Di tengah cahaya temaram petang hari, sebuah sore yang indah pada pertengahan dekade 1980an, seorang anak dengan ekspresi tak sabar menunggu kepulangan ayahnya.

Anak itu tahu, sore ini ketika ayahnya pulang, beliau akan membawakannya sebuah game elektronik genggam terbaru. Sang ayah memang seorang pedagang alat elektronik kantor, seperti kalkulator dan mesin ketik, dan game elektronik genggam termasuk di dalamnya.

Ketika deru mobil ayahnya telah terdengar, segera anak itu menghambur keluar, dan menyambut kedatangan ayahnya.

Sang ayah tersenyum ketika turun dari mobil, melihat antusiasme anaknya. Dia tahu, bukan dialah yang sebenarnya disambut, tetapi game elektronik genggam yang ada di tangannya. Tapi toh sang ayah tidak keberatan. Ia bahagia melihat anaknya bersorak kegirangan.

Dengan segera proses unboxing terjadi dan si anak langsung tenggelam dalam keasyikannya bermain game elektronik itu.

Game Elektronik Genggam, Pelopor Gadget Gaming

Sebuah game elektronik genggam pada dekade 1980an hanya menampung satu macam game saja, dengan dua level tingkat kesulitan yang disebut dengan Game A dan Game B. Maklum, saat itu prosesor yang digunakan hanya 4 bit saja, RAM dan ROM-nyapun berkapasitas relatif sangat kecil.

Fungsi lain dari game elektronik genggam itu paling-paling adalah penunjuk waktu dan alarm.

Pada dekade 1990an, popularitas game elektronik genggam berkurang drastis, digantikan oleh game komputer dan konsol.

Namun pada awal tahun 2000an, seiring dengan mulai maraknya penggunaan telepon seluler genggam, game elektronik genggam mulai populer kembali. Tentu saja kali ini bukan dalam bentuk game elektronik yang berdiri sendiri, melainkan berubah wujud menjadi sebuah aplikasi di dalam telepon genggam.

Aplikasi Game Pada Telepon Genggam

Karena berupa sebuah aplikasi di dalam telepon genggam, maka kini game elektronik tak lagi dimainkan hanya oleh mereka yang hobi bermain game, tapi juga oleh mereka yang sejatinya tak terlalu suka bermain game.

Ketika ada waktu luang atau mungkin sedang bosan menunggu, kenapa tidak membunuh waktu dengan bermain game? Toh game-nya ada pada perangkat yang dipakai sehari-hari, tak perlu membeli secara terpisah.

Telepon seluler genggam akhirnya berevolusi menjadi smartphone, sebuah perangkat genggam cerdas yang menyerupai komputer. Otomatis, aplikasi game yang bisa berjalan di atasnya pun mengalami perubahaan yang radikal.

Dahulu, tampilan game elektronik menggunakan layar LCD berukuran kecil dan berteknologi kuno, menampilkan segmen-segmen berwarna hitam saja. Audionya hanya berupa suara monophonic.

Saat game elektronik menjelma di dalam telepon seluler genggam, LCD yang digunakan masih berukuran kecil tapi sudah lumayan karena berupa dot matrix, audionya juga sudah ada yang polyphonic.

Kini, di dalam sebuah smartphone, aplikasi game bisa memiliki tampilan grafis dan audio yang memukau. Benar-benar sebuah komputer mini.

Rindu Gadget Gaming

Hanya saja, kadang-kadang manusia itu aneh. Perkembangan game sudah sedemikian modern tapi malah kemudian merindukan game elektronik genggam seperti zaman dulu.

Sebenarnya kerinduan ini bukan karena ingin mundur lagi ke teknologi kuno, tapi rindu akan kenikmatan bermain game pada sebuah perkakas genggam.

