Category: Seputar Kita

  • Pembulatan Uang Kembalian

    Saat membayar belanjaan di kasir sebuah supermarket, saya ditanya oleh petugas "Bersediakah Bapak membulatkan nilai belanjaan Bapak? Selisihnya akan disumbangkan untuk PIN (Program Imunisasi Nasional)". Tanpa pikir panjang saya jawab ya.

    Tapi setelah itu saya jadi berpikir bagaimana kalau saya tidak bersedia?

    Misalnya nilai belanjaan saya adalah Rp 104.980,- dan saya membayar dengan uang 105.000,-. Kalau saya bersedia dibulatkan, ya sudah, selesai. Tapi kalau tidak bersedia bagaimana? Diberi kembalian Rp 20,-? Atau disuruh nelpooooooooooooonnnn ….?

    Pada kenyataannya kembalian Rp 20,- itu toh tetap tidak diberikan, bukan? Mana ada uang pecahan Rp 5,- atau Rp 10,- sekarang ini. Masih mending kalau diberi permen. Tapi jelas tidak mungkin, harga permen pasti jauh di atas Rp 20,-.

    Jadi untuk kasus-kasus nilai belanjaan tertentu, bersedia dibulatkan atau tidak, uang kembalian toh tetap tidak diterima. Saat itu kebetulan sedang ada program untuk menyumbangkan selisih pembulatan tersebut ke PIN, lha kalau pas tidak ada program apa-apa, ke mana larinya uang itu?

    Saya jadi berpikir, seharusnya program seperti itu terus menerus diadakan. Kalau kebetulan pas tidak berbarengan dengan program lain (PIN dalam contoh kasus di atas), khan bisa saja selisih pembulatan itu disumbangkan ke Panti Asuhan atau dompet bencana alam.

    Bagaimana menurut Anda?

  • Cerpenista, Ayo Ngarang Rame-Rame

    Anda suka membaca? Khususnya membaca novel? Pernahkah Anda berpikir suatu saat nanti Anda akan jadi penulis novel juga?

    Saya yakin tidak sedikit penggemar novel yang memiliki cita-cita untuk dapat menulis novel sendiri. Tapi mungkin hanya sedikit yang mampu mewujudkan obsesinya itu, sebab banyak yang sudah keder duluan. Entah waktunya yang tidak ada, entah merasa tidak mampu menulis, entah tidak percaya diri, takut ditolak penerbit, dan lain-lain.

    Nah, kalau Anda ngebet ingin jadi penulis novel namun hal-hal di atas menghalangi obsesi Anda, kenapa tidak mencoba Cerpenista*? Cerpenista merupakan suatu aplikasi web yang memungkinkan setiap penggunanya untuk membuat cerita secara bergotong royong dan sambung menyambung.

    Memang sebuah cerita di Cerpenista tidak dibuat oleh satu orang saja, melainkan secara bergotong royong dan layanan itu hanya ada di web saja. Namun bukan tidak mungkin dari Cerpenista tersebut akan lahir sebuah cerita yang bagus dan berkualitas, yang bukan saja menarik untuk dibaca, melainkan juga layak dibukukan bahkan difilmkan/disinetronkan. Siapa tahu?

    Kalau hal itu terjadi, Anda boleh berbangga karena Anda adalah salah satu penulisnya. Jadi, tunggu apa lagi? Segeralah bergabung dengan Cerpenista.

     

    * Cerpenista adalah hasil kreasi CahAndong yang telah "diakuisisi" oleh DagDigDug (3D).

  • Buku adalah Jendela Dunia

    Entah dari mana asal kata-kata bijak itu, tapi yang jelas kata-kata itu sudah turun-temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan yang berasal dari mana saja dan kita bisa tahu keadaan atau peristiwa di mana saja. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia.

    Buku juga merupakan sumber harta yang tak ternilai harganya. Uang bisa habis, harta milik bisa lenyap, tapi pengetahuan tidak bisa dicuri.

    Karena itu tidak salah bila para blogger mengadakan suatu kegiatan sosial dengan membagikan buku ke masyarakat. Kegiatan tersebut diberi tajuk Gerakan 1000 Buku.

    Untuk daerah Yogyakarta dan sekitarnya, bentuk kegiatan ini tidak terlalu muluk-muluk sebenarnya. Para Blogger khususnya yang tergabung di CahAndong akan menyumbangkan buku sebagai stok awal suatu perpustakaan dan diharapkan nantinya masyarakat sekitar perpustakaan itulah yang akan melanjutkan pengelolaannya.

    Anda berminat untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan bahkan berpartisipasi? Silakan kontak CahAndong melalui halaman kontak ini atau langsung kontak salah satu crew CahAndong yang Anda kenal.

    Bila Anda berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, silakan klik gambar logo gerakan seribu buku di atas atau klik link ini juga boleh.

  • Tes Membaca

    Bisakah Anda memahami paragraf di bawah ini?

