Lolliflash, Lampu Blitz Seperti Permen Lolli

Bagi sebagian orang, kamera bawaan hape sudah cukup menggantikan kamera digital, walaupun bagi sebagian orang tertentu selalu menimbulkan pertanyaan, cukupkah saya pake kamera hape atau tetap perlu kamera digital?

Buat kamu yang cukup puas dengan kamera hape karena toh sekarang kualitasnya juga sudah bagus, ada mainan baru yang bisa disematkan pada hape untuk menambah efek visual pemotretan, yaitu Lolliflash, persembahan ASUS.

Apa itu Lolliflash? Gampangnya, Lolliflash itu lampu flash atau sering disebut lampu blitz dan bentuk fisiknya memang seperti permen lolli. Dan tidak berarti harus digunakan pada Android Lollipop karena bisa digunakan pada semua jenis hape.

Asus Lolliflash

Gimana cara pakainya?

(more…)

Pertolongan Pertama Pada Masalah Zenfone (dan Android)

Beberapa kali saya menulis tentang Zenfone (baik Zenfone 5 dan Zenfone 2) di blog ini, ternyata mendapatkan tanggapan yang positif namun juga cukup banyak yang melaporkan masalah yang mereka alami dengan Zenfone mereka. Malahan ada yang bertanya masalah Zenfone dari spesies yang lain seperti Zenfone 4, 4S, dan 4C, juga Zenfone 6.

Bukan berarti Zenfone itu produk yang bermasalah karena sebagian besar keluhan yang masuk ke sini nyatanya tidak saya alami. Saya juga mohon maaf bila tidak semua permasalahan yang terjadi bisa saya jawab/tanggapi karena sebenarnya saya ini juga pengguna biasa.

Hanya saja, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertolongan pertama untuk masalah-masalah yang relatif ringan, misalnya kamera tidak fokus, sinyal naik turun, persentase baterai masih 20% kok sudah mati, dan lain-lain, pokoknya sepanjang Zenfone masih bisa dioperasikan. Dan beberapa tips berikut barangkali bisa juga diterapkan untuk ponsel Android yang lain, bukan hanya Zenfone saja.

(more…)

ZenPower, Power Bank Imut Dari Asus

Sebenarnya masalah anak muda paling krusial saat ini bukan soal sudah punya pacar atau belum, namun soal kebutuhan akan daya yang begitu tinggi (untuk mengisi ponselnya), hehehe. (upss) Becanda ding. Kalo soal daya untuk ngecas ponsel mah, hampir semua orang juga butuh.

Solusi paling mudah, selain bawa charger dan sambungan kabel listrik ke mana-mana, adalah membawa power bank. Cuma kadang power bank ini juga bikin masalah tersendiri karena makin besar kapasitas dayanya, ukuran serta bobotnya juga makin besar.

Nah, power bank ZenPower produksi Asus ini setidaknya akan mereduksi masalah ukuran serta bobot karena hanya berukuran 9,1 x 5,7 cm (kira-kira sebesar kartu kredit) dan tebalnya hanya 2,2 cm (sedikit lebih kecil daripada diameter uang koin Rp 1.000). Bobotnya hanya 215g saja. Sebagai pembanding, Asus Zenfone 2 bobotnya 170g.

Meski imut begitu, kapasitas daya yang dikandungnya tidak main-main, 10050 mAh!

Sekarang saatnya pembuktian kemampuan si imut ini, apakah “imut” juga seperti penampakannya atau sebaliknya?

(more…)

Review Asus Zenfone 2 ZE551ML

Sudah 10 harian ini saya pegang Asus Zenfone 2 dan saatnya menuliskan kesan terhadap gawai baru saya ini. Saya akan bagi review ini dalam beberapa kategori dan bila ada hal-hal yang mungkin belum tercakup di tulisan ini, akan saya sambung di tulisan yang lain. Ya kira-kira sama seperti yang Zenfone 5 dulu itu lah, ada beberapa tulisan di blog ini. Atau barangkali ada request untuk mereview hal-hal tertentu (kalau saya sanggup ya, hehehe).

OK, tanpa panjang lebar, inilah dia.

