Blog

  • Telkom Xsight, Teman Menghadapi Tantangan di Era Digital

    Telkom Xsight – Di era sekarang, saat kompetisi sedemikian ketat, mereka yang mampu mengambil keputusan paling tepat dalam menentukan langkah ke depan, dialah (atau merekalah) yang akan mampu bertahan paling lama atau paling jauh.

    Pengambilan keputusan yang baik tentunya bukan sekadar mengandalkan intuisi saja, meskipun memang kadang intuisi juga punya andil.

    Namun secara ilmiah, tentunya diperlukan data yang memadai agar nantinya keputusan yang diambil merupakan keputusan yang paling tepat.

    Nah, apalagi jika keputusan yang hendak diambil ini adalah keputusan bisnis, yang bakal menentukan jalannya roda bisnis ke depan serta berpengaruh pula pada hajat hidup orang banyak (minimal mereka yang terlibat di bisnis tersebut).

    Untungnya, perkembangan teknologi yang ada sekarang ini memungkinkan para pengambil keputusan untuk melakukan tugasnya dengan lebih baik dan akurat.

    (more…)

  • ASUS X555QG, Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Review ASUS X555QG – Tanpa harus melihat data statistik, mudah untuk menduga bahwa era komputer desktop telah mendekati masa akhir. Kini orang lebih suka menggunakan notebook atau laptop untuk menggantikan komputer desktop.

    Bahkan jika selama ini perkantoran dianggap sebagai pihak yang setia menggunakan komputer desktop, nyatanya tidak lagi. Perkantoranpun kini cenderung memilih notebook sebagai alat bantu kerja utama.

    Bagaimana dengan gamer? Ya, gamer memang cenderung masih memilih menggunakan komputer desktop, hanya saja belakangan ini mulai banyak bermunculan notebook yang dirancang untuk bermain game dan nampaknya cukup diterima pasar.

    Berhubung bakal digunakan untuk kerja keras, apalagi statusnya “pengganti komputer desktop”, tentu dibutuhkan laptop yang mumpuni. Salah satu notebook yang memenuhi kriteria tersebut adalah ASUS X555QG, laptop handal untuk kerja dan game.

    Nah, seperti biasa, saya kedatangan tamu dan tamunya ya ASUS X555QG yang akan dibahas ini. Berikut adalah kesan saya ketika mencoba ASUS X555QG ini selama beberapa hari.

     

    Desain

    Sebagai produk ASUS, X555QG ini memiliki corak desain yang senada dengan notebook ASUS lainnya. Yang langsung nampak adalah bagian belakang layar monitor yang memiliki corak ZenCircle. Selain mempercantik tampilan, corak lingkaran tersebut akan menambah “grip” ketika laptop dibawa dalam keadaan tertutup.

    Ketika dibuka, nampaklah bahwa laptop ini memiliki deretan keyboard yang mirip susunan keyboard untuk komputer desktop, lengkap dengan numpad di sisi kanan.

    ASUS X555QG

    Touch pad X555QG cukup lebar sehingga memudahkan untuk melakukan navigasi. Letaknya juga tidak pas di tengah notebook melainkan menyesuaikan posisi tengah keyboard QWERTY sehingga mengurangi potensi terpencet secara tak sengaja ketika mengetik.

    Keyboardnya meski nampak kecil, namun bagian QWERTY-nya memiliki ukuran yang sama dengan ukuran keyboard desktop, sehingga mengetik dengan laptop ini sama sekali tidak menimbulkan kesan canggung.

    Dari penampakannya, laptop ini nampak kokoh, kekar berisi. Dan memang penampakannya itu tidak “menipu” karena laptop ini relatif berat. Bobotnya mencapai 2.2 kg.

    Mungkin hal ini akan dianggap sebagai suatu kelemahan namun perlu diingat, mobilitas bukanlah hal yang menjadi nilai jual laptop ini. ASUS X555QG kemungkinan besar akan lebih banyak digunakan oleh pekerja kantoran ataupun gamer amatir yang cenderung tingkat mobilitas relatif kecil.

    Mereka hanya akan membawa laptop dari rumah ke tempat kerja atau ke tempat bermain game dan setelah sampai, mereka akan menggunakan laptop tersebut dalam jangka waktu relatif lama, bahkan mungkin hingga waktunya pulang dan membawa laptop tersebut kembali ke rumah.

