| |

Talkshow Mengupas Windows 7

Beberapa waktu yang lalu perwakilan Elex Media Yogyakarta menawari saya untuk mengisi acara talkshow di event Kompas Gramedia Fair, Java Mall Semarang dan JEC, Yogyakarta.

Tadinya saya bingung hendak saya isi dengan tema apa, tapi kira-kira sepuluh hari lalu saya mantap mengisinya dengan tema Windows 7, sekaligus membahas buku terbaru saya, 7 Langkah Mudah Menguasai Windows 7. Pada talkshow tersebut saya demokan instalasi dan pengoperasian dasar Windows 7 serta tanya jawab.

Tanggal 30 Januari 2010 saya menuju ke Java Mall, Semarang. Acara talkshow Mengupas Windows 7 di Semarang kurang begitu meriah. Barangkali karena susunan acaranya yang salah. Sebelum talkshow ada acara sulap dan setelah talkshow acaranya adalah lomba vocal group anak-anak TK/SD. Jadilah pas talkshow, audience justru banyak bokap-nyokap yang mengantar anak-anaknya untuk tampil. Nampak sekali mereka ingin talkshow segera bubar supaya anak-anak mereka segera tampil. (doh)

Ada juga sih satu dua orang yang bertanya dan kebanyakan bertanya soal hardware requirement serta keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya. Ada pula yang bertanya soal perbandingan antar versi Windows 7.

Beranjak ke Jogja, talkshow diadakan tanggal 2 Februari 2010 di JEC. Kali ini peserta lebih antusias karena rangkaian acara hari itu kebanyakan memang talkshow, jadi yang datang memang benar-benar serius. (haha)

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukanpun cukup membuat kewalahan. Di samping pertanyaan-pertanyaan standar seperti keunggulan Windows 7 dibandingkan Windows sebelumnya, hardware requirement, versi, ada juga beberapa pertanyaan yang cukup berat.

Bahkan ada juga pertanyaan (komentar sih tepatnya) yang cukup menohok. “Mas, ini terlepas dari pembahasan buku Anda, seharusnya orang-orang pintar seperti Anda *uhuk* bisa menciptakan sistem operasi sendiri, supaya bangsa kita ini tidak terus menerus tergantung pada satu produk, bisa juga untuk penghematan devisa negara”. Modyaaarrrrr (lmao)

Mau njawab apa coba. (rofl) Untung saya ini bukan orang Microsoft. Untung lagi saya ini juga cukup aktif pake sistem operasi “alternatif” seperti Linux. Jadi saya jawab “Membuat sistem operasi sendiri itu tidak semudah membalik telapak tangan pak. Dari sisi teknis mungkin tidak terlalu sulit karena banyak anak bangsa yang jago programming, bahkan juara di berbagai kompetisi. Tapi bagaimana dengan penerimaan pihak lain? Untuk hardware jelas butuh driver. Butuh pula aplikasi yang bisa jalan di atas sistem operasi itu. Lha sedangkan Linux saja yang sudah mendunia hampir tidak bisa mendobrak dominasi Windows”.

Yang jelas tidaklah perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut karena anak bangsa ini juga sudah bisa “menciptakan” distro Linux sendiri, yaitu BlankOn. Rasanya jauh lebih mudah memanfaatkan yang sudah ada dan terbukti mantap ketimbang harus memulai dari nol.

Nah, di luar “insiden” pertanyaan itu, acara talkshow relatif berjalan baik. Di akhir sesi, saya menyelipkan pesan bahwa jika memang suka dengan Windows 7, janganlah membajak, melainkan belilah versi originalnya.

Follow me on social media:

Similar Posts

21 Comments

    1. Kalo merasa kemahalan ya pake Linux. Kalo merasa pake Linux gak nyaman dan lebih nyaman pake Windows, ya bayarlah kenyamanan yang Anda dapatkan itu 😎

    1. Wah, skrinsyutnya belum ada Dut, saya khan gak bisa motret diri sendiri pas talkshow (siul)
      Coba nanti aku minta ke panitia

Leave a Reply

Your email address will not be published.