Lho, bukannya tampilan grafis dan audio yang memukau tersebut sudah memberi kenikmatan tersendiri? Di satu sisi memang benar, tapi bagaimanapun smartphone adalah produk yang dirancang untuk digunakan oleh orang banyak, sehingga kebanyakan fiturnya tidak dioptimasi untuk gaming. Bahkan pada smartphone flagship sekalipun.

Beberapa kekurangan smartphone biasa saat digunakan untuk bermain game di antaranya adalah flickering (gambar patah-patah), tidak responsif, lambat, dan panas.

Kombinasi berbagai hal tersebut membuat bermain game jadi tidak nyaman, sulit menang, dan mudah emosi. Padahal game elektronik genggam yang dimainkan oleh si anak yang diceritakan di awal artikel tadi, memberikan sukacita yang begitu besar.

Smartphone Dengan Rancangan Gaming

Nah, untuk mendapatkan pengalaman bermain game yang membawa sukacita dan damai sejahtera, dibutuhkan sebuah smartphone yang dirancang secara khusus untuk gaming. Bicara smartphone gaming, sudah pasti nama ROG Phone akan disebut, saking identiknya smartphone tersebut dengan dunia gaming.

Apalagi, ASUS baru saja meluncurkan generasi ketiga dari ROG Phone, yang disebut dengan ROG Phone 3.

Apa saja yang membuat ROG Phone, khususnya ROG Phone 3, begitu mumpuni untuk urusan gaming?

Prosesor Kelas PC

Sebuah smartphone gaming tentu dituntut untuk dapat menjalankan game-game terkini. Tuntutan tersebut bisa dipenuhi jika smartphone menggunakan prosesor yang powerful.

ROG Phone 3 tentu sangat memenuhi syarat karena diperkuat dengan Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform, prosesor mobile paling powerful saat ini. Bahkan dengan bangga, ROG Phone 3 menyatakan bahwa dialah smartphone pertama yang menggunakan prosesor ini.

Prosesor ini bukan hanya mumpuni soal komputasi saja, tapi juga dibangun dengan konstruksi khusus gaming yaitu Snapdragon Elite Gaming.

Dengan diperkuat Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform ini, ditambah dengan Snapdragon Elite Gaming-nya, seluruh potensi gaming ROG Phone 3 bisa tergali sehingga game apapun akan berjalan maksimal.

Snapdragon Elite Gaming akan membawa pengalaman kamu bermain game naik ke level yang lebih tinggi. Dengan ROG Phone 3, bahkan tanpa menggunakan aksesoris apapun, kamu akan merasa “tenggelam” ke dalam area permainan.

Visualisasi dan audio akan terasa begitu megah, sehingga seolah-oleh menyeret lingkungan sekitar kamu untuk masuk ke dalamnya. Pengalaman seperti inilah yang disebut dengan immersive gaming.

Maka wajar apabila prosesor Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform ini dikatakan sebagai prosesor sekelas PC.

Hanya saja, karena jaringan 5G belum tersedia di Indonesia, maka fitur jaringan 5G-nya mungkin belum bisa dinikmati saat ini. Namun begitu nanti jaringan 5G ini siap di Indonesia, maka ROG Phone 3 bakal langsung bisa menikmatinya.

Visualisasi Terbaik

Saat bermain game, kamu pasti menginginkan tampilan visual game yang mulus. Tampilan visual yang mulus ini akan membantu pemain game untuk bisa berkonsentrasi ke game yang dimainkan, tidak terdistraksi oleh adanya visual yang buruk atau bahkan patah-patah.

ROG Phone 3 bakal memberikan pengalaman visual terbaik bagi penggunanya saat bermain game.

Selain berkat prosesor grafis Adreno 650 yang menjadi bawaan Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform, juga karena layar ROG Phone 3 memiliki refresh rate 144Hz.

Refresh rate 144Hz itu berarti dalam satu detik ada 144 pergantian gambar, bahkan lebih cepat daripada kedipan mata kita. Jadi kita tidak ada pernah “menyadari” adanya pergantian gambar, itulah yang membuat visualisasi yang ditampilkan layar ROG Phone 3 sedemikian halus.

