Anak kecil itu merengut sambil memandang ibunya. Jalannya sudah tertatih-tatih, menandakan keletihan yang luar biasa. Maklum, sudah dua jam mereka mengelilingi sebuah toko fashion, tapi ibunya belum juga menunjukkan tanda-tanda bakal mendapatkan apa yang dicarinya.
“Maaa”, rengek anak kecil itu, “masih mau mencari apa lagi siiih?”.
“Ini lho nak, Mama belum berhasil dapat celana panjang seperti yang Mama cari.
Ada yang ukuran pinggangnya pas, tapi panjangnya kelebihan 10 cm. Kalau ada yang panjangnya pas, masuk ke paha aja kagak muat.
Pas ada yang ukurannya tepat, eh warnanya gak matching”.
Anak kecil itu makin cemberut. “Pokoknya habis ini Mama kudu beliin aku es krim”.
“Iya, iya. Mama janji”.
“Ma, kenapa sih gak beli kain aja terus jahit di mbak yang biasanya itu?”
“Mahal ongkosnya nak, dan Mama butuh cepat, soalnya dua hari lagi mau dipakai.
Lagipula, jahitan mbak itu akhir-akhir ini tidak sebagus yang dulu, sejak dia punya anak.
Anaknya bawel sih, kayak kamu”.
“Iiiiih Mamaaa. Pokoknya beliin aku es krimnya duaaaa!”
(more…)