Ke Jakarta Enak Lewat Pantura Atau Jalur Selatan? – Sudah jadi rahasia umum bahwa momen lebaran selalu dimanfaatkan oleh para pekerja di Jakarta untuk pulang, mudik ke kampung halaman. Karena gelombang pemudik ini begitu masif, tidak heran jika selalu menimbulkan kemacetan. Jangankan lebaran, libur panjang lain semacam long weekend (misalnya ada tanggal merah di hari Jumat atau Senin), juga berpotensi macet meskipun tak seekstrim waktu lebaran.
Saat lebaran atau libur panjang yang lain, tentu saja saya dan keluarga juga libur, dan kami sering memanfaatkannya dengan berlibur keluar kota. Khusus saat lebaran, kadang saya dan keluarga berpikir lebih baik “melawan arus” saja, justru liburan ke arah Jakarta. Harapannya tentu supaya tidak ikut arus kemacetan. Masalah berikutnya: kalau ke Jakarta enak lewat Pantura atau Jalur Selatan?
Kalau tinggal di Semarang sih tentu lebih enak kalau mau ke Jakarta. Ingin jalan via darat, ada bus atau travel. Buat yang suka naik travel, bisa beli tiket travel jakarta semarang via Traveloka. Tentu selain travel, tersedia juga alternatif transportasi yang lain seperti kereta api, bahkan pesawat terbang juga ada, meskipun jarak Semarang-Jakarta relatif sangat dekat untuk ukuran terbang dengan pesawat.
Kalau hendak menempuh perjalanan dari Jawa Tengah ke Jakarta, memang akan selalu dihadapkan pada pilihan mau lewat Pantura atau Jalur Selatan. Namun memang ini kondisi beberapa tahun lalu. Sekarang kalau misalnya ada rencana liburan ke Jakarta, saya pilih melalui jalan tol Trans Jawa saja. Selain lebih cepat dan nyaman, potensi tersesat juga lebih kecil kalau lewat jalan tol.

Beberapa tahun lalu, ketika jalan tol dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah belum ada, baru ada sampai Bandung saja, saya dan saudara ipar yang tinggal di Semarang sempat berbeda pendapat soal perjalanan menuju ke Jakarta.
Jadi ceritanya, kami hendak berlibur bersama ke Jakarta dengan membawa mobil masing-masing. Dia dari Semarang tentu lebih dekat jika melewati Pantura, sedangkan saya lebih suka lewat Jalur Selatan.
Untungnya, dia ternyata ada perlu untuk datang ke Jogja terlebih dahulu, jadi perbedaan pendapat selesai karena akhirnya kami berangkat bersama dari Jogja melalui Jalur Selatan Jawa.
Buat saya pribadi, perjalanan dari Jogja ke Jakarta melalui Jalur Selatan Jawa membawa nostalgia tersendiri karena dulu waktu masih kecil, orangtua saya mengajak saya ke Jakarta juga melalui Jalur Selatan Jawa.
Waktu itu ayah saya yang menyetir, bergantian dengan paman. Jadi sudah ketahuan kan, dari mana menurunnya “bakat” menyetir saya ini, hehe.
Selain soal nostalgia, masalah jarak juga menjadi pertimbangan saya. Selisih jarak Jogja-Jakarta yang harus ditempuh saat melewati Pantura dan Jalur Selatan lumayan juga loh. Dari berbagai informasi yang saya kumpulkan, jarak Jogja-Jakarta melalui Jalur Selatan Jawa adalah 501 km, sedangkan jika melalui Pantura adalah 569 km. Ingat ya, jarak ini dihitung saat tol Trans Jawa belum dibangun, jadi saat itu tol yang ada hanya tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Bandung.
Beberapa tahun kemudian, ketika keluarga saya dan keluarga ipar saya hendak berlibur bersama kembali, kami memilih berangkat sendiri-sendiri, saya dari Jogja melalui Jalur Selatan sedangkan dia dari Semarang melalui Pantura.
Untuk urusan berlibur, saya memang lebih suka lewat jalan darat, mengendarai mobil sendiri. Pertimbangannya, saat berada di destinasi wisata saya dan keluarga akan lebih mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Menggunakan mode transportasi lain seperti kereta api ataupun pesawat terbang bisa jadi lebih menguntungkan dalam hal waktu tempuh, tetapi berpotensi mengalami kesulitan saat berada di destinasi wisata karena keterbatasan tranportasi umum yang tersedia.
Kini dengan adanya jalan tol Trans Jawa, perbedaan waktu yang harus ditempuh saat melewati jalan darat dan udara semakin pendek.
Ambil contoh saudara ipar saya yang di Semarang tadi. Saat menggunakan transportasi udara dari Semarang ke Jakarta, dia harus datang 1 jam sebelum keberangkatan. Kemudian penerbangan ke Jakarta ditempuh dalam waktu 1 jam. Setelah itu, dari bandara Soekarno-Hatta menuju ke tujuan, bisa jadi menempuh waktu 1 hingga 2 jam, tergantung kemacetan. Jadi total waktu tempuhnya 3 hingga 4 jam.
Sedangkan menggunakan mobil atau travel melalui tol Trans Jawa, waktu tempuhnya sekitar 5 hingga 6 jam. Walaupun selisihnya bisa 2 hingga 3 jam, tetapi kita lebih bisa pegang kendali akan perjalanan dan secara psikologis itu lebih menguntungkan.
Follow me on social media:
Leave a Reply