Redmi 15C merupakan smartphone entry level yang diluncurkan oleh Xiaomi pada bulan Agustus 2025. Smartphone ini mengandalkan baterai besar dan tampilan yang stylish sebagai nilai jualnya.
Saya berkesempatan untuk menguji coba smartphone ini dan kesan saya terhadap Redmi 15C akan saya tuangkan dalam bentuk tulisan dan video.
Tulisannya tentu saja di blog ini, sedangkan videonya seperti biasa ada di channel YouTube Ogitu Doang.
Kesan Awal
Saat unboxing, hal pertama yang langsung memaku perhatian adalah desain bagian belakang Redmi 15C.

Komposisinya sih biasa, sama seperti produk Redmi lainnya. Ada camera island berukuran relatif besar, dengan beberapa “mata” di dalamnya.
Yang bikin kagum adalah motifnya yang seolah bisa bergerak, menyesuaikan dengan sudut pandang.
Bahan body-nya terbuat dari lapisan plastik, demikian pula dengan frame-nya. Sedangkan layarnya dilapisi oleh Gorilla Glass 3.
Di sisi kanan frame, ada tombol volume dan tombol daya. Sensor sidik jari menjadi satu dengan tombol daya. Sedangkan di sisi kiri frame ada slot kartu SIM. Slot kartu SIM-nya bisa diisi dengan 2 kartu SIM dan 1 kartu microSD.
Pada bagian bawah frame, seperti biasa ada port USB type C, lubang speaker, lubang mikrofon, serta jack audio 3,5 mm.
Smartphone entry level dari Xiaomi ini memiliki ukuran body lumayan besar tetapi tipis dan ringan, sehingga tidak merepotkan saat digenggam.
Tampilan Layar
Redmi 15C memiliki layar yang cukup luas, memiliki bentang diagonal 6,9 inci. Resolusinya adalah 1600*720. Resolusi ini setara 720p dan sejujurnya tergolong rendah untuk smartphone modern zaman sekarang. Untungnya tertolong dengan ukuran layar yang luas.
Bingkai layarnya tergolong tebal, khususnya bingkai bagian bawah (dagu). Pada bagian atas, terdapat kamera depan dengan model water drop notch.

Meskipun besar dan terang, mata kita tidak akan cepat lelah saat menggunakan smartphone ini karena memiliki fitur peredupan DC (DC dimming) dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk Cahaya Biru Rendah, Bebas Kedip, dan Penyesuaian Ritme Sirkadia.
Layar Redmi 15C dilengkapi dengan fitur AdaptiveSync hingga 120 Hz, artinya layar akan menyesuaikan tingkat penyegaran (refresh rate) dengan kebutuhan tampilan aplikasi, maksimal 120 Hz.
Menurut saya sebenarnya fitur ini agak sia-sia untuk smartphone entry level karena potensi dipakai untuk main game relatif kecil. Tingkat penyegaran layar besar tapi tak didukung dengan prosesor yang garang.
Jadi paling-paling fitur ini hanya berguna untuk scroll-scroll aplikasi media sosial seperti TikTok atau Instagram.
Performa
Redmi 15C diperkuat dengan chipset Mediatek Helio G81 Ultra, sebuah chipset yang memang dioptimasi untuk smartphone entry level.
Dengan menggunakan chipset Mediatek Helio G81 Ultra ini, Redmi 15C tergolong cukup gegas, tak bisa dibilang lemot meskipun banyak aplikasi yang muncul di daftar recent app.
Maksudnya tidak bisa dibilang lemot di sini adalah: tidak sampai bikin jengkel karena menunggu aplikasi yang tak segera terbuka ketika dijalankan.
Performa tersebut terbantu oleh RAM 8 GB yang dimilikinya, dan jika diperlukan kapasitas RAM bisa ditambah hingga 16 GB.
Antarmuka Xiaomi HyperOS 2 yang menjadi sistem Redmi 15C ini juga membuat smartphone berjalan dengan baik.
Kombinasi tersebut menghasilkan skor Antutu yang tergolong tinggi untuk smartphone entry level, yaitu 366.536.

Ketahanan Baterai
Memiliki baterai dengan kapasitas 6000 mAh, Redmi 15C sanggup diajak bekerja seharian jika mengawali hari dengan baterai penuh, bahkan bisa 2 hari jika penggunaannya benar-benar santai.
Ketika diuji dengan cara dinyalakan, terkoneksi ke WiFi, tidak dioperasikan, tetapi menerima notifikasi berbagai aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Threads, baterai Redmi 15C sanggup bertahan hingga satu minggu.
Terkait dengan baterai, Redmi 15C memiliki sebuah fitur unik, yaitu bisa berfungsi sebagai power bank bagi smartphone lain.

Untuk mengisi daya Redmi 15C ketika baterainya habis, tersedia charger 33 Watt yang siap mengisi ulang baterai dalam waktu kurang daripada 2 jam.
Kamera
Mengusung kamera dengan resolusi 50 MP, kamera Redmi 15C memberikan hasil foto yang cukup bagus. Hanya memang warna yang dihasilkan cenderung datar dan netral, kurang “bernyawa”.
Namun bisa saja justru warna-warna yang datar tersebut malah disukai oleh orang tertentu karena apa adanya, tidak berlebihan.

Galeri Redmi 15C juga dilengkapi dengan fitur penyuntingan foto yang relatif lengkap.
Untuk kamera depannya, cukup lah digunakan untuk video call.
Audio
Setup audio Redmi 15C adalah mono, jadi audio hanya dikeluarkan oleh speaker di bagian bawah smartphone.

Bagaimana jika kita melakukan panggilan telepon, apakah suara lawan bicara hanya muncul dari speaker bawah? Tentu tidak, jangan khawatir karena Redmi 15C tetap memiliki earpiece, hanya saja tidak mengeluarkan audio saat memutar lagu atau video.
Untuk panggilan telepon, audio yang dihasilkan oleh Redmi 15C sudah cukup baik. Pengguna dapat mendengar lawan bicara dengan jelas.
Namun untuk pemutaran video atau lagu, kualitas audio Redmi 15C standar saja, kurang mantap.
Koneksi
Redmi 15C tidak mendukung jaringan 5G, hanya 4G saja. Hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah karena jaringan 5G di Indonesia masih belum merata.
Yang lebih penting, koneksi ke jaringan seluler sangat baik. Pada beberapa titik di kota Jogja, status jaringan selalu penuh.
Saat digunakan untuk mencari jalan via Google Maps, hasilnya juga akurat.

Untuk jaringan WiFi, Redmi 15C belum mendukung WiFi 6, baru WiFi 5 saja. Harap bedakan dukungan 5G dengan WiFi 5 ya, jika mendukung WiFi 5 artinya mendukung koneksi WiFi dengan frekuensi 5 Ghz.
Untungnya, Redmi 5C memiliki fitur NFC, jadi bisa digunakan untuk top up dompet elektronik.
Kesimpulan
Redmi 15C ini cocok digunakan oleh mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan butuh sering berkomunikasi, baik teks, audio, maupun video.
Contoh yang mungkin bisa diberikan adalah pengemudi taksol atau ojol. Mereka tak perlu khawatir smartphone yang digunakan bakal sering kehabisan baterai. Fitur NFC yang dimiliki sangat bermanfaat untuk top up kartu uang elektronik.
Orang yang sudah relatif tua, yang tidak terlalu membutuhkan fitur macam-macam, juga cocok menggunakan Redmi 15C ini, berkat layarnya yang lebar dan body-nya yang ringan.
Pelajar tingkat SD dan SMP juga bisa menggunakan Redmi 15C ini sebagai sarana komunikasi dan belajar.
Follow me on social media:
Leave a Reply