     

    Tampilan Layar

    ASUS X555QG memiliki bentang layar sebesar 15.6 inci dengan resolusi 1366×768 pixel. Resolusi ini tergolong mainstream karena kebanyakan laptop memiliki resolusi sebesar itu. Namun soal kejernihan layar, laptop ini mampu menampilkannya dengan baik. Ketika saya coba untuk memutar video, detil yang ditampilkan sungguh luar biasa. Video 4K juga dapat diputar dengan baik.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Itu semua berkat dukungan prosesor grafis AMD Radeon™ R6 M435DX Graphics yang disematkan pada laptop ini. Jadi apapun tugas yang hendak diberikan terhadap laptop ini, entah itu untuk pekerjaan kantor atau bermain game, layar monitor ASUS X555QG siap melayani.

    Barangkali yang sedikit mengganggu adalah bila laptop digunakan saat berada di luar (outdoor) atau di ruangan yang mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber penerangan karena pantulan bayangan melalui layar monitor relatif jelas terlihat.

     

    Audio

    Dengan tampilan layar yang memukau, tentu akan timpang bila tak diimbangi dengan audio yang berkualitas pula. Nah, laptop ini diperkuat dengan teknologi audio khas ASUS, yaitu Sonic Master yang tak perlu diragukan lagi kualitasnya.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Cobalah untuk memutar video sebuah konser dari band tertentu, dijamin kamu akan berasa datang sungguhan ke konser tersebut. Tentunya bila laptop ini kamu gunakan untuk bekerja, kamu harus bertoleransi dengan orang yang duduk di sebelah dengan tidak menyalakan audio keras-keras.

    Oh ya, sayangnya ASUS X555QG tidak dilengkapi dengan tombol volume fisik seperti halnya seri ZenBook. kamu harus menggunakan kombinasi tombol Fn+F11 untuk mengecilkan volume dan kombinasi tombol Fn+F12 untuk mengeraskan volume.

     

    Port

    Karena laptop ASUS X555QG ini dirancang untuk menggantikan komputer desktop, maka ASUS memperlengkapinya dengan port yang cukup banyak. Di sisi kiri ada port RJ 45 untuk terkoneksi dengan LAN, lalu ada port VGA dan HDMI untuk memperluas tampilan layar ke layar yang lebih besar atau projektor, plus 2 buah port USB 3.0.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Di sisi kanan tersedia port USB 2.0, combo audio jack, dan card reader. Selain itu, satu hal yang tidak nampak secara fisik adalah koneksi Bluetooth.

    Laptop Handal Untuk Kerja dan Game

    Pekerjaan kantor atau game bisa dibilang masih cukup sering memanfaatkan keping CD atau DVD, karena itu laptop ini dilengkapi pula dengan sebuah DVD Writer.

     

    Performa

    Laptop ASUS X555QG yang saya uji ini menggunakan AMD A10-9600P sebagai prosesor utamanya. Prosesor tersebut memiliki empat inti (quad core) dan memiliki kecepatan hingga 3.3 GHz. Menilik prosesor yang digunakan tersebut, seharusnya laptop ini memiliki performa yang cukup ngebut.

    Namun jujur saja saya agak sedikit kecewa karena laptop ini tak sekencang yang saya harapkan. Kemungkinan karena RAM-nya hanya 4 GB saja, meskipun sudah DDR4. Untunglah kapasitas RAM ini bisa diupgrade hingga 8 GB.

    Dengan performa yang sekarang, ASUS X555QG sudah jauh lebih daripada cukup jika digunakan untuk pekerjaan kantor atau multimedia sederhana seperti memutar video. Namun untuk pekerjaan yang lebih berat, apalagi untuk game, saya pikir setidaknya RAM perlu diupgrade hingga maksimal 8 GB.

     

    Baterai

    Baterai juga menjadi salah satu titik lemah laptop ini, karena hanya berkapasitas 2 Cells 37 Whrs saja. Barangkali kapasitas tersebut sengaja ditekan agar bobot laptop tidak semakin berat. Akibatnya mobilitas ASUS X555QG menjadi relatif terbatas.

    Namun sekali lagi, mobilitas bukanlah nilai jual laptop ini. Sebagai pengganti komputer desktop yang memang diam tak bergerak, laptop inipun juga cenderung diam, apalagi bobotnya yang cukup berat membuat orang malas membawanya ke mana-mana.

    Nah, saat digunakan secara menetap di satu tempat tersebut, tentunya bisa dipilih tempat yang dekat dengan colokan listrik, sehingga mudah untuk mengisi ulang kembali baterainya.

     

    Sistem Operasi

    Laptop ASUS X555QG ini hanya dibekali dengan sistem operasi Free Dos. Sudah tentu jika ingin menggunakan Windows, kamu harus membelinya. Sebagai alternatif, menggunakan Linux tentunya juga tidak menjadi masalah.

