Category: Seputar Kita

  • Warnig

    Warnig

    Suatu barang yang telah diproduksi massal seharusnya baru dilepas ke pasar bila telah lolos uji kontrol kualitas, termasuk juga kemasannya. Kemasan bagaimanapun adalah citra suatu produk. Kalau kemasannya tidak bagus, bagaimana dengan isinya?

    Nah, foto di atas menunjukkan suatu peringatan yang terdapat pada kemasan macam-macam jenis tang. Rupanya si pembuat peringatan tersebut juga perlu diperingatkan karena ada tiga kesalahan fatal di sana, yaitu Warning yang tertulis Warnig, protective yang tertulis protrctive, dan select yang tertulis selsct.

    Heran, barang begini kok ya bisa ada di pasaran ya?

  • Perang Tarif Operator? Biarin

    Sore itu Mr. Tico Emon datang ke rumah saya.

    Halo, Mas“, suaranya yang cempreng itu menggelegar. “Nggak ganti nomor HP? Pake !@#$% lebih murah lho“.

    “Gak ah, aku tetap setia pakai %$#@! kok”.

    Haha, rupanya dirimu tidak termakan iklan ya, good!“.

    (more…)

  • Insentif Tarif Listrik, Kenaikan Harga Terselubung?

    Hai seluruh rakyat Endonesa Indonesia, ikat pinggang Anda masih memiliki lubang di sisi sebelah dalam? Masih? OK, tariklah lagi ikat pinggang Anda agar sedikit lebih kencang. Bukankah pepatah mengatakan “Kencangkan ikat pinggangmu”?

    “Ini sudah pol pak, mau ditarik gimana lagi?”

    “Ya selama masih bisa dikencangkan, tarik sajalah. Masih bisa bernafas, tho.”

    “Tidak ditarik saja nafas kami sudah tersengal-sengal, pak ….. ”

    (more…)

  • Heboh Bakteri E. sakazakii di Susu Formula

    Beberapa hari terakhir ini kita dihebohkan dengan adanya klaim dari para peneliti IPB bahwa beberapa susu formula mengandung bakteri E. sakazakii. Bakteri tersebut dapat menyebabkan diare akut.
    Saya bukan seorang ahli di bidang kesehatan, apalagi seorang dokter ataupun farmasis, namun adanya berita tersebut cukup menarik perhatian saya. Salah satu sebabnya adalah karena dua orang anak saya dahulu juga mengkonsumsi susu formula. Dan ternyata sampai sekarang mereka sehat-sehat saja, bahkan tergolong anak-anak yang cerdas.

    (more…)

  • Lagi-lagi Mobil Jatuh

    Heran, akhir-akhir ini kok banyak mobil jatuh ya. Detik.com sudah merangkumkannya untuk kita.

    Anehnya (atau uniknya, atau ironisnya? mana yang tepat ya), nyaris seluruh insiden itu melibatkan mobil bermerk Honda. Cuma satu yang tidak. Insiden yang terakhir (di menara Jamsostek) malah Honda Accord menimpa Honda City Jazz.

    Promosi negatif bagi Honda.

  • Kenapa Kita Suka Mencari Kambing Hitam?

    Kalau memperhatikan berita-berita media massa, setiap kali ada kasus, kecelakaan, masalah, bencana, dan hal-hal lain yang menimpa negeri Endonesa Indonesia ini, pemerintah dan pejabat-pejabat kita cenderung untuk saling menyalahkan dan mencari kambing hitam. Sepertinya langka melihat pejabat kita dengan โ€œgentleโ€ meletakkan jabatannya kalau bermasalah.

    (more…)

  • Merry Christmas

    Merry Christmas, by Third Day Band

    There’s a little girl trembling on a cold December morn,
    Crying for Mama’s arms,
    At an orphanage just outside a little China town,
    With a forgotten heart,
    But half a world away I hang the stockings by the fire,
    And dream about the day when I can finally call you mine.

    It’s Christmas time again but you’re not home,
    Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
    So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
    And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

    As I hang the tinsel on the tree and watch the twinkling lights,
    I’m warmed by the fire’s glow,
    And outside the children tumble in a wonderland of white,
    Make angels in the snow.
    But half a world away you try the best to fight your tears,
    And hope that heaven’s angels come to carry you here.

    It’s Christmas time again but you’re not home,
    Your family is here and yet you’re somewhere else alone,
    So tonight I pray that God will come and hold you in His arms,
    And I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

    Christmas is a time we celebrate the Holy Child,
    And we celebrate His perfect gift of Love,
    He came to us to give His life and prepare a place for us,
    So we could have a home with Him above.

    It’s Christmas time again and now you’re home,
    Your family is here so you will never be alone,
    So tonight before you go to sleep I’ll hold you in my arms,
    And I’ll tell you from my heart,
    I’ll tell you from my heart, I wish you Merry Christmas.

  • Peta

    Peta. Benda satu ini sangat berguna bagi mereka yang hobi traveling, backpacking, atau ing-ing yang lain, termasuk “nyasaring”. Sebuah peta pastilah digambar dengan posisi arah utara menghadap ke atas (iyalah, anak SD juga tau). Memang perjanjian untuk menggambar peta dengan arah utara menghadap ke atas adalah penting, agar orang tidak memproduksi peta dengan seenaknya.

    Namun terkadang kalo sebuah aturan dipegang dengan terlalu kaku, dampaknya bisa menyusahkan juga. Contohnya nih, kalo suatu saat kita sedang menuju ke selatan dan membutuhkan bantuan peta, peta tersebut harus “dibaca” terbalik, bukan? Seandainya peta tersebut tetap tidak “dibalik”, maka kanan akan menjadi kiri dan kiri akan menjadi kanan. Dan tidak semua orang memiliki kemampuan pandang ruang yang baik. Akibatnya peta tersebut bukannya membantu, malah menambah masalah karena sekarang kepala menjadi pusing dan mata berkunang-kunang. Hehe, mungkin itu memang berlebihan, tapi the point is, peta tersebut tidak cukup membantu bila dipasang secara terbalik.

    Nah, kalo peta yang digunakan kebetulan berupa lembaran kertas atau atlas, tentu dengan mudah dapat dibalik posisinya. Namun kalo peta tersebut diletakkan pada papan permanen, misalnya peta yang terletak di kantor kelurahan atau di papan pengumuman balai RT, sudah tentu ndak bisa dibalik, tho?

    Kebetulan, sekitar 10 m timur rumah saya ada peta yang demikian. Peta tersebut maunya menunjukkan denah rumah di RT tempat tinggal saya. Peta tersebut dipasang menghadap ke utara, sehingga kalo kita melihatnya, pasti kita menghadap ke arah selatan, bukan? Apesnya, peta tersebut dibuat mengikuti “konvensi pemetaan standar”, yaitu arah utara ada di atas. Akibatnya saya sering mendapati orang yang mempelajari peta tersebut bukannya terbantu, malah bingung.

    Sebenarnya tidak salah khan, kalau peta tersebut dibuat dengan arah utara menghadap ke bawah. Toh peta tersebut tidak diproduksi massal, bahkan ya cuma ada satu-satunya itu tok. Pada peta seperti ini, sisi ergonomis tentunya lebih penting daripada sisi “ketaatan terhadap konvensi”. Jadi, orang-orang yang melihatnya akan terbantu, tanpa harus memiring-miringkan kepala saat mempelajarinya.

  • Cek BPKB dan STNK

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa mobil dengan plat nomor B banyak yang diperlengkapi dengan dokumen aspal (aseli tapi palsoe).
    Untungnya, Polda Metro Jaya menyediakan layanan untuk memeriksa keaslian dokumen melalui SMS.
    Caranya: ketik metro nopol dan kirim ke 1717. Contoh: metro b1234abc.
    Balasan yang diberikan kurang lebih sebagai berikut:
    NOPOL:B1234ABC
    JENIS:SEDAN
    MEREK:T.NEW CAMRY3.5Q AT
    WARNA:SILVER
    TAHUN:2007
    SAH-YAD:01-01-2008
    STNK-YAD:01-01-2012

    Setidaknya dengan layanan tersebut, Anda bisa mencocokkan kondisi mobil Anda atau mungkin mobil yang akan dibeli.
    Layanan tersebut hanya berlaku untuk Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, tapi bisa diakses dari luar Jakarta.
    FYI, saya mengirim SMS tersebut dari Yogya dan berhasil.

  • Cara Cerdas Menyebutkan Nomor Handphone

    Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. ๐Ÿ™‚
    Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung.
    Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX XXX atau 085 XXX XXX. Sebenarnya tidak salah sih, memang tidak ada hukum yang mengatur hal tersebut, bukan?
    Namun hal tersebut membuat saya risih (dan mungkin juga tidak cuma saya). Dengan cara pemenggalan seperti itu, agak sulit untuk “mengenali” operator yang digunakan. Bukankah lebih baik jika menyebutkan (atau menuliskan) empat digit pertama dari nomor tersebut baru kemudian dipenggal? Jadi nantinya pemenggalan tersebut akan menjadi seperti ini: 0811 XXX XXX, 0812 XXX XXX, 0813 XXX XXX, dan seterusnya. (Jumlah huruf x tidak mewakili jumlah angka sebenarnya, hanya sebagai penanda bahwa ada angka yang harus dituliskan di situ).
    Sekarang, operator yang “melekat” pada ciri nomor handphone tersebut jadi lebih terlihat jelas, bukan? Selain itu, pemenggalan seperti itu terlihat lebih “intelek” dan “cerdas”.
    Barangkali pemenggalan dengan cara pertama bisa dimaklumi kalau membuat nomor yang digunakan jadi terlihat cantik, misalnya saja 081 333 444 555.