Pasangan Serasi

Apa yang ada dalam bayangan Anda tatkala ada yang menyebut soal “the perfect match” alias pasangan serasi? Sepasang kekasih yang keduanya sama-sama elok parasnya? Sepasang kekasih yang sama-sama cerdas?

Memang tak salah sih bila mengarah ke sana. Tetapi pasangan serasi tidak melulu harus sepasang manusia, bukan? Mungkin saja pasangan makanan dan minuman yang sungguh nikmat bila disantap. Atau pasangan baju atasan dan bawahan yang matching, enak dipandang.

Kalau mau kita perluas lagi ruang lingkup soal pasangan serasi ini, bisa pula kita temukan dua benda yang baru bisa bekerja dengan baik bila dipasangkan. Ponsel dan jaringan operator misalnya, akan selalu membutuhkan satu sama lain. Nah, lalu akan muncul pertanyaan, ponsel apa dan jaringan operator apa yang paling serasi?

(more…)

Instagram Palsu

Instagram merupakan sebuah fenomena di dunia gadget, khususnya gadget berlogo apel tergigit. Memang, sampai dengan saat ini, aplikasi pengolah dan berbagi foto itu cuma tersedia di iPhone. Tak heran banyak pengguna gadget di platform lain, Android misalnya, yang cemburu (meski mungkin tak banyak yang mengakuinya :mrgreen: ).

Kabar terakhir, memang pengembang Instagram akan mengeluarkan produknya untuk platform Android. Tentunya hal ini disambut hangat oleh para pengguna Android. Dan beberapa hari lalu, Instagram memang muncul di Android Market.

(more…)

Pamer Nih, Pake Galaxy Gio Sekarang

Setelah menggunakan Nokia 5800 XM selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan, saya memutuskan sudah saatnya ganti ke HP baru yang lebih nge-trend. Jujur saja nih, saya bukan orang kaya, jadi iPhone langsung saya coret dari daftar HP yang bakal dibeli (meski ngiler juga sebenarnya (heartbeat) ). Pilihan jatuh pada HP bersistem operasi Android. Dan yang masuk ke dalam range budget saya adalah Samsung Galaxy Gio.

Sebenarnya saya ganti HP bukan asal ikut trend sih. Sebagai pengamat IT, tentunya harus up-to-date bukan? (hassle) Apalagi ke depan saya punya rencana bikin aplikasi mobile.

Nah, apa saja nih kesan setelah beberapa hari menggunakan si Gio ini?

(more…)

Review Nokia C3

Belum lama berselang, Nokia merilis produk anyarnya, Nokia C3. Saya beruntung bisa menjajal ponsel anyar itu.

Dilihat sepintas dari modelnya, Nokia C3 cukup keren. Maklumlah, Nokia.

Nokia C3

Gambar dicomot dari situs resmi Nokia Indonesia (nokia.co.id)

Dengan dimensi 115.5 x 58.1 x 13.6 mm dan berat 114 g, Nokia C3 jelas bukan termasuk HP mungil. Meski demikian, Nokia C3 mantap dipegang dalam genggaman.

Saat “mengetik” dengan menggunakan satu tangan, tidak terasa adanya rasa kikuk atau kesulitan.

Ngomong-ngomong soal “mengetik”, tombol QWERTY yang memperlengkapi Nokia C3 cukup nyaman digunakan, menepis anggapan saya yang selalu meragukan kenyamanan HP yang memiliki susunan tombol QWERTY.

Tampilan layarnya juga cukup memukau, apalagi font yang ditampilkan cukup besar, sehingga nyaman dilihat.

Fitur koneksinya cukup boleh dibilang lengkap. Dengan adanya EDGE, Bluetooth, dan WiFi, Anda akan dimanjakan untuk melakukan koneksi internet. Apalagi di dalamnya telah diperlengkapi dengan berbagai aplikasi pendukung untuk jaringan sosial macam Twitter, Facebook, Yahoo Messenger, gTalk, dan lain-lain.

Kamera 2 MegaPixel juga cukup mumpuni untuk mengabadikan momen-momen tertentu saat kamera digital lupa terbawa atau memang tidak punya. (hassle)

Di samping berbagai kelebihan di atas, tentu ada juga hal-hal yang sedikit mengganjal di hati. Mau tahu? Baca lanjutannya.

(more…)

MP3 Player dengan FM Transmitter

Saya suka sekali mendengarkan musik. Apalagi jika sedang nyetir. Hampa rasanya bila tidak ada suara musik mengalun di kabin.

Kebetulan mobil saya yang terakhir diperlengkapi dengan CD Player yang support MP3. Lumayanlah, sekeping CD bisa diisi sekitar 150an lagu. Cuma kadang bosan juga kalau sudah diputar berulang-ulang.

Kalau mau gonta-ganti keping CD, seringkali CD nya sulit keluar karena tidak menggunakan model tray tapi yang disedot itu. (haha) Akibatnya malas mengganti CD.

Masalah lain yang dihadapi, lagu yang diputar kadang putus-putus. Mula-mula saya pikir kualitas CD blanknya yang kurang. Saya ganti yang lebih bagus, sama saja. Dugaan saya mungkin kecepatan burn-nya terlalu tinggi. (doh)

(more…)

Canon Digital IXUS 80 IS

Sejak kerusakan kamera digital Canon PowerShot A300 milik saya sekitar dua tahun lalu, saya tidak lagi memiliki kamera digital. Mau direparasi, biayanya mahal (sekitar satu setengah juta rupiah). Lha wong yang kena CCD nya. Dengan uang segitu (ya ditambah sedikit tentunya), saya sudah bisa beli kamera digital yang baru.

Akhirnya saya malah memutuskan untuk membeli handphone yang memiliki fitur kamera (Nokia 6120 Classic) bahkan kemudian Sony Handycam DCR-DVD608E. Handycam tersebut memiliki fitur untuk menangkap gambar berupa still image atau foto.

Namun dalam perkembangannya, kualitas foto yang dihasilkan oleh kedua gadget tersebut mengecewakan saya. Saya menyadari bahwa kamera yang ada di HP biar bagaimanapun cuma “pemanis” saja. Lalu Sony jelas tidak mau “membunuh” produk kamera digitalnya dengan menyertakan kemampuan mengambil foto berkualitas tinggi pada sebuah Handycam.

(more…)

Cara Cerdas Menyebutkan Nomor Handphone

Setelah sekian lama, akhirnya saya sempat posting lagi. Kali ini saya mengamati cara orang menyebutkan nomor handphone. Karena panjang (paling tidak 10 digit), orang akan memenggal penyebutan nomor handphone dan apabila ditulis, biasanya diberi spasi atau tanda hubung. Nah, kebanyakan orang akan memenggal nomor handphone mereka seperti ini: 081 XXX Read more…