Layar ROG Phone 3 juga memiliki touch latency 25 milidetik. Apa artinya? Artinya, respon layar ini begitu cepatnya, sehingga ketika diketuk, hanya 25 milidetik saja yang dibutuhkan oleh layar untuk merespon ketukan ini dan mengeksekusi perintah sesuai ketukannya.

Buat bermain game tembak-tembakan, hal ini menjamin kemenanganmu karena kamu bakal menembak lebih cepat dari bayanganmu sendiri.

Oh ya, dan jangan lupa, area layar ROG Phone 3 ini penuh, tidak didiskon oleh poni, jerawat, atau lubang kecil di atas layar, jadi makin menyempurnakan pengalaman visual bermain game.

Sisi visual tentu tak akan lengkap tanpa adanya sisi audio. Untuk urusan audio, ASUS menggandeng Dirac untuk menghadirkan kualitas audio yang mantap bagi ROG Phone 3.

Begitu mantapnya audio ini, sehingga menghasilkan skor yang sangat tinggi pada benchmark yang dilakukan oleh DXOMark, yaitu 75.

Bermain Tanpa Terganggu

Pas tegang-tegangnya bermain game, pertempuran di level terakhir, tinggal pencet tembak untuk mengalahkan lawan, tiba-tiba … pet. Layar mati. Baterai habis.

Sungguh mengharukan, bukan?

Percayalah, hal tersebut tidak akan terjadi jika menggunakan ROG Phone 3 karena baterainya berkapasitas 6000 mAh. Baterai monster ini bakal sanggup memenuhi kebutuhanmu bermain game untuk jangka waktu lama.

Kalaupun toh habis, kamu bisa mengisi ulang dengan cepat menggunakan charger berdaya 30 Watt dengan teknologi pengisian Power Delivery. Charger ini mampu mengisi ulang baterai dari kosong hingga 75% hanya dalam waktu 46 menit saja.

Pas mengisi ulangnya, tersedia port baik di bawah maupun di sisi kiri ROG Phone 3, sehingga kamu bisa memilih akan mengisi ulang dengan posisi portrait atau landscape, tergantung game yang saat itu lagi dimainkan. Jadi bisa ngecharge sambil tetap bermain.

Kalau kamu sudah sangat yakin akan bermain game dalam waktu yang sangat lama, ROG Phone 3 juga bisa diatur agar arus dari charger langsung memberi daya ke sistem, tidak menuju ke baterai (bypass charging). Jadi selama bermain, kabel charger itu nancap terus, tanpa memberi efek buruk jangka panjang ke baterainya.

Sahabat Para Gamer

Pada masa game elektronik genggam, semua fungsi dan desain body game elektronik tersebut memang ditujukan untuk bermain game.

Sebuah smartphone, karena hampir seluruh bagian depan body-nya adalah layar sentuh, maka berbagai kontrol terhadap aplikasi yang dijalankan diletakkan di dalam layar sentuh tersebut.

ROG Phone 3 sebagai sebuah smartphone, tentu juga memiliki desain yang sama. Tombol tambahan yang ada pada body digunakan sebagai tombol power dan volume. Tentu saja riskan jika tombol tersebut dimanfaatkan untuk kontrol game.

ASUS memiliki ide brilian dengan menambahkan sensor pada bagian atas kiri dan atas kanan (posisi landscape, kamera di kiri) yang disebut dengan AirTrigger.

AirTrigger tersebut memiliki berbagai gestur yang bisa diatur melalui aplikasi khusus yang disebut dengan Game Genie. Kamu bisa menekan (tap), menggeser (swipe maupun slide), mengatur agar sebuah AirTrigger seolah terdiri dari dua buah tombol (seperti tombol volume), dan lain-lain.