(more…)

Unboxing Zenfone 2

Sudah pada tahu khan ya kalo hari Senin sampai Rabu (20-22 April 2015) lalu saya ada di Jakarta, menghadiri acara launching Zenfone 2? Nah kalau belum tahu saya kasih tahu sekarang. (upss)

Jadi karena Asus Zenfone 4, 5, dan 6 sukses di pasar Indonesia, hanya dalam 1 tahun sudah masuk ke jajaran 3 besar hape terlaris, maka Asus mengadakan acara launching lagi untuk Zenfone 2. Saya yang punya andil dalam suksesnya Zenfone tentu saja diundang. :p

Acara launchingnya sih meriah tapi rasanya gak perlu diceritakan deh ya, wong ya sama sajalah pasti dengan acara lain sejenis. Yang penting nih, saya dapat kesempatan menjadi salah satu yang pertama menikmati Zenfone 2.

Tidak seperti Zenfone 4, 5, dan 6 yang angkanya menunjukkan ukuran layarnya, Zenfone 2 tidak begitu. Ya jelaslah, masa hape cuma 2 inchi. (lmao) Zenfone 2 dirilis dalam 4 varian.

(more…)

Melakukan Video Call Dengan Zenfone

Salah satu hal yang relatif sering ditanyakan di blog ini adalah “bagaimana melakukan video call dengan Zenfone?”

Ya, Zenfone memang tidak dilengkapi dengan aplikasi default untuk panggilan video seperti halnya panggilan suara dengan GSM. Itu yang kadang menimbulkan keraguan, bisa gak sih Zenfone digunakan untuk melakukan video call?

Tapi bisa kok, jangan khawatir. Memang bukan dengan aplikasi built-in seperti untuk panggilan suara dengan GSM tapi dengan menggunakan aplikasi tambahan.

Terus gimana?

(more…)

Bekerja Dengan Asus Transformer Pad

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah cerita banyak tentang tablet hybrid yang sepertinya bakal makin populer karena memiliki kelebihan dibandingkan tablet biasa. Salah satu kelebihan tersebut adalah kemudahan penggunaan saat hendak dipakai bekerja. Dan tablet pilihan saya, Asus Transformer Pad TF103CG, sangat menyenangkan digunakan untuk bekerja.

Tentu harus disepakati dulu batasan kata “bekerja” ini. Yang paling masuk akal adalah pekerjaan kantoran seperti pembuatan dokumen atau pengolahan spreadsheet. Agaknya kurang masuk akal bila tablet “dipaksa” untuk mengolah foto atau render 3D. Apalagi, ingat lho, ini tablet Android.

Nah, untuk melakukan pekerjaan kantoran, ada beberapa aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, misalnya Google Docs, Polaris Office, Office Suite, Docs To Go, hingga yang paling populer, Microsoft Office Mobile. Baru-baru ini malahan dirilis pula Microsoft Word for Tablet, Microsoft Excel for Tablet, dan PowerPoint for Tablet.

Microsoft Office Mobile for Android Tablet

(more…)

Asus Transformer, Tablet Hybrid Kelas Wahid

Apa yang sering dikeluhkan orang dari sebuah tablet, khususnya yang berukuran besar (9-11 inchi)? Mungkin ada beberapa namun salah satunya bisa dipastikan adalah rasa kikuk ketika hendak menginputkan teks.

Mau mengetik dengan 10 jari kok ya gak nyaman, mau ngetik pake satu jari kok jarak tuts rasanya kejauhan, atau mungkin bisa “sebelas” jari (tau khan maksudnya) tapi itu berarti tabletnya harus diletakkan di atas meja atau dipangku.

Lalu timbul kesan bahwa tablet hanya cocok untuk main game doang.

Mungkin itulah yang menyebabkan penjualan tablet relatif stagnan akhir-akhir ini, bahkan cenderung turun, sementara notebook ditengarai justru naik lagi penjualannya.

Lalu untuk mengakali hal tersebut, mulai ada produsen tablet yang kemudian membuat terobosan dengan memproduksi tablet hybrid, ya tablet ya notebook. Jadi layar notebooknya bisa dilepas dan menjadi tablet. Atau tablet yang diberi tambahan berupa keyboard yang bisa dipasang dan dilepas.

Salah satu produk tablet hybrid (atau ada pula yang menyebutnya tablet 2-in-1) yang tersedia di pasar Indonesia adalah Asus Transformer Pad TF103CG.

Asus Transformer Pad TF103CG

Seperti yang sudah-sudah, saya beruntung bisa menjajalnya. (upss) Inilah kesan saya terhadap Asus Transformer Pad TF103CG ini.

(more…)