Pada acara Zenvolution di Bali kemarin, sebenarnya Asus tidak hanya merilis Zenfone 3 saja, melainkan juga Zenbook 3 dan Transformer 3. Namun memang kemarin itu yang menjadi bintangnya adalah Zenfone 3 sehingga Zenbook 3 dan Transformer 3 agak sedikit terlupakan. Nah, buat yang penasaran, seperti apa sih Zenbook 3 itu, saya akan cerita sedikit, khususnya yang tipe UX390UA. Sedikit aja ya review Asus Zenbook 3 nya, soalnya saya juga tidak sempat banyak mencoba Zenbook di sana, hehe.

Baiklah, ini dia.

Jadi Zenbook 3 ini merupakan notebook yang sangat tipis dan ringan. Tebalnya hanya 11.9 mm dan bobotnya hanya 910 g. Cocok sekali digunakan untuk mobile.

Dengan full body metal, desain Zenbook 3 ini sangat anggun sekali. Motif radial blur yang menghiasi notebook ini memberikan kesan mewah serta pastinya akan memberikan daya cengkeram ketika Zenbook 3 dipegang, jadi tak mudah jatuh. Sabuk berwarna emas yang mengelilingi bagian layar menambah kesan elegan.

Review Asus Zenbook 3

Asus Zenbook 3 tersedia dalam 3 pilihan warna, silakan dipilih mana yang disuka. Kalau saya suka yang hitam.

Review Asus Zenbook 3

Benda yang lebar namun tipis barangkali akan membuat orang menyangka kalau benda tersebut ringkih. Namun tidak demikian dengan Zenbook 3 ini karena bahan yang digunakan untuk membuatnya adalah logam aluminium yang umum digunakan di industri pesawat terbang (aerospace grade alumunium alloy).

Lalu tipisnya ukuran Zenbook 3 ini juga akan membuat orang mengira bahwa performanya dikorbankan karena komponen yang digunakan harus dijejalkan ke dalam ruang yang sempit. Tapi jangan salah ya, performa Zenbook 3 ini bisa dibilang “buas” karena sudah menggunakan prosesor Intel i7 Kaby Lake. Wow.

Tapi apa gak panas tuh notebooknya? Gak kok. Asus mampu merancang sebuah sistem pendingin yang sangat tipis, setebal 3 mm saja. Kipasnya dibuat dengan material bernama Vectran, suatu bahan liquid crystal polymer yang sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada Kevlar yang biasa digunakan sebagai bahan rompi anti peluru. Jadi meski sangat tipis, dijamin kipas tersebut kuat serta tahan panas.

Nah, tipisnya Zenbook 3 ini tak urung memakan korban juga. Port yang tersedia pada notebook ini hanyalah USB Type C saja. Namun tak perlu khawatir karena ada dongle khusus yang memungkinkan port tersebut diperluas menjadi port HDMI, USB Type A, dan USB Type C lagi.

Layarnya yang berukuran 12.5 inci memiliki resolusi full HD (1920×1080) dan ini yang keren: meski tidak berteknologi layar sentuh, namun tetap diperkuat dengan Corning Gorilla Glass 4.

Review Asus Zenbook 3

Urusan audio, Asus mempercayakannya pada Harman Kardon. Bagi penggemar audio, nama Harman Kardon adalah jaminan mutu. Jadi bisa dibayangkan betapa dahsyat audio Asus Zenbook 3 ini.

Ukuran panjang dan lebar Asus Zenbook 3 adalah 296 x 191.2 mm, tentu lebih kecil daripada keyboard konvensional yang umum digunakan di komputer. Namun sungguh mengejutkan, ternyata mengetik dengan Zenbook 3 nyaman-nyaman saja. Mana keyboardnya dilengkapi backlight lagi, sehingga lebih terang. Di bagian touch pad-nya juga terdapat sensor sidik jari untuk meningkatkan keamanan.

Nah, mungkin baru itu yang bisa saya ceritakan soal Zenbook 3. Masalah baterai dan beberapa hal lain tentu belum bisa saya ceritakan lebih detail karena saya juga belum menggunakannya secara intensif, hanya mencoba sebentar di event Zenvolution kemarin.

Semoga nanti saya bisa mengulas notebook ini lebih jauh dan terutama saya bisa mempersembahkannya kepada istri saya untuk menggantikan notebooknya yang mulai renta dan sakit-sakitan.

Follow me on social media:
Review Asus Zenbook 3, Desain Tipis Tapi Performa Tebal
Tagged on:                             

7 thoughts on “Review Asus Zenbook 3, Desain Tipis Tapi Performa Tebal

  • 14/09/2016 at 10:16 pm
    Permalink

    Kisaran harga berapa om?
    Diatas 10 ya? Soalnya prosesornya gahar gitu. :)

    Reply
    • 15/09/2016 at 10:54 am
      Permalink

      Bukan cuma di atas 10, 2x lipatnya (lol)

      Reply
  • 15/09/2016 at 1:21 am
    Permalink

    Pertanyaan yang sama.. dengan Mas Iwan R, ada info range harganya ngga Om? Terus dogle port USB-C itu nanti dijual terpisah atau sudah include ya?

    Eh port USB-C-nya satu aja apa lebih dari satu?

    Maaf ini tanya2nya banyak soale dilihat dari bentuknya kayanya cocok banget kalo diisi ElementaryOS..

    Reply
    • 15/09/2016 at 10:58 am
      Permalink

      Harganya 24 jutaan, Nthon9.
      Kalau yg prosesor i5 19 jutaan.
      Port USB C cuma 1, dongle udah include

      Reply
  • 20/09/2016 at 10:51 am
    Permalink

    harganya nggak nahan yah om, apa om sudi berbaik hati memberikannya satu gratis, eh

    Reply
    • 20/09/2016 at 10:53 am
      Permalink

      Saya kasih gratis dalam bentuk brosur

      Reply
  • Pingback:ZenBook UX360UA, Performa Gegas Dalam Sosok Ringkas - Blog Oom Yahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.