Dengan AirTrigger, kontrol terhadap sebuah game menjadi semakin kaya dan tidak melulu mengandalkan kontrol yang ada di layar. Kamu akan selalu selangkah lebih maju dibandingkan lawan mainmu.

Berbagai aksesoris juga tersedia untuk meningkatkan pengalaman bermain game ke level lebih tinggi. Contoh aksesoris yang tersedia antara lain adalah pendingin tambahan untuk menjaga agar sistem lebih stabil, Kunai GamePad yang memberikan tambahan kontroller fisik, TwinView yang membuat ROG Phone 3 jadi memiliki dua layar, dan berbagai aksesoris lainnya.

Ini semua disediakan oleh ROG Phone 3 karena ia adalah sahabat bagi para gamer.

Sahabat Semua Orang

Dengan spesifikasi dan berbagai aksesoris yang dimilikinya, ROG Phone 3 berpotensi menjadi sahabat semua orang, bukan hanya sahabat bagi gamer saja.

Berbagai komponen yang digunakan oleh ROG Phone 3 toh juga digunakan oleh smartphone lain, jadi pastinya ada hal-hal yang bisa dimaksimalkan oleh pengguna non gamer dari ROG Phone 3 ini.

Jadi kalau kamu pengguna smartphone non gamer, coba pejamkan mata sejenak, bayangkan kalau ROG Phone 3 itu tidak memiliki embel-embel “gaming”. Apa yang terkuak di situ? Sebuah smartphone flagship kan?

Kamera

Dari tadi sektor kamera belum sempat dibahas. Maklum, bagi seorang gamer, fitur kamera toh sebenarnya tidak penting-penting amat.

Namun bagi seorang pengguna non gamer, kamera pastilah jadi salah satu pertimbangan saat hendak membeli smartphone.

Nah, untunglah ROG Phone 3 memiliki kamera yang tidak kalah dengan smartphone non gaming lainnya. Malahan fiturnya tergolong lengkap.

Kamu bisa mengambil foto dengan efek bokeh, panorama, dan juga makro. Tersedia juga mode manual untuk mengambil foto dengan “rasa” profesional.

Hal yang sama juga berlaku untuk video, karena tersedia fitur slow motion, time lapse, motion tracking, serta mode manual.

Tidak banyak lho smartphone non gaming yang memiliki mode kamera selengkap ini.

Refresh Rate 144 Hz

Refresh rate layar tinggi, di atas 120 Hz, ternyata tidak hanya bermanfaat buat gamer. Pengguna non gamer juga akan sangat dimanjakan dengan visual yang halus berkat refresh rate tinggi ini, walaupun mungkin mereka tidak terlalu merasakannya.

Kehalusan visual yang ditawarkan oleh refresh rate tinggi ini akan sangat bermanfaat ketika kamu melakukan scroll (menggulung layar) untuk aplikasi yang menggunakan model timeline, misalnya Twitter, Instagram, dan Facebook.

Saat kamu “berjalan” di timeline dengan scroll layar, teks dan gambar yang naik/turun akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan layar yang refresh rate-nya rendah.

Mereka yang aktif di media sosial, bahkan mungkin memiliki penghidupan melalui media sosial, tentu akan dimanjakan dengan fitur ini dan membuat mereka lebih betah.

Performa Kencang

Semua pengguna smartphone pasti akan sangat senang memiliki smartphone yang performanya kencang, jadi bukan gamer saja.

Pekerjaan apapun yang dikerjakan dengan smartphone berperforma kencang pastilah akan lancar.

Beberapa pekerjaan tertentu sebenarnya lebih nyaman jika dilakukan menggunakan laptop, tapi misalnya dalam keadaan darurat, smartphone toh juga bisa digunakan.

Misalnya saja saat bepergian keluar kota dan tidak membawa laptop, mendadak teringat ada slide presentasi yang harus disubmit. Keluarkan saja ROG Phone 3 dan buatlah slide presentasi tersebut.