    Jika kamu memilih menggunakan Windows, ASUS telah menyediakan CD berisi driver dan aplikasi yang diperlukan oleh sistem operasi Windows agar dapat berjalan dengan baik pada ASUS X555QG ini.

    Kabar baiknya, ASUS telah menjalin kerja sama dengan Microsoft dan memperlengkapi setiap produk laptopnya dengan sistem operasi Windows 10 per November 2017.

    Jadi ASUS X555QG yang diproduksi pasca November 2017, pastinya akan memiliki sistem operasi Windows 10.

     

    Spesifikasi

    Spesifikasi

    Harga ASUS X555QG adalah Rp 6.999.000,-

     

    Rating

    Performa
    Desain
    Baterai
    Harga
    Multimedia
    Total3.8/5

     

    Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

  • 10 Notebook Terbaik ASUS Tahun 2017

    10 Notebook Terbaik ASUS Tahun 2017 – Tahun 2017 telah kita lalui dengan selamat dan tentu kita semua berharap tahun 2018 juga merupakan tahun yang “bersahabat”. Sebagai seorang blogger teknologi, sepertinya saya belum pernah membuat semacam kilas balik teknologi pada tahun yang telah berlalu dan prediksi teknologi pada tahun yang akan dijalani. Karena itu, untuk pertama kalinya saya akan mencoba membuat semacam kilas balik tahun 2017 dan tema yang saya pilih adalah notebook terbaik ASUS yang dirilis pada tahun 2017 atau dirilis pada akhir 2016 namun lebih banyak beredar di tahun 2017. Mengapa ASUS? Karena untuk notebook, saya berkeyakinan bahwa ASUS adalah yang terbaik. Dan keyakinan saya itu juga didukung fakta bahwa pangsa pasar notebook di Indonesia dikuasai oleh ASUS. Apalagi harga laptop Asus relatif cukup bersahabat.

    Menurut data terkini yang bisa saya dapatkan, ASUS menguasai 51.7% pangsa pasar notebook di Indonesia sepanjang tahun 2016.

    Berkat itu pulalah, pada tahun 2017 ASUS mampu terus berinovasi dan menghadirkan notebook-notebook terbaik mereka.

    Nah, inilah 10 notebook terbaik ASUS tahun 2017, dalam urutan mundur.

    (more…)

  • Review Xiaomi Redmi 5A

    Review Xiaomi Redmi 5A – Seperti telah saya “bocorkan” beberapa hari yang lalu melalui akun Instagram saya serta sebuah artikel pemanasan, kali ini saya persembahkan tulisan review Xiaomi Redmi 5A.

    Xiaomi Redmi 5A ini adalah produk yang luar biasa karena harganya berani tampil beda, yaitu Rp 999.000,-

    Meskipun harganya bahkan tak tembus 1 juta, Xiaomi Redmi 5A ini sama sekali tak bisa dipandang remeh dan jauh dari kesan barang murah.

     

    Body

    Dimulai dari body. Pertama kali membuka box kemasan Redmi 5A dan melihat dengan mata kepala sendiri penampakannya, saya berdecak kagum. Ini mah hape dua jutaan.

    (more…)

  • 5 Hal Yang Perlu Dilakukan Setelah Beli Redmi 5A

    5 Hal Yang Perlu Dilakukan Setelah Beli Redmi 5A – Xiaomi bikin gebrakan lagi. Kali ini mereka memproduksi sebuah ponsel yang memiliki harga ajaib, di bawah satu juta rupiah, tepatnya Rp 999.000,-

    Segera saja ponsel ini menjadi primadona karena banyak sekali orang yang berminat. Maklum, meski murah, tapi kualitasnya jauh dari murahan. Reviewnya menyusul ya, dalam waktu dekat pasti saya tulis.

    Kali ini, sebelum menulis review, sebagai “makanan pembuka” saya akan menulis tentang 5 hal yang perlu dilakukan setelah beli Redmi 5A.

    Ingat, yang saya tulis adalah “perlu”, bukan “wajib”, jadi kalau kamu tidak merasa perlu, ya tidak apa-apa juga sih. Cuma memang biasanya hal-hal ini bakal segera dilakukan oleh para pemilik Redmi 5A.

    Apa saja itu?

    (more…)

  • Arloji, Bukan Sekadar Penunjuk Waktu

    Arloji Bukan Sekadar Penunjuk Waktu – Meskipun alat penunjuk waktu kini semakin banyak ragamnya, termasuk di dalamnya adalah ponsel atau smartphone yang praktis dimiliki oleh semua orang, namun nampaknya arloji masih akan tetap teruntai di pergelangan tangan manusia.

