Zaman dahulu ketika kehidupan manusia belum sekompleks sekarang, manusia tidak mengenal uang karena pemenuhan kebutuhan dilakukan dengan barter.

Namun lama kelamaan proses barter menjadi tidak praktis karena apa yang dibutuhkan oleh “lawan” barter belum tentu dimiliki sehingga proses barter tidak bisa terjadi. Kalaupun toh ada, jumlahnya mungkin tidak sebanding.

Karena itu, dalam perkembangannya diciptakanlah uang. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau pembayaran, sehingga kerepotan yang ditimbulkan oleh proses barter bisa dihindari.

Semakin modern, uang pada akhirnya tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat tukar atau pembayaran saja.

Perluasan Fungsi Uang

Orang-orang tertentu mulai memanfaatkan uang sebagai tabungan, jadi tidak serta merta dihabiskan untuk ditukarkan atau membayar barang kebutuhannya.

Photo by Jason Leung on Unsplash

Orang-orang juga menyadari bahwa uang bisa ditukarkan dengan barang tertentu yang nilainya akan naik seiring dengan waktu, jadi mereka mulai membeli barang-barang tersebut meskipun tidak membutuhkannya. Barang-barang tersebut disimpan hingga nilainya naik dan dijual kembali.

Ada juga orang yang kemudian memperdagangkan barang-barang yang dibelinya, jadi barang tersebut dijual kembali untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Pada akhirnya uang berfungsi juga sebagai roda pendorong kegiatan ekonomi.

Hingga ke zaman modern sekarang ini, model penggunaan uang seperti itu tetap ada, hanya semakin banyak variasinya. Bentuk uang (sebagai alat pembayaran) pun sekarang bermacam-macam, ada uang kartal, uang elektronik, kartu kredit, dan lain-lain.

Kolaborasi, Alih-alih Kompetisi

Pada era sekarang ini, orang sudah semakin menyadari bahwa kompetisi tidak lagi terlalu menguntungkan, maka mereka mulai mengambil konsep kolaborasi.

Jadi ketika ada pihak yang ingin mendirikan usaha misalnya, atau telah memiliki usaha kecil tapi ingin melakukan ekspansi dan butuh tambahan uang untuk modal, maka mereka melakukan pinjaman secara berkolaborasi dengan banyak pihak.

Tentunya nanti mereka mengembalikan pinjaman tadi disertai dengan bagi hasil dari yang diperoleh melalui hasil usaha tersebut.

Lalu orang-orang yang kebetulan memiliki kelebihan dana bisa saling berkolaborasi meminjamkan uang mereka kepada pihak yang ingin mengembangkan usaha tadi dan tentunya mereka akan mendapatkan bunga atau pembagian hasil usaha.

Lalu apakah mudah mengumpulkan banyak orang yang ingin berkolaborasi tadi? Untungnya, dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi internet, semua jadi lebih mudah.

Akseleran, Sebuah Peer to Peer (P2P) Lending

Salah satu wadah yang bisa mempertemukan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membutuhkan dana dan mereka yang memiliki kelebihan dana.

Akseleran adalah platform P2P Lending di Indonesia yang menghubungkan UKM yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha dengan kumpulan pemberi pinjaman yang memiliki dana lebih untuk mendanai pinjaman tersebut.

Platform P2P Lending bisa diartikan sebagai gotong royong dan sesama anggota memiliki “derajat” yang sama, tidak ada atasan tidak ada bawahan, walaupun mungkin dana yang nantinya mereka alokasikan berbeda jumlahnya.

Dengan bergabung ke Akseleran, kamu yang memiliki dana lebih bisa mendaftar sebagai lender (orang yang meminjamkan dana) untuk melakukan pendanaan UKM. Ya, Akseleran memang memiliki perhatian terhadap UKM dengan menyelenggarakan beberapa kampanye peminjaman dana untuk UKM.

Dengan sifat platform P2P Lending yang dimiliki Akseleran, kamu bisa menjadi bagian dalam pendanaan UKM bisa dengan jumlah yang kecil saja, bisa mulai dari Rp100.000.

Dengan model seperti ini, kamu sebagai pemberi pinjaman dan UKM yang membutuhkan pinjaman sama-sama mendapatkan kemudahan sehingga masing-masing mendapatkan manfaat ekonomi yang besar.

Selain mendapatkan manfaat ekonomi jangka panjang dengan mendapatkan bagi hasil dari UKM yang diberi pinjaman, kamu juga bisa mendapatkan manfaat lain dengan mengajak temanmu mendaftar Akseleran. Jadi ada program referral yang diselenggarakan oleh Akseleran.

Bonus referral adalah 0.5% nilai total pemberian pinjaman yang dilakukan teman referralmu dalam periode 6 bulan setelah mereka mendaftar.

Dengan model pendanaan menguntungkan seperti ini, Akseleran bakal menjadi platform P2P Lending favorit yang disukai banyak orang. Apalagi Akseleran merupakan fintech P2P Lending yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi kamu bakal merasa aman memberikan pinjaman di Akseleran.

Minim Risiko

Apakah model P2P Lending seperti ini memiliki risiko? Tentu saja ada. Potensi adanya UKM yang akhirnya gagal mengembangkan bisnis dan sulit mengembalikan pinjaman pasti ada.

Namun Akseleran telah menerapkan prosedur ketat untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan kepercayaan calon penggunanya, salah satunya adalah dengan membuat sistem credit scoring yang akurat. Sistem credit scoring untuk pinjaman usaha dilakukan dengan melihat banyak aspek seperti melihat situasi cashflow dari calon peminjam, melihat profitabilitynya, serta perilakunya dalam mengelola kredit.

Pengelolaan Akun Akseleran

Pengelolaan akun Akseleran sendiri dapat dengan mudah dilakukan karena tersedia pada berbagai platform. Pada sistem operasi Windows, kamu bisa mengakses Akseleran melalui peramban (browser), tidak perlu aplikasi khusus.

Sedangkan untuk platform mobile, tersedia aplikasi Akseleran baik di Google Play Store (Android) maupun di Apple Apps Store (iOS).

Nah, jika kamu berminat untuk bergabung ke Akseleran, jangan lupa gunakan kode referral saya ya: AKSLYAHYA350085 untuk mendapatkan free saldo senilai Rp100.000, dana ini bisa diambil setelah melakukan pendanaan minimal 1 kali. Free saldo ini pun akan hangus jika tidak dilakukan pendanaan setelah 7 (tujuh) hari sejak melakukan registrasi akun Akseleran.

Follow me on social media:
Pendanaan UKM yang Praktis dan Menguntungkan
Tagged on:     

3 thoughts on “Pendanaan UKM yang Praktis dan Menguntungkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *