Promo Huawei Super Sale 10.10 – Pageblug yang terjadi sekarang ini mengubah cukup banyak kebiasaan kita, mulai dari belajar, bekerja, belanja, semua cenderung dilakukan dari rumah.
Berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah agar berbagai kegiatan bisa dilakukan dari rumah dengan lebih mudah. Berbagai marketplace juga mengadakan banyak promo menarik sebagai bentuk dukungan agar masyarakat belanja dari rumah.
Hari Senin, 13 Juli 2020, Huawei meluncurkan gadget baru kekinian yang menargetkan generasi muda, untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
Ada tiga gadget yang diluncurkan, yaitu nova 7: smartphone kelas menengah rasa flagship, MatePad: sebuah tablet serba bisa, dan FreeBuds 3i: sebuah earphone nirkabel.
Secara singkat, berikut ketiga gadget tersebut.
Huawei nova 7, Smartphone Kelas Menengah Rasa Flagship
Smartphone Huawei seri nova selama ini dikenal sebagai smartphone kelas menengah. Kali ini, nova 7 hadir dengan cita rasa yang seolah naik kelas, sekelas flagship.
Menggabungkan Teknologi dan Desain
Cita rasa flagship yang dimiliki oleh nova 7 hadir berkat teknologi yang disematkan pada smartphone ini, serta desainnya yang memikat.
OK, kita bicara soal desainnya dulu ya.
Huawei meluncurkan gadget baru
Huawei nova 7 hadir dengan dua warna keren yang memikat, yaitu Space Silver dan Midsummer Purple. Bukan cuma soal warna yang membuat nova 7 tampil cantik, tapi juga motifnya.
Bagian belakangnya dilapisi dengan kaca melengkung yang membuatnya nyaman digenggam.
Prosesornya menggunakan Kirin 985 5G yang diproduksi dengan proses industri terkemuka serta mengintegrasikan prosesor dan baseband 5G ke dalam satu chip.
Jadi, prosesor ini lebih kompak dibandingkan generasi sebelumnya sehingga tidak makan tempat, pun motherboard-nya juga bisa lebih kecil.
Alhasil, smartphone yang dihasilkan juga bisa lebih ringan dan kompak.
Meski demikian, sama sekali tidak mengurangi kedigdayaan performanya.
Layar nova 7
Huawei nova 7 hadir dengan FullView Display baru. Layarnya memiliki ukuran 6,53 inci dan resolusinya adalah FHD+ (2400 x 1080, rasio 20:9), serta menggunakan teknologi OLED.
Warna layarnya memiliki standar DCI-P3 dan bersertifikat TÜV Rheinland, jadi HUAWEI nova 7 memberikan perlindungan terhadap mata dengan baik.
Layar smartphone ini juga memiliki fitur Always On Display (AOD), sehingga layar dapat menampilkan berbagai notifikasi dan informasi lainnya dalam keadaan layar terkunci.
Kamera Quad 64MP dengan Hybrid Zoom
Huawei nova 7 hadir dengan empat buah kamera belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 64 MP.
Dengan resolusi sebesar itu, nova 7 dapat menangkap gambar dengan jelas dalam semua pengaturan cahaya.
Ketiga lensa lainnya merupakan lensa telephoto beresolusi 8 MP, mampu melakukan 5x hybrid zoom, lalu ada lensa ultra wide 120° dan lensa makro.
Kamera depan atau kamera selfie nova 7 memiliki resolusi 32MP dengan aperture f/2.0.
Kamera ini penuh fitur, termasuk adanya AI beautification dan Electronic Image Stabilization (EIS) untuk pengambilan video, memiliki kemampuan rekam hingga 4K pada 30fps.
Yang menarik, kamera depan belakang ini dapat merekam video secara bersamaan dengan resolusi 1080p.
Huawei MatePad, Tablet Serbaguna
Meskipun pasarnya relatif kecil, tapi tak bisa dipungkiri masih cukup banyak orang yang membutuhkan tablet.
Karena itu Huawei meluncurkan sebuah tablet serbaguna untuk memenuhi kebutuhan akan tablet tersebut. Serbaguna karena tablet ini bisa digunakan untuk bekerja, untuk belajar, maupun untuk hiburan.
Desain Premium
Huawei MatePad tampil dengan elegan dan premium, ditunjukkan dengan bezel tipis berukuran 7,9mm.
Dengan bezel tipis tersebut, rasio screen-to-body mencapai 84 persen, sehingga layar terasa lega.
Bobot Huawei MatePad ini 450 gram saja, membuatnya nyaman untuk dibawa ke mana-mana.
Pengalaman Multimedia
Layar Huawei MatePad memiliki bentang diagonal 10,4 inci 2K FullView, yang mendukung resolusi 2000×1200 pada 224PPI, dan 70,8% warna gamut NTSC.
Gambar yang ditampilkan sangat detail dan memiliki jangkauan dinamis berkat teknologi HUAWEI ClariVu Display Enhancement.
Panel layar juga telah disertifikasi oleh TÜV Rheinland Low Blue Light, memanjakan mata pengguna karena tidak cepat lelah.
Pada sektor audio, Huawei MatePad memiliki pengaturan layaknya sebuah home theater, sehingga mendengarkan musik atau menonton film dengan tablet ini bakal menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Apalagi speakernya menggunakan Harman/Kardon, sebuah jaminan mutu di dunia audio.
Kinerja Mumpuni
Huawei MatePad ditenagai oleh prosesor Kirin 810, sebuah chipset AI yang kuat dan efisien dengan fabrikasi 7nm.
Kebutuhan daya CPU diatur oleh teknologi AI, yang memungkinkan prosesor merespons secara dinamis berbagai permintaan pengguna.
Pemrosesan grafis dipercayakan pada Mali-G52 yang bersinergi dengan GPU Turbo 3.0.
Baterai yang memberi daya HUAWEI MatePad memiliki kapasitas 7250 mAh, menjamin penggunaan yang tahan lama.
Huawei FreeBuds 3i, Sebuah Earphone Nirkabel
Untuk melengkapi kenyamanan penggunaan berbagai perangkat Huawei, khususnya di sektor multimedia, Huawei menghadirkan FreeBuds 3i.
Huawei FreeBuds 3i merupakan sebuah TWS yang memiliki desain trendi, body-nya berbentuk kerucut sehingga nyaman dipasang di telinga.
Keunggulan FreeBuds 3i ini terletak pada fitur noise cancellation yang hadir melalui 3 mikrofon. Dua mikrofon menghadap ke luar dan satu mikrofon menghadap ke dalam.
Mikrofon yang menghadap ke luar digunakan untuk mendeteksi kebisingan di sekitar dan menangkalnya secara aktif dengan anti-noise, sementara mikrofon yang menghadap ke dalam mengambil suara-suara lain di telinga Anda untuk noise cancellation yang lebih optimal.
Kombinasi 3 mikrofon ini mampu menurunkan kebisingan hingga 32dB.
Huawei FreeBuds 3i dilengkapi dengan dynamic driver 10mm yang mampu menghasilkan bass “nendang”.
Harga dan Ketersediaan
Huawei meluncurkan gadget baru ini dengan model pre order.
Huawei nova 7 dibanderol dengan harga Rp6.899.000 tapi ada promo cashback hingga IDR 750,000.
Selain itu, pembeli masih akan mendapatkan bonus senilai Rp1.600.000, yaitu Huawei Band 3e, casing nova 7, dan powerbank berkapasitas 6700 mAh. Tersedia juga paket prabayar dari IM3 (Indosat).
Huawei MatePad dibanderol dengan harga Rp.4.299.000. Selama pre-order pembeli akan mendapatkan berbagai promosi menarik yaitu cashback hingga Rp.850.000 dan bonus flip cover.
Huawei FreeBuds 3i diberi harganya Rp1.399.000 dan para pembeli akan mendapatkan bonus berupa Huawei Band 3e.
Pre-order ketiga produk ini dimulai dari tanggal 15 Juli sampai 24 Juli 2020. Selama periode ini, pembeli akan mendapatkan banyak promo seperti manfaat layanan servis VIP selama 12 bulan, penyimpanan cloud 15 GB selama 12 bulan, cashback dari bank terpilih hingga Rp.500.000, ekstra cashback hingga Rp.300.000, cicilan 0% hingga 18 bulan, dan tukar tambah uang tunai hingga Rp.500.000.
Pre order dapat dilakukan di Huawei High-End Experience Store, aplikasi online seperti JD.ID, BliBli, Shopee, Lazada, Tokopedia, dan eraspace.com, serta saluran offline seperti erafone, Urban Republic, dan gerai Indosat Ooredo.
Pre-order ini juga didukung oleh beberapa bank, BCA, Bank Mega, Citibank, digibank oleh DBS, Mandiri, Maybank, dan Permata Bank.
Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis tentang ASUS Zenfone Go yang merupakan hape bagus tapi murah. Lalu saya mendapatkan info bahwa ASUS bakal menggelar pre-order Zenfone Go, cuma ternyata ASUS Zenfone Go yang ini berbeda dengan yang saya tulis waktu itu. Zenfone Go yang ini memiliki kode ZB690KG. Menilik angka yang tertera pada kode tersebut, lebar layar Zenfone Go yang ini adalah 6.9 inci.
Jadi jelaslah phablet (atau malah udah masuk tablet?) ini ditujukan bagi mereka yang suka ukuran besar. Supaya mantap kalau nonton video atau main game, supaya gak perlu memicingkan mata kalau baca teks.
Ini senada dengan yang dikatakan oleh Juliana Cen, Country Product Group Leader ASUS Indonesia. “ZenFone Go ZB690KG adalah pilihan yang tepat untuk yang gemar menonton di layar smartphone. Dengan layar yang besar, sudah pasti kita akan puas dalam menonton ataupun bermain games,” sebutnya.
Baru beberapa hari yang lalu saya sedikit bercerita tentang ASUS VivoBook Flip TP201 dan membagikan press releasenya, eh kok kemarin kakaknya (ASUS VivoBook Flip TP301UA) mampir ke meja redaksi BOY. Tolong digarisbawahi kata “mampir” yach, hehehe, mampir alias lewat doang. Yach, mumpung ada yang mampir, kesempatan buat saya utak-atik sedikit. Inilah kesan singkat ASUS VivoBook Flip TP301UA di mata saya.
Mereka yang memiliki mobilitas tinggi tentulah mendamba sebuah notebook yang ringan, fleksibel, namun kokoh dan tahan lama, khususnya urusan baterai. Kalau itu yang kamu cari, maka Asus VivoBook Flip TP201 ini bakal cocok banget untuk menjadi “senjata” andalan.
Ringan, bobot notebook ini cuma 1.25 kg, tentu tidak akan membuatmu keberatan membawanya. Sudah begitu ringkas pula, luas permukaannya lebih kecil daripada kertas A4.
Fleksibel, notebook ini bisa “ditekuk-tekuk” hingga 360 derajat, itu berarti sudut buka monitornya bisa menyesuaikan dengan posisi favorit dan bahkan dalam sudut tertentu bisa digunakan sebagai standing display yang bermanfaat misalnya saat nonton video, masih ditambah pula bisa diputar hingga menyentuh bagian belakangnya, seolah menjadi tablet. Intinya, notebook ini seolah memiliki “4 wajah”.
Kokoh, VivoBook Flip TP201 menggunakan bahan metal yang kuat tapi ringan, sehingga walaupun ringan tapi kuat (ya iyalah dibolak balik doang). Yang jelas tak perlu khawatir bawa notebook ini ke manapun.