Layarnya yang lebar dengan diagonal 6,59 inci tentu akan sangat mempermudah pembuatan slide tersebut.

Menikmati hiburan dengan ROG Phone 3 juga pasti sangat asyik, apalagi layar dan audionya begitu mumpuni.

Baterai Besar

Buat mereka yang memiliki mobilitas tinggi, menggunakan smartphone yang kapasitas baterainya kecil tentu bakal menyusahkan. Wajar apabila mereka cenderung memilih smartphone yang memiliki kapasitas baterai besar.

Dengan kapasitas baterai 6000 mAh, ROG Phone 3 merupakan salah satu smartphone dengan kapasitas baterai terbesar yang tersedia di pasaran. Jadi tidak salah jika ROG Phone 3 digunakan oleh orang-orang yang mobilitasnya tinggi, meskipun mereka tidak bermain game. Apalagi proses isi ulangnya tergolong cepat.

Aksesori

Berbagai aksesori yang tersedia sangat mungkin menjadi alasan bagi pengguna non gamer untuk memilih ROG Phone 3.

Misalnya, ROG Phone 3 memiliki mobile desktop dock yang bisa menyulapnya menjadi PC. Dengan dock tersebut, ROG Phone 3 bisa dihubungkan dengan layar monitor dan keyboard eksternal.

Aksesori ini memang sangat bermanfaat buat para gamer, tapi jelas juga bakal sangat bermanfaat buat pengguna non gamer.

Misalnya seperti yang saya ceritakan tadi, ada yang membuat slide presentasi dengan ROG Phone 3 saat sedang dalam keadaan mobile. Nah, ketika tiba di rumah, dia bisa melanjutkan pembuatan presentasinya dengan menggunakan dock tersebut, seolah-olah menggunakan PC, sehingga lebih nyaman.

Spesifikasi ROG Phone 3

Processor 3.1 GHz Qualcomm® Snapdragon™ 865 Plus 5G Mobile Platform with 7nm, 64-bit Octa-core Processor
GPU Qualcomm® Adreno™ 650
UI Android™ 10 with ROG UI
Display 6.59” 19.5:9 2340×1080 (391ppi) 144Hz/1ms AMOLED HDR10+ certified; 270Hz touch sampling rate, 25ms touch latency; 650nits HBM brightness & 1000 nits peak brightness, 113% DCI-P3 Delta E average <1%; 1.07 billion colors; 1,000,000:1 contrast ratio; Front 2.5D Corning® Gorilla® 6 Glass; TÜV Low Blue Light (Hardware Solution) and Flicker Reduced certifications for eye comfort; Capacitive touch panel with 10 points multi-touch (supports Glove touch)
Memory/Storage LPDDR5/UFS3.1 8GB/128GB 12GB/256GB
SD storage no SD-card reader; NTFS support for external HDD
Sensor Accelerator, E-Compass, Proximity, Hall sensor*2, Ambient light sensor, in-display fingerprint sensor, Gyro, Ultrasonic sensors for AirTrigger 3 and grip press
Main Rear Camera 64MP SONY IMX686 sensor, 0.8 µm pixel size – Quad Bayer technology with 16MP, 1.6 µm large effective pixel size, F1.8, 1/1.7” sensor, 2×1 OCL PDAF, LED flash
Second Rear Camera 13MP, 125˚ ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction, 11mm equivalent focal length in 35mm film camera
Third Rear Camera 5MP Macro, F2.0
Front Camera 24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0, 27mm equivalent focal length in 35mm film camera
Video Recording 8K (7680 by 4320) @ 30 fps (main rear camera) 4K (3840 by 2160) @ 30/60 fps (main rear camera), @ 30 fps (second rear camera) 1080p @ 30/60 fps; 720p @ 30 fps 3-axis electronic image stabilization for rear cameras Time Lapse (4K) Slow Motion video (4K @ 120 fps; 1080p @ 240/120 fps; 720p @ 480 fps) Take still photo while recording video
Speaker Dual front-facing speakers with GameFX & Dirac HD Sound 7-magnet stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio Output Hi-Res audio 192kHz/24-bit standard (USB-C™ output) that is 4 times better than CD quality GameFX audio system for improved in-game audio experience New AudioWizard with multiple listening profiles tuned by Dirac
Microphone Quad microphones with ASUS Noise Reduction Technology
Wireless Technology WLAN 802.11a/b/g/n/ac/ax 2.4 & 5GHz and Wi-Fi 6 2×2 MIMO, Bluetooth 5.1 Wi-Fi Direct support
Navigation GNSS support GPS(L1/L5), Glonass(L1), Galileo(E1/E5a), BeiDou(B1/B2a), QZSS(L1/L5) and NavIC(L5)
SIM Cards Dual SIM dual standby Slot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card 5G+4G or 4G dual SIM dual standby support
Data rate Support EN-DC(6DL+FR1, 4DL+2FR1) FR1: DL up to 4.4Gbps / UL 542Mbps LTE 6CA DL Cat20 up to 2.0Gbps / UL Cat13 up to 150Mbps DC-HSPA+: DL 42Mbps / UL 5.76Mbps 4×4 MIMO and CA with 4×4 MIMO support
Bands 5G (Bands N1, N2, N3, N5, N28, N41, N66, N71, N77, N78, N79)
FDD-LTE (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 66, 71)
TD-LTE (Bands 34, 38, 39, 40, 41, 42, 48)
WCDMA (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 19)
EDGE/GPRS/GSM (850, 900, 1800, 1900MHz)
CDMA (Bands BC0) (CN and HK only)
TD-SCDMA (Bands 34, 38) (CN and HK only)
Interface Side-port: 48 pin Customized/Type C connector USB3.1 gen2/DP 1.4(4K)/Fast Charging (QC3.0+QC4.0/PD3.0) / Direct Charge Bottom-port: Type C connector USB2.0/Fast Charging (QC3.0/PD3.0)/Direct Charge
NFC Support (Card mode support in power off)
OS Android™ 10
Battery 6.000mAh
Charger Output: 10V 3A, supports up to 30W QC4.0 / PD3.0 / Direct Charge adapter
Dimensions 171mm, 78mm, 9.85mm
Weight 240 grams
 

Harga ROG Phone 3 adalah sebagai berikut:

  • Varian 8/128 dengan bundling Aero Case, harganya Rp9.999.000
  • Varian 12/256 dengan bundling AeroActive Cooler dan Aero Case, harganya Rp14.999.000

Follow me on social media:
Categories: Gadget

5 Comments

Rahman · 03/11/2020 at 6:34 pm

Gila banget sih si ROG Phne 3 ini. Soal spek, kualifikasi sama eksekusi buat final productnya gaming banget dah. Memang sebuah gadget yang disegmentasi untuk gamer dan benar-benar memenuhi kebutuhan dan hal yang diperlukan oleh seorang gamer. What a phone!!

Uci · 03/11/2020 at 10:28 pm

jadi makin kepengen punya ROG Phone 3 , anakku seneng bgt nih pastinya pake ROG Phone 3 buat main game, semoga kesampean

Ghina · 04/11/2020 at 2:18 pm

Yg pertama dikagumi nih spek batrenyaaa, gilaaa ini sampe 6000 yaaa. Pasti bakalan awet banget . Jadi pas main game nggak merasa keganggu yaaa.. Puas main daah

Sintia Astarina · 05/11/2020 at 9:40 pm

Ya ampuunn aku udah lama banget gak main game, baik itu di HP maupun komputer! Jadi kangeenn haha

Massaputro Delly TP. · 09/11/2020 at 9:36 am

Eh … baru tahu ada gadget ini. Perlu di coba sebagai gamer … :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *