Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan – Ada sebuah kata bijak yang menyatakan bahwa langkah pertama suatu perjalanan akan sangat menentukan arah perjalanan itu. Pernah dengar? Belum? Ah, berarti saya ngarang. (lol)

Lho tapi coba direnung-renungkan. Khan benar tho apa yang saya kemukakan itu.

Kira-kira semacam itu pula tema acara yang saya hadiri pada hari Sabtu, 10 Februari 2018 yang lalu. Acara tersebut adalah sebuah talk show kesehatan yang diselenggarakan oleh Nutricia Sari Husada, bertempat di Mezzanine Eatery & Coffee, Jogja.

Gawat nih, bisa pindah jalur jadi blogger kesehatan nih saya. (lmao)

Jadi di acara tersebut dikemukakan bahwa nutrisi di 1000 hari pertama kehidupan seseorang sangatlah penting untuk diperhatikan dan dipenuhi, agar kelak kehidupan orang tersebut lebih baik.

Penilaian lebih baik ini tentu pengukurannya lebih secara fisik, kesehatannya, kecerdasannya, tumbuh kembangnya, dan lain-lain. Soal nasib, nah itu sih perkara lain.

Nah, 1000 hari ini ternyata bukan dihitung sejak lahir, tapi sejak pembuahan sampai usia 2 tahun.

Baca Juga
Relatif atau Absolut?

Hitung-hitungannya gini:

Masa kehamilan = 9 bulan = 9 x 30 hari = 270 hari.

Dua tahun = 2 x 365 hari = 730 hari.

Total = 270 hari + 370 hari = 1000 hari.

 

Acara diawali dengan jamuan makan siang dan di sela-sela makan, dipersilakan untuk cek kesehatan yang terdiri dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran tekanan darah.

Setelah puas makan siang dan ngantuk, acara dilanjutkan dengan talk show. Narasumber yang didatangkan tentunya merupakan orang yang kompeten di bidangnya, yaitu dr. Endy Paryanto Prawirohartono, MPH, SpAK dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan Nunik Endang S, SST., SH., M.Sc., Ketua PD IBI, DIY.

 

Kemudian acara diakhiri dengan demo masak dengan menu-menu yang tentunya memenuhi gizi 1000 hari pertama kehidupan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang saya rangkumkan dari acara talk show tersebut.

 

Untuk mencetak anak Indonesia yang sehat dan cerdas, langkah awal yang paling penting untuk dilakukan adalah pemenuhan nutrisi anak sejak usia dini.

Baca Juga
Cerpenista, Ayo Ngarang Rame-Rame

Nah, ini cocok dengan yang saya tulis di awal tadi khan, hehe.

 

Salah satu nutrisi yang penting untuk ibu hamil adalah asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kelainan, misalnya janin yg tidak punya otak.

Uwow, pasti sekarang ini banyak yang dulu ibunya kekurangan asam folat. Lihat aja kelakuannya di jalanan.

 

Seorang ilmuwan asal Argentina pernah melakukan penelitian dengan membuat dua kelompok ibu hamil. Kelompok yang pertama sering diberi jus wortel dan kelompok kedua sama sekali tidak diberi jus wortel.

Ternyata, bayi yang lahir dari ibu yang sering mengkonsumsi jus wortel, lebih mudah makan bila diberi wortel dan sebaliknya, bayi yang lahir dari ibu yang tidak pernah mengkonsumsi jus wortel, rada sulit makan bila diberi wortel.

Nah jadi kalau kepingin anaknya doyan duit … eh salah …

 

Sekitar usia 6 bulan, bayi sudah bisa diberi makan padat. Salah satu cara memeriksa apakah bayi siap untuk makan makanan padat adalah dengan melihat apakah duduknya sudah tegak dan saat duduk tegak itu kepalanya sudah bisa bergerak bebas, tengok kanan kiri.

Baca Juga
Istimewa atau Merdeka

Nah perhatikan ya ibu-ibu, jangan tergesa memberikan makanan padat buat bayi, apalagi kalau makanan itu masih panas.

 

Karena mayoritas masyarakat Indonesia makan nasi sebagai makanan pokok, ada baiknya membuat makanan pendamping ASI yang berbahan tepung beras, supaya kelak bayi lebih mudah makan nasi.

Hayo ngaku, dulu kamu pasti diberi pisang khan pas udah mulai makan makanan padat?

 

Seorang ibu hamil disarankan untuk sesering mungkin menemui tenaga kesehatan, supaya bila ada apa-apa dengan janin lebih mudah dipantau. Dalam keadaan kepepet, minimal 4x lah, sekali waktu usia kehamilan 0-3 bulan, sekali waktu kehamilan 3-6 bulan, dan dua kali waktu kehamilan 6-9 bulan.

Ibu-ibu yang lagi hamil, kalau suamimu gak mau antar periksa, fentung saja.

 

Semoga bermanfaat bagi calon ibu atau mereka yang sedang merencanakan kehamilan.

Follow me on social media:

3 Comments

oRiN · 15/02/2018 at 1:03 pm

Ooo.. berarti sejak hari pertama dibuahi sudah masuk hitungan 1000 hari, gitu ya Oom? Anakku yang bungsu lumayan banyak ketinggalan nih, soalnya baru nyadar hamil di usia kehamilan 4 bulan hahaha…

Btw, dulu anak2ku MPASI pertamanya mulai usia 6 bulan semuanya… tapi makanan pertama yang dikenalnya pisang terus sampe sekarang doyan pisang semua.

    Oom Yahya · 15/02/2018 at 1:41 pm

    Iya betul, artinya sebenarnya sejak awal banget kehamilan udah harus diperhatikan nutrisinya.
    Ya memang kelemahannya banyak yg gak sadar kalo hamil sih, hehe.

Kartika Nugmalia · 15/02/2018 at 10:07 pm

Kasian suaminya difentung wkwkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.