Tahan lama, baterai VivoBook Flip TP201 diklaim tahan 11 jam saat digunakan untuk browsing. Ya meskipun angka ini pasti berkurang bila digunakan untuk pekerjaan yang lebih berat namun tak akan meleset jauhlah.
Nah, untuk lebih mengetahui soal notebook ini, simak penjelasan ASUS pada press release saat launching VivoBook Flip TP201.
Belakangan ini populasi tablet cenderung menurun, orang kini lebih suka menggunakan phablet alias ponsel berlayar lebar atau sekalian menggunakan notebook. Namun itu bukan berarti peminatnya sudah tidak ada. Nah, selain memanjakan penggemar ponsel, khususnya yang hobi fotografi, ASUS tak melupakan mereka yang masih membutuhkan tablet. Baru-baru ini ASUS merilis ZenPad 8.0 Z380KL, sebuah tablet multimedia untuk semua kalangan.
Semua kalangan? Ya karena harganya yang relatif terjangkau. Tapi bukan berarti lalu kualitasnya ecek-ecek. Bahkan sejak dari desainnya saja sudah sangat menyenangkan dipandang mata. Yuk, mari kita simak apa kata ASUS pada press release yang diterbitkan saat launching tablet ini.
Jika Anda menyimak cerita saya ketika datang di Zenfestival, Anda pasti menyadari bahwa Asus mengeluarkan begitu banyak varian gadget di tahun 2015 yang baru saja berlalu. Sepertinya memang strategi Asus adalah mengepung pasar, “apa yang lu mau, gua ada”, begitu kira-kira. Di akhir 2015 lalu, Asus juga mengeluarkan kembali satu varian baru melengkapi varian-varian yang sudah ada, yaitu Asus ZenPad 7.0.
Kali ini, Asus menargetkan pengguna yang suka nonton video atau mendengarkan musik melalui media tablet. Kok bisa begitu?
Karena tablet ini dilengkapi dengan cover yang sekaligus speaker aktif. Luar biasa, bukan? Memang lalu jadinya tablet ini relatif berat bila covernya dipasang tetapi covernya itu juga berfungsi sebagai dudukan, jadi letakkan saja di meja dan nikmati film atau musiknya.
Saya tadi menulis soal speaker aktif di covernya. Saya sebut aktif karena speaker tersebut memiliki pasokan daya tersendiri. Jadi speaker ini memiliki baterai yang terpisah dari tablet serta bisa dicharge sendiri. Justru memang disarankan untuk melakukan charge terpisah karena bila dicharge dalam keadaan cover terpasang, waktu yang dibutuhkan untuk penuh relatif sangat lama. Soal ngecharge ini akan saya jelaskan lebih lanjut nanti.
Pada tulisan sebelumnya, saya sudah cerita banyak tentang tablet hybrid yang sepertinya bakal makin populer karena memiliki kelebihan dibandingkan tablet biasa. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemudahan penggunaan saat hendak dipakai bekerja. Dan tablet pilihan saya, Asus Transformer Pad TF103CG, sangat menyenangkan digunakan untuk bekerja.
Tentu harus disepakati dulu batasan kata “bekerja” ini. Yang paling masuk akal adalah pekerjaan kantoran seperti pembuatan dokumen atau pengolahan spreadsheet. Agaknya kurang masuk akal bila tablet “dipaksa” untuk mengolah foto atau render 3D. Apalagi, ingat lho, ini tablet Android.
Nah, untuk melakukan pekerjaan kantoran, ada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, misalnya Google Docs, Polaris Office, Office Suite, Docs To Go, hingga yang paling populer, Microsoft Office Mobile. Baru-baru ini malahan dirilis pula Microsoft Word for Tablet, Microsoft Excel for Tablet, dan PowerPoint for Tablet.
Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.
Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.
Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.
Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.
Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.
Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.
Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.