal ngecharge ini akan saya jelaskan lebih lanjut nanti.

Jadi pada dasarnya, Asus ZenPad 7.0 ini adalah tablet 7 inci biasa. Diperkuat dengan prosesor Intel Atom x3-C3230 Quad-Core 64bit dan sistem operasi Android Lollipop. Layarnya memiliki resolusi 1280×800 dan sudah diperkuat oleh Gorilla Glass. RAM-nya 2 GB dan ruang simpannya 16 GB, bisa diperluas dengan kartu microSD sebesar 128 GB. Betul-betul “biasa”, bukan?

Yang menjadikannya luar biasa ya itu tadi, cover yang berfungsi sebagai speaker aktif. Ada 6 speaker tertanam di dalamnya (termasuk 1 subwoofer) yang mampu menyemburkan suara sinematis dengan kanal surround 5.1 DTS-HD Premium Sound, ditambah lagi teknologi SonicMaster yang dijamin membuat suara yang dihasilkan makin memanjakan telinga.

Asus ZenPad 7.0

Itu dari sisi audio. Dari sisi visual, Asus ZenPad 7.0 dilengkapi dengan teknologi Asus Tru2Life yang menjamin tingkat kontras 200% lebih baik dan lebih luas, optimasi ketajaman, keterbacaan di ruang terbuka, dan gambar bergerak yang lebih jernih serta bebas buram.

Terbukti memang, ketika saya mencobanya untuk memutar video, memang betul mencengangkan. Memutar musikpun demikian. Sayang sepertinya tablet ini kurang bersahabat dengan game, khususnya game-game yang agak rakus daya seperti Need for Speed dan Asphalt. Yach, mungkin karena memang lebih dioptimasi untuk video. Tak heran, Asus ZenPad 7.0 ini pada akhirnya populer juga nama dengan Asus ZenPad Theater.

Asus ZenPad 7.0

Untuk penggunaan lain seperti sosial media, browsing, bahkan mungkin pekerjaan ringan dengan Microsoft Office misalnya, tablet ini berjalan dengan sangat baik. Jika dirasa covernya terasa memberatkan saat tidak digunakan untuk nonton video, ya dilepas saja karena tersedia tutup bagian belakang body yang bisa menggantikan covernya.

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Tidak seperti Zenfone 2 yang meletakkan tombol power di atas dan tombol volume di belakang, Asus ZenPad 7.0 masih menggunakan desain tradisional, yaitu meletakkan tombol power dan volume di samping. Kelemahan peletakan tombol ini terasa saat hendak mengganti cover karena rawan terpencet, khususnya tombol power. Padahal saat mengganti cover, tablet harus dalam keadaan off.

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Di atas sudah saya ceritakan bahwa sebaiknya tablet dan speaker dicharge secara terpisah. Untuk tablet sih seperti biasa tersedia colokan USB di bagian bawah, sehingga charger tinggal dicolokkan di sana. Bagaimana dengan speaker yang terletak di bagian cover? Untuk mengisi ulang baterai, disediakan dongle khusus. Dongle tersebut ditancapkan pada sebuah konektor di bagian dalam cover dan dilengkapi dengan magnet yang kuat sehingga tak mudah lepas dari konektornya. Dongle didesain sedemikian rupa sehingga bisa disematkan pada kabel charger, jadi tak mudah nyelip.

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0 sudah tentu dilengkapi dengan kamera juga, depan dan belakang, masing-masing 8 dan 2 MegaPixel. Meski resolusinya tak terlalu tinggi, namun hasil pengambilan gambarnya tidak buruk.

Agar aktivitas berselancar tidak terlalu dibatasi lokasi ber-WiFi saja, Anda dapat menyematkan kartu SIM ke dalam Asus ZenPad 7.0. Hanya tersedia satu slot kartu SIM dan sayangnya belum mendukung jaringan 4G LTE, maksimal hanya HSDPA saja. Namun toh sudah jauh lebih daripada cukup.

Kesimpulannya, tablet Asus ZenPad 7.0 ini cocok digunakan oleh Anda yang gemar nonton video atau mendengarkan musik. Berselancar di dunia maya atau bersosial media juga sangat oke. Tapi kurang cocok dipakai oleh para gamers. Nah, untuk yang terakhir ini, konon akan lebih cocok menggunakan Asus ZenPad 8.0. Semoga saja kelak saya juga bisa mereview-nya.

Follow me on social media:
Review Asus ZenPad 7.0: Cocok Untuk Nonton Film
Tagged on:                                 

10 thoughts on “Review Asus ZenPad 7.0: Cocok Untuk Nonton Film

  • 04/01/2016 at 8:51 pm
    Permalink

    Semakin kesengsem sama Asus. Mudah-mudahan tahun ini bisa beli, aamin.

    Reply
    • 16/01/2016 at 8:58 pm
      Permalink

      Salam kenal juga. Makasih sudah berkunjung

      Reply
  • Pingback:ZenPad 7.0 Mendadak Mati? Ini Solusinya - Blog Oom Yahya

  • 26/03/2016 at 11:10 am
    Permalink

    oom yahya.kalau untuk pengetikan bagaimana, ada tempat microsoftdisc atau semacamnya..dan keyboardnya bagaimana? bisa buka file spt pdf zip dll tidak?

    Reply
    • 28/03/2016 at 12:53 pm
      Permalink

      Untuk mengetik ya terpaksa pake keyboard virtual.
      Kalau buka file pdf dan zip bisa kok.

      Reply
  • 17/04/2016 at 9:10 pm
    Permalink

    Salam kenal Om. Saya pengguna baru zenpad 7, kenapa sering heng ya? Pas ngetik tiba2 berhenti & harus restart. Pas browsing tiba2 berhenti & restart lg. Ada solusi? Terimakasih sebelumnya

    Reply
    • 19/04/2016 at 8:11 pm
      Permalink

      Coba diupdate firmwarenya.
      Lalu cek aplikasi2nya, apakah ada yang mencurigakan, misalnya memakan resource, running terus di background. Jika ada, coba diuninstall

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *