Moskow, pertengahan tahun 1997, dua orang staf Roscosmos sedang membanggakan komputer rakitan mereka masing-masing.
“Pov, kemarin aku baru saja rakit komputer baru. Motherboard-nya tentu saja pakai ASUS”, begitulah seseorang mengawali pembicaraan, “aku kasih VGA Nvidia RIVA”.
“Keren Nov”, temannya menimpali. “Aku bulan lalu baru aja upgrade motherboard juga, sama aku juga selalu pakai ASUS. Cuma danaku agak terbatas, VGA card-nya aku pakai S3 Trio aja”.
“Gapapa Pov, S3 Trio dah lumayan banget sih. BTW, ASUS itu sekarang juga bikin laptop loh. Kalau motherboard-nya oke banget, kayaknya laptopnya juga bakal oke nih. Jadi pingin nyoba, tapi duit udah habis buat rakit PC”.
“Aku ada ide Nov, biar kita bisa nyoba tanpa harus beli, kita ajukan aja ke Boss, supaya laptop ASUS itu jadi laptop pendukung program 600 hari MIR mengangkasa, kan kita juga yang pakai ntar”.
“Wah jenius kamu, Pov. Ayo kita ajukan ke Boss”.
Percakapan di atas didasarkan pada sebuah kisah nyata, meski tentu dibumbui drama. Faktanya, sejarah mencatat bahwa laptop ASUS P6300 merupakan laptop yang terpilih sebagai perangkat pendukung untuk misi di stasiun luar angkasa MIR pada tahun 1998.
(more…)