    THE PAOMNNEHAL PWEOR OF THE HMUAN MNlD

    Aoccdrnig to a rsheearch at Cmabigrde Uinervtisy, it deosn`t mttaer in waht oredr the ltteer in a wrod are, the olny iprmoatnt tihng is taht the frist and lsat ltteer be in the rghit pclae. The rset can be a taotl mses and you can sitll raed it wouthit porbelm. Tihs is bcuseae the huamn mnid deos not raed evrey lteter by istlef, but the wrod as a wlohe.

    Fkata ynag mnairek, baukn?

  • Otak Kiri atau Otak Kanan?

    Seperti kita ketahui bersama, otak manusia terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Sebagian besar orang cenderung untuk lebih banyak menggunakan salah satu belahan dibandingkan belahan lainnya. Relatif jarang orang yang bisa menggunakan keduanya secara berimbang.

    Nah, sekarang pertanyaannya, manakah yang lebih banyak Anda gunakan? Kiri atau kanan? Ada banyak sekali rangkaian tes yang bisa digunakan untuk mengujinya. Salah satu uji yang relatif sederhana adalah dengan melihat gambar penari balet di bawah ini.

     

    (more…)

  • Launching AXIS di Jawa Tengah

    Eksistensi blog dan blogger di tengah-tengah masyarakat nampaknya makin lama makin menguat. Salah satu buktinya adalah makin diikutsertakannya para blogger pada launching produk-produk baru oleh para produsen produk tersebut.

    Jika beberapa waktu lalu beberapa orang blogger beruntung karena diundang oleh Toyota Astra Motor pada launching All New Corolla Altis, kali ini giliran beberapa anggota CahAndong yang mendapat kesempatan untuk menghadiri launching layanan operator seluler GSM AXIS di area Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    (more…)

  • Exhibitionist

    Kopdar Juminten-nya CahAndong hari Jumat, 6 Juni 2008, seperti biasa berlangsung di kehangatan canda tawa dan ndobosan a la CahAndong, senada dengan hawa udara di titik nol kilometer Jogja yang malam itu relatif hangat.

    Satu pembicaraan yang paling hot adalah saat membicarakan postingnya si risleting yang sulit terbuka itu. Entah siapa yang memulai, obrolan mendadak membelok ke arah exhibitionist. Ya, exhibitionist adalah seseorang berperilaku seksual menyimpang dengan gemar mempertontonkan bagian intimnya ke khalayak umum.

    (more…)

  • Gempa, Dua Tahun Berselang

    Tak terasa dua tahun berselang … sebuah bencana yang merenggut begitu banyak jiwa. 27 Mei 2006, gempa tektonik melanda Jogja dan sekitarnya. Dilihat dari skalanya, gempa itu “cuma” 5.9 SR, tapi entah mengapa efek yang ditimbulkan begitu dahsyat. Meluluhlantakkan semua yang tak mampu berdiri kokoh.

    Saya sendiri saat itu masih tidur. Maklum, hari Sabtu kedua anak saya tidak harus masuk jam 07.00 pagi karena kegiatan di sekolah mereka hanya ekstra kurikuler, itupun tidak wajib. Istri saya sendiri juga tidak buru-buru bangun karena tidak ada kegiatan yang mendesak. Waktu itu kami berempat tidur di satu kamar yang sama.

    Gemuruh gempa yang menggelegar itu membangunkan saya.

    (more…)

  • Juara I: Tidak Ada

    Kemarin di sebuah surat kabar saya membaca sebuah pengumuman hasil lomba tentang penulisan IT dan desain cover. Semula saya tidak terlalu tertarik, lha wong saya ndak ikut lomba, jadi sudah pasti saya tidak menang khan? Tapi kemudian mata saya tertumbuk (duh sakit) pada tulisan:

    Juara I: Tidak ada

    Hmm, saya tertegun sejenak. Bukankah itu aneh?

    (more…)

  • Kesalahpahaman Dalam Sebuah Krupuk

    Alkisah di sebuah negeri antah berantah sepasang suami istri baru saja melewatkan masa bulan madu mereka. Sama seperti halnya kebanyakan pasangan suami istri muda yang lain, sang suami kerja dengan model PPPPPP (Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan), sang istri ada di rumah, beres-beres dan masak. Setiap kali sang suami pulang, minuman dan masakan racikan si istri sudah tersaji di rumah. Walaupun a la kadarnya, mereka makan dengan nikmat.

    Kebetulan, sepasang suami istri ini punya makanan favorit yang sama, yaitu krupuk udang. Bedanya, sang suami suka krupuk udang yang tebal, sedangkan si istri suka yang tipis. Karena cintanya pada sang suami, si istri selalu menyajikan krupuk udang tipis kepada suaminya. Dia berpikir “ah, biarlah aku mengalah dengan makan krupuk yang tebal, sedangkan krupuk yang enak – yang tipis – aku sajikan untuk suamiku”.
    Namanya pengantin baru, si suami OK-OK saja mendapat bagian krupuk yang tipis. Tapi lama-lama dia berpikir juga “wah, sialan nih, bagian yang enak dia embat terus, sementara aku diberi yang tidak enak”.

    (more…)