Tuan Rumah Brasil Dipermalukan Jerman!

Pada tulisan saya sebelumnya, saya sudah menuliