Menyaksikan Langsung Babak Baru PC Berbasis AI di Media Briefing AMD Yogyakarta

Selasa, 23 September 2026, saya berkesempatan hadir dalam Media Briefing AMD di Yogyakarta. Acara yang berlangsung di Grand Hotel The Djokja ini mengangkat tema “Advancing AI: Experience The Next Level of Computing”.

Intinya, AMD memaparkan bagaimana kecerdasan buatan (Al) tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian inti dari pengalaman menggunakan PC, khususnya perangkat on-the-go bertenaga AMD.

Pada pemaparannya, AMD menekankan bahwa di balik kemudahan yang ditawarkan Al, tersimpan potensi nilai bisnis yang besar.

Namun keberhasilan adopsinya sangat bergantung pada banyak hal: keamanan data, cara kerja fitur Al itu sendiri, manfaatnya, hingga risiko di masa mendatang.

Karena itulah briefing ini terasa lebih sebagai sesi edukasi ketimbang sekadar pameran atau peluncuran produk.

PC Yang Lebih Memahami Penggunanya

Salah satu poin yang paling menarik bagi saya adalah perubahan cara kita memakai PC. Kini, menggunakan komputer bukan lagi sekadar membuka aplikasi, tetapi berinteraksi dengan perangkat yang lebih memahami apa yang sedang kita kerjakan, mulai dari mengatur informasi, menyarankan perbaikan, hingga melakukan otomatisasi tugas-tugas kecil yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Kebutuhan ini berlaku untuk semua kalangan: kreator, profesional enterprise, gamer, hingga pengguna mainstream. Al dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan, baik dijalankan secara lokal di perangkat maupun melalui cloud.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AMD memadukan CPU, GPU, dan NPU terbaiknya ke dalam prosesor Ryzen™ Al dengan efisiensi daya yang optimal.

Acara diawali dengan mencoba langsung aneka laptop yang ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ terkini.

Setelah itu, Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia, menyajikan pemaparannya.

Armawati menegaskan bahwa masa depan PC tak cuma sekadar menghadirkan Al, tetapi membuat PC mampu menjalankan Al secara lebih powerful dan membantu pengguna menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

Armawati menambahkan bahwa memilih perangkat Al kini tidak lagi hanya soal spesifikasi, tetapi bagaimana Al benar-benar terintegrasi dengan perangkat dan memberikan pengalaman komputasi yang nyata dalam penggunaan sehari-hari.

AI Yang Berjalan di Perangkat, Bukan di Server

Pada sesi penjelasan yang lebih bersifat teknis, hadir Donnie Brahmandika, Consumer Product Marketing Manager for AMD Indonesia.

Dalam pemaparannya, Donnie menjelaskan bahwa fitur Al yang tersemat di Ryzen™ Al menghadirkan performa dan efisiensi daya untuk pengalaman real-time yang lebih kaya, baik itu dalam kolaborasi video, kreasi konten, produktivitas, gaming, perlindungan keamanan, hingga penggunaan hybrid.

Dengan NPU yang memang didesain khusus untuk menangani AI, beban kerja CPU dan GPU kini jadi leluasa, sehingga keduanya bisa mengerjakan tugas komputasi lain. Pemrosesan Al pun dapat dilakukan secara lokal di perangkat pribadi tanpa perlu terhubung ke server yang menjalankan Al, sebuah poin yang relevan sekali dengan isu keamanan data yang sempat saya singgung sedikit di awal tadi.

Ryzen™ Al 400 Series: NPU Hingga 60 TOPS

Bintang utama acara adalah AMD Ryzen™ Al 400 Series yang bakal menjadi mesin bagi PC Copilot+. Prosesor ini dibangun di atas arsitektur “Zen 5” dan didukung NPU berbasis AMD XDNA™ 2 generasi kedua, dengan kemampuan komputasi Al hingga 60 TOPS, jauh melampaui persyaratan PC Copilot+ yang cuma 40 TOPS.

AMD juga mengumumkan dukungan software ROCm™ 7.2 untuk seluruh Ryzen™ Al 400 Series, serta bundel fitur Al baru di AMD Software: Adrenalin™ Edition, agar adopsi dan pengembangan Al di khalayak luas makin cepat.

Berikut ini adalah jajaran AMD Ryzen™ Al 400 Series. Frekuensi yang disajikan pada tabel dinyatakan dalam GHz.

Ryzen™ AI Max+: Kelas Desktop Dalam Bodi Ultra-Tipis

AMD juga memperkenalkan dua anggota baru untuk keluarga Ryzen™ AI Max+ Series: Ryzen Al Max+ 392 dan Ryzen Al Max+ 388. Keduanya dirancang untuk menjadi jantung komputasi laptop ultra-tipis premium, workstation, dan mini-PC ringkas, dengan kemampuan komputasi Al berkinerja tinggi, grafis kelas desktop terintegrasi, dan arsitektur memori terpadu yang mampu menjalankan agentic AI.

Prosesor ini menggabungkan core “Zen 5” yang efisien dengan grafis AMD Radeon™ 8060S dan NPU XDNA™ generasi kedua dalam satu arsitektur hemat daya. Mulai dari mempercepat model bahasa besar, merender media beresolusi tinggi, hingga memainkan game modern di pengaturan tinggi — semuanya dirancang tanpa mengorbankan portabilitas.

Berikut adalah daftar AMD Ryzen™ AI Max+ Series terbaru. Frekuensi yang disajikan pada tabel dinyatakan dalam GHz.

Ketersediaan di Indonesia

Di pasar Indonesia, prosesor AMD Ryzen™ AI Series sudah hadir di berbagai lini laptop gaming, content creation, dan produktivitas dari mitra OEM seperti ASUS, Acer, Lenovo, GIGABYTE, HP, dan MSI. Khusus laptop bertenaga Ryzen™ AI 400 Series, saat ini sudah tersedia dari ASUS, Lenovo, dan HP, dengan merek lain segera menyusul.

Kesan Saya

Pulang dari acara ini, saya membawa satu kesimpulan: pertanyaan saat memilih laptop kini bergeser dari “seberapa cepat?” menjadi “seberapa cerdas perangkat ini membantu saya bekerja?”. Lewat Ryzen™ Al 400 Series dan Ryzen™ Al Max+, AMD menunjukkan bahwa Al yang berjalan lokal, efisien, dan aman bukan lagi janji masa depan, melainkan sesuatu yang sudah bisa dibawa ke mana saja hari ini.

Follow me on social media:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *