Blog Oom Yahya

Catatan Usil Yahya Kurniawan

ASUS Gelar Pre Order ZenFone Go ZB690KG di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang ASUS Zenfone Go yang merupakan hape bagus tapi murah. Lalu saya mendapatkan info bahwa ASUS bakal menggelar pre-order Zenfone Go, cuma ternyata ASUS Zenfone Go yang ini berbeda dengan yang saya tulis waktu itu. Zenfone Go yang ini memiliki kode ZB690KG. Menilik angka yang tertera pada kode tersebut, lebar layar Zenfone Go yang ini adalah 6.9 inci.

Jadi jelaslah phablet (atau malah udah masuk tablet?) ini ditujukan bagi mereka yang suka ukuran besar. Supaya mantap kalau nonton video atau main game, supaya gak perlu memicingkan mata kalau baca teks.

Ini senada dengan yang dikatakan oleh Juliana Cen, Country Product Group Leader ASUS Indonesia. “ZenFone Go ZB690KG adalah pilihan yang tepat untuk yang gemar menonton di layar smartphone. Dengan layar yang besar, sudah pasti kita akan puas dalam menonton ataupun bermain games,” sebutnya.

Read More

Kesan Singkat ASUS VivoBook Flip TP301UA

Baru beberapa hari yang lalu saya sedikit bercerita tentang ASUS VivoBook Flip TP201 dan membagikan press releasenya, eh kok kemarin kakaknya (ASUS VivoBook Flip TP301UA) mampir ke meja redaksi BOY. Tolong digarisbawahi kata “mampir” yach, hehehe, mampir alias lewat doang. Yach, mumpung ada yang mampir, kesempatan buat saya utak-atik sedikit. Inilah kesan singkat ASUS VivoBook Flip TP301UA di mata saya.

Read More

ASUS VivoBook Flip TP201, Mendukung Mobilitasmu Yang Tinggi

Mereka yang memiliki mobilitas tinggi tentulah mendamba sebuah notebook yang ringan, fleksibel, namun kokoh dan tahan lama, khususnya urusan baterai. Kalau itu yang kamu cari, maka Asus VivoBook Flip TP201 ini bakal cocok banget untuk menjadi “senjata” andalan.

Ringan, bobot notebook ini cuma 1.25 kg, tentu tidak akan membuatmu keberatan membawanya. Sudah begitu ringkas pula, luas permukaannya lebih kecil daripada kertas A4.

Fleksibel, notebook ini bisa “ditekuk-tekuk” hingga 360 derajat, itu berarti sudut buka monitornya bisa menyesuaikan dengan posisi favorit dan bahkan dalam sudut tertentu bisa digunakan sebagai standing display yang bermanfaat misalnya saat nonton video, masih ditambah pula bisa diputar hingga menyentuh bagian belakangnya, seolah menjadi tablet. Intinya, notebook ini seolah memiliki “4 wajah”.

Kokoh, VivoBook Flip TP201 menggunakan bahan metal yang kuat tapi ringan, sehingga walaupun ringan tapi kuat (ya iyalah dibolak balik doang). Yang jelas tak perlu khawatir bawa notebook ini ke manapun.

Tahan lama, baterai VivoBook Flip TP201 diklaim tahan 11 jam saat digunakan untuk browsing. Ya meskipun angka ini pasti berkurang bila digunakan untuk pekerjaan yang lebih berat namun tak akan meleset jauhlah.

Nah, untuk lebih mengetahui soal notebook ini, simak penjelasan ASUS pada press release saat launching VivoBook Flip TP201.

Read More

ASUS ZenPad 8.0, Tablet Multimedia Untuk Semua Kalangan

Belakangan ini populasi tablet cenderung menurun, orang kini lebih suka menggunakan phablet alias ponsel berlayar lebar atau sekalian menggunakan notebook. Namun itu bukan berarti peminatnya sudah tidak ada. Nah, selain memanjakan penggemar ponsel, khususnya yang hobi fotografi, ASUS tak melupakan mereka yang masih membutuhkan tablet. Baru-baru ini ASUS merilis ZenPad 8.0 Z380KL, sebuah tablet multimedia untuk semua kalangan.

Semua kalangan? Ya karena harganya yang relatif terjangkau. Tapi bukan berarti lalu kualitasnya ecek-ecek. Bahkan sejak dari desainnya saja sudah sangat menyenangkan dipandang mata. Yuk, mari kita simak apa kata ASUS pada press release yang diterbitkan saat launching tablet ini.

Read More

Review Asus ZenPad 7.0: Cocok Untuk Nonton Film

Jika Anda menyimak cerita saya ketika datang di Zenfestival, Anda pasti menyadari bahwa Asus mengeluarkan begitu banyak varian gadget di tahun 2015 yang baru saja berlalu. Sepertinya memang strategi Asus adalah mengepung pasar, “apa yang lu mau, gua ada”, begitu kira-kira. Di akhir 2015 lalu, Asus juga mengeluarkan kembali satu varian baru melengkapi varian-varian yang sudah ada, yaitu Asus ZenPad 7.0.

Kali ini, Asus menargetkan pengguna yang suka nonton video atau mendengarkan musik melalui media tablet. Kok bisa begitu?

Karena tablet ini dilengkapi dengan cover yang sekaligus speaker aktif. Luar biasa, bukan? Memang lalu jadinya tablet ini relatif berat bila covernya dipasang tetapi covernya itu juga berfungsi sebagai dudukan, jadi letakkan saja di meja dan nikmati film atau musiknya.

Asus ZenPad 7.0

Asus ZenPad 7.0

Saya tadi menulis soal speaker aktif di covernya. Saya sebut aktif karena speaker tersebut memiliki pasokan daya tersendiri. Jadi speaker ini memiliki baterai yang terpisah dari tablet serta bisa dicharge sendiri. Justru memang disarankan untuk melakukan charge terpisah karena bila dicharge dalam keadaan cover terpasang, waktu yang dibutuhkan untuk penuh relatif sangat lama. Soal ngecharge ini akan saya jelaskan lebih lanjut nanti.

Read More

Bekerja Dengan Asus Transformer Pad

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah cerita banyak tentang tablet hybrid yang sepertinya bakal makin populer karena memiliki kelebihan dibandingkan tablet biasa. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemudahan penggunaan saat hendak dipakai bekerja. Dan tablet pilihan saya, Asus Transformer Pad TF103CG, sangat menyenangkan digunakan untuk bekerja.

Tentu harus disepakati dulu batasan kata “bekerja” ini. Yang paling masuk akal adalah pekerjaan kantoran seperti pembuatan dokumen atau pengolahan spreadsheet. Agaknya kurang masuk akal bila tablet “dipaksa” untuk mengolah foto atau render 3D. Apalagi, ingat lho, ini tablet Android.

Nah, untuk melakukan pekerjaan kantoran, ada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, misalnya Google Docs, Polaris Office, Office Suite, Docs To Go, hingga yang paling populer, Microsoft Office Mobile. Baru-baru ini malahan dirilis pula Microsoft Word for Tablet, Microsoft Excel for Tablet, dan PowerPoint for Tablet.

Microsoft Office Mobile for Android Tablet

Read More

Asus Transformer, Tablet Hybrid Kelas Wahid

Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.

Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.

Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.

Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.

Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.

Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.

Asus Transformer Pad TF103CG

Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.

Read More