Sejak kecil, saya punya impian bisa pergi ke luar negeri, yach, setidaknya bisa ke negeri tetangga. Apalagi bisa bareng sama keluarga. Tapi ada daya, saya bukan orang kaya. Dapat duit dari mana? Eh, berima. (hassle)
Thanks to AirAsia karena mereka memiliki program free seat sehingga impian saya ke luar negeri bisa kesampaian. Berkat program free seat itu pula, tahun kemarin saya bisa ke Singapore bersama dua orang teman, ceritanya untuk”survey” dulu. Dan akhirnya tanggal 4-7 April 2011 kemarin, saya bisa mengajak keluarga ke Singapore.
Nah, seperti paragraf pertama tadi, saya bukan orang kaya, jadi perjalanan ke Singapore tersebut harus benar-benar direncanakan dengan baik, khususnya mengatur agar kantong tidak “bocor”.
Untuk penginapan, ada beberapa alternatif yang bisa dipilih. Di Lucky Plaza, ada cukup banyak kamar yang disewakan dan banyak orang Indonesia di sana. Ratenya berkisar antara SGD 80-100 per malam. Keuntungannya adalah dekat dengan pusat kota dan dekat stasiun MRT. Kelemahannya, kamar mandi tidak di dalam kamar, tapi di luar kamar. Jadi bergantian dengan penghuni/penyewa yang lain.
Alternatif lain adalah Fragrance Hotel. Hotel itu punya banyak cabang dan sebagian diantaranya memiliki tarif yang cukup murah, mulai dari SGD 63an per malam. Saya dan keluarga kemarin menginap di Fragrance Hotel-Crystal. Cuma setelah sampai di sana, saya baru tahu kalo lingkungan sekitarnya ternyata kurang baik, yaitu daerah “lampu merah”. (doh) So kalo memang mau menginap di sana, sebaiknya jangan keluyuran malam-malam (kecuali memang itu yang Anda cari
)
Oh ya, kalau di Lucky Plaza, salah satu keuntungan lain adalah Anda tidak perlu membawa converter colokan listrik dari kaki 3 ke kaki 2 karena hampir pasti tersedia di sana. Kalau di hotel, sebaiknya bawa sendiri atau Anda bakal tidak bisa ngecharge gadget Anda.
Soal transportasi, Anda bisa memilih untuk naik MRT atau bus untuk menghemat biaya. Taksi masih OK lah, asal jaraknya gak terlalu jauh. Saya dan keluarga kemarin memilih untuk selalu menggunakan MRT. Rutenya relatif mudah dipelajari dan dimengerti kok.
Tempat wisatanya bagaimana? Nah, inilah yang paling berpotensi bikin kantong bocor. Universal Studio Singapore jelas sangat recommended untuk dikunjungi, tapi siapkan duit SGD 66 per orang dewasa dan SGD 48 per anak di bawah 12 tahun. Angka itu bisa membengkak hingga SGD 72 dan 52 bila Anda datang ke sana pas weekend.
Masih di pulau Sentosa, ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, antara lain pantai, taman bunga, patung Merlion raksasa, 4D Theater, dan museum. Beberapa di antaranya bayar bila hendak masuk. Dan yang tak boleh dilewatkan adalah pertunjukkan Song of The Sea yang tiket masuknya SGD 10 per orang.
Tempat lain yang bisa dikunjungi adalah Zoo, Snow City, Science Centre, dan Chinese Garden. Ada juga patung air mancur Merlion di dekat Marina Bay. Di patung air mancur Merlion ini, sebenarnya saya dan anak-anak sudah merencanakan hendak berfoto-foto di situ dengan pose unik, misalnya mulut menganga seolah minum air mancur. Tapi sayang sekali, sedang ada event Singapore Biennale di situ, patung Merlion disulap jadi hotel Merlion. Jadi gak bisa foto-foto. (idiot)
Untuk belanja dan beli oleh-oleh, silakan datang ke mal-mal di Orchard Road, pasar Bugis, Chinatown, atau Little India.
Perjalanan saya kemarin total hanya menelan Rp 8.500.000,- sudah termasuk bagasi dan airport tax, gak mahal khan? Hehe 
Oh ya, foto-foto saya dan keluarga selama di Singapore bisa dilihat di sini.
Follow me on social media:
Leave a Reply