Sudah sekitar dua minggu saya mengeksplor gadget baru saya yang keren ini. Dan sesuai janji saya sebelumnya, saya akan bagikan pengalaman penggunaannya.
Satu hal yang sudah pasti, kebutuhan saya akan sebuah gadget yang mampu menunjang pekerjaan saya terpenuhi. Saya dengan mudah mengakses internet melalui jaringan 3G karena ASUS FonePad diperlengkapi dengan slot SIM Card. Jadi untuk mengirim email, membuat catatan pendek, facebook-an, dan ngetwit (yang dua terakhir ini termasuk pekerjaan, bukan?
) bisa saya lakukan dengan mudah.
Layarnya yang besar dan terang membuatnya nyaman bagi mata saya, sehingga kebutuhan saya akan kacamata baca bisa ditunda dulu. (upss)
Karena bisa internetan dengan jaringan 3G, maka bisa dipastikan pula FonePad dapat dipergunakan untuk menelpon. Kalo saja gak mikir soal pulsa, bisa gak berhenti-berhenti telpon-telponan karena menelpon dengan FonePad sangat nyaman. Soalnya FonePad diperlengkapi dengan dual-mic dan fitur noise-cancelling yang mereduksi suara kebisingan di latar belakang dan membuat komunikasi telepon lebih jelas.
OS yang digunakan adalah Jelly Bean yang sudah terbukti kehandalan dan kemudahan pakainya. Berbagai aplikasi yang saya butuhkan bisa diinstall dengan mudah. Apalagi “dapur pacu”-nya diisi oleh Intel, jadi semua aplikasi tersebut dapat berjalan dengan lancar.
Soal kapasitas ruang simpan, FonePad saya diperlengkapi dengan memori sebesar 8 GB. Namun setelah dikurangi oleh sistem dan berbagai aplikasi bawaan, sisanya tinggal 3 GB. Bagi saya itu tidak terlalu menjadi masalah karena saya jarang foto-foto dan dokumen yang saya perlukan biasanya langsung saya simpan di layanan cloud. Tapi jika Anda membutuhkan ruang simpan tambahan, silakan menambah sendiri melalui kartu MicroSD. FonePad mendukung kapasitas MicroSD hingga 32 GB.
Oh ya, omong-omong layanan cloud, ASUS juga memiliki layanan cloud loh, namanya ASUS Webstorage. Di FonePad ini aplikasinya sudah ada, tinggal diaktifkan dan register saja, kita sudah dapat ruang sebesar 5 GB. Lumayan banget itu.
Keyboard virtual yang tersedia juga cukup nyaman karena tiap tombol ukurannya relatif lebar sehingga mengurangi typo.
Kameranya meski bukan kualitas super, namun cukuplah bila sekadar digunakan untuk berbagi foto atau dokumentasi pribadi. Contoh hasil jepretan kamera FonePad terlihat di bawah ini:
Itu buah markisa yang tumbuh di halaman rumah saya. 
Build quality casing FonePad juga benar-benar perfect dan berkesan mewah. Cuma agak sedikit licin jadi kita mesti hati-hati memegangnya.
Satu lagi, BBM for Android di tablet ini juga gak bikin boros seperti berita-berita miring yang muncul belakangan ini.
Nah, kalo boleh saya simpulkan, FonePad ini benar-benar memuaskan dan worth every penny you spent.
UPDATE.
Berhubung cukup banyak yang tertarik dengan FonePad dan bertanya ke saya, baik secara online maupun offline, berikut saya sampaikan informasi tambahan mengenai FonePad berdasarkan pertanyaan-pertanyaan itu:
Tanya: Baterai tahan berapa lama dan ngechargenya berapa lama?
Jawab: Baterai bisa tahan sekitar 1.5 hari asal tidak disiksa (evil_grin) artinya pemakaiannya normal-normal saja, untuk browsing, balas email, ngetwit, dan lain-lain. Tapi kalo ngegame terus-terusan ya gak sampai seharian penuh sudah kudu dicharge lagi. Waktu untuk ngecharge bila daya sudah kurang daripada 10% hingga penuh sekitar 2 jam.
Tanya: Bagaimana tingkat terang layar saat digunakan di outdoor?
Jawab: Tingkat terang cukup baik, cuma kacanya yang bening kadang memantulkan cahaya. Lha gimana lagi, bening sih (blush)
Tanya: Bagaimana hasil foto bila ruangan agak gelap?
Jawab: Karena tidak diperlengkapi blitz, hasilnya kurang bagus. Berikut adalah contoh foto objek yang sama (botol) dalam keadaan terang, agak gelap, dan gelap.
Tanya: Bagaimana hasil benchmarknya?
Jawab: Jujur saja saya belum pernah melakukan benchmark, hehe.
Mungkin artikel ini bisa membantu.




Leave a Reply