Gempa, Dua Tahun Berselang Review Singkat Fedora 9
May 08 28

Judul posting ini adalah tema workshop yang saya bawakan di Palembang. Saya memang bukan seorang yang advanced di bidang virus, tapi boleh dibilang komputer saya nyaris tidak pernah terinfeksi virus walaupun tentu saja saya tetap tidak berani ambil resiko telanjang tanpa anti virus sama sekali. Begitupun, anti virus saya juga nyaris tidak pernah “berteriak” memberi peringatan bahwa ada virus ngendon di PC saya. Jadi yang saya bagikan di workshop tersebut adalah “perilaku sehat” berkomputer sehingga meminimalisir kemungkinan terinfeksi virus.

Berikut ini adalah hal-hal yang saya bahas di workshop tersebut.

  • Gunakan Limited Account. Secara default, user di Windows selalu bersifat Administrator. Buatlah user baru yang bersifat limited dan gunakan itu untuk pekerjaan sehari-hari. Jika hendak melakukan administrasi sistem, barulah gunakan Administrator.
  • Non-aktifkan makro yang didukung oleh perangkat lunak Office.
  • Hati-hati dengan email yang mengandung attachment, apalagi yang memiliki subjek menggiurkan seperti “Foto artis X tanpa sehelai benangpun”.
  • Non-aktifkan fitur Autorun, mulai dari yang paling sederhana dengan menekan tombol Shift hingga menyunting registry.
  • Sering-sering memeriksa service yang berjalan di latar belakang.
  • Tampilkan file type (ekstensi nama file).
  • Jika menggunakan Windows Explorer, biasakan membuka folder dengan mengklik folder tree di kolom sebelah kiri, bukan dengan klik ganda folder di kolom kanan.

Walaupun sudah sangat berhati-hati, tetap saja potensi terinfeksi virus itu ada. Jika ingin benar-benar bebas virus, gunakan saja Linux … atau Mac. :mrgreen:

8 Responses to “Membangun PC Kebal Virus Tanpa Anti Virus”

  • 1
      stwn Says:

    budaya tersebut jarang bisa ditemui pada pengguna biasa pak, jadi lebih baik gunakan sistem yang relatif lebih aman dari virus

    jika tetap ingin menggunakan sistem yang rentan virus haruslah dipupuk budaya yang disebut pak yahya atau sedapat mungkin ada orang lain di dekatnya yang mengerti soal ini :-)


  • 2
      abah oryza Says:

    santun ber komputer atau ber linux, gitu intinya yah pak?


  • 3
      Yahya Kurniawan Says:

    #1
    Yah, itulah susahnya. Mudah-mudahan dengan workshop tersebut dan dengan posting ini, makin banyak yang sadar untuk “berperilaku sehat” dalam berkomputer.

    #2
    Setuju, termasuk juga harus santun dalam berbagai perkara yang lain :)


  • 4
      herman saksono Says:

    jangan pake warez, apalagi yang didapat dari astalavista.box.sk

    itu banyak racunnya


  • 5
      NgadimanTjokrodimedjo Says:

    settujuuuuu….. Pak…, Bu…..! nggiiih……..


  • 6
      acmal Says:

    setuju juga deh …. :D


  • 7
      viki Says:

    ho’oh


  • 8
      Yuli Says:

    Wah…kemaren tak sharingkan di kampus, temen2 banyak yang tanya….dan banyak yang gak kejawab….keliatan bego jadinya


  • Leave a Reply