    Maklum, arloji tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu saja melainkan juga bagian dari fashion. Sifat fashion ini yang relatif sulit digantikan oleh alat penunjuk waktu yang lain, termasuk ponsel atau smartphone.

    Ya, smartphone memang bisa juga memiliki sifat fashion namun dalam pengertian yang berbeda dengan arloji.

    Saya akui, tidak semua orang suka menggunakan arloji, tetapi saya tidak termasuk di dalamnya. Saya hobi menggunakan arloji namun untungnya belum sampai tahap koleksi, hehe.

    (more…)

  • Aplikasi Go Mobile by CIMB Niaga

    Aplikasi Go Mobile by CIMB Niaga – Sejak dikenal uang sebagai alat pertukaran barang, muncul jugalah jasa perbankan. Jasa perbankan ini terus berevolusi mengikuti kemajuan teknologi. Tak terelakkan, kemajuan teknologi informasi tentu merambah juga sektor perbankan ini.

    Rasanya belum lama berselang kita baru membiasakan diri untuk mulai melakukan berbagai transaksi perbankan melalui internet banking, eh tahu-tahu sudah muncul kebutuhan akan transaksi perbankan secara mobile.

    Hal ini tentu tak luput dari perkembangan teknologi mobile, baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

    Jika bicara sektor perbankan yang paling lekat dengan perkembangan teknologi – khususnya mobile – maka ada satu nama yang sulit untuk dilupakan: CIMB Niaga.

    Kamu yang hobi nonton film pasti hafal banget sama iklan yang menceritakan seorang penggemar musik yang hendak membeli piringan hitam langka namun terjebak kemacetan dan dia minta bantuan kakaknya untuk melakukan transfer uang melalui aplikasi mobile.

    Ada juga iklan yang menggambarkan seseorang terkena angin topan sehingga bajunya beterbangan, menyisakan kaos singlet dan celana pendek. Untung ponselnya tidak ikut terbang sehingga dia tetap bisa transaksi melalui rekening ponsel.

    Nah, kedua iklan yang kerap muncul di jaringan bioskop tersebut adalah iklan yang menggambarkan layanan perbankan CIMB Niaga, baik aplikasi mobile maupun rekening ponsel.

    Kini, CIMB Niaga memperbaharui aplikasi mobile mereka menjadi Aplikasi Go Mobile by CIMB Niaga, dengan tagline No More No, just Go Mobile.

    Apa saja keunggulan aplikasi baru ini?

    (more…)

  • Ulasan Nokia 3, Cocok Untuk Aktivitas Harian

    Ulasan Nokia 3 –  Di masa jaya Nokia beberapa tahun lalu, salah satu yang membuat Nokia begitu populer adalah karena tersedianya bermacam seri Nokia untuk berbagai kalangan. Istilah kerennya adalah “mengepung pasar”.

    Nah, ketika Nokia mencoba untuk hadir kembali dan tentunya ingin menguasai pasar kembali, resep yang sama kudu diterapkan.

    Diawali dengan Nokia 6 yang merupakan ponsel kelas menengah, Nokia juga merilis Nokia 3 dan Nokia 5 untuk menengah ke bawah.

    Tamu Oom Yahya kali ini adalah Nokia 3. Nah, inilah ulasan Nokia 3 versi Oom Yahya.

    (more…)

  • Review Nokia 6: Langkah Awal Merebut Kembali Tahta Yang Hilang

    Review Nokia 6 – “Nokia sudah mati”, begitu kata banyak orang ketika handset Nokia tak lagi muncul di pasaran, menjelma menjadi Microsoft Lumia.

    Meski Lumia sangat identik dengan Nokia, tetap saja merupakan spesies yang berbeda. “Kematian” Nokia ini juga diperparah dengan gagalnya ekosistem Windows Mobile untuk bersaing dengan Android dan iOS.

    Banyak yang berandai-andai, jika saja dulu Nokia tidak terlalu “bersahabat” dengan Microsoft dan mau juga memproduksi ponsel berbasis Android, barangkali sekarang Nokia masih berjaya.

    Tapi nasi sudah menjadi bubur dan nasib Nokia sudah tersurat.

    Namun bagai Superman yang bangkit lagi (sudah pada nonton Justice League khan? Hehe), Nokia pun bangkit lagi.

    Adalah HMD yang kini memegang lisensi untuk memproduksi ponsel Nokia dan seperti harapan banyak orang, Nokia kini menggunakan sistem operasi Android.

    Seperti apa Nokia dengan cita rasa Android tersebut?

    Di tangan Oom Yahya sekarang ini ada Nokia 6, salah satu produk yang menandai kebangkitan Nokia. Yuk, mari kita kupas seperti apa Nokia 6 itu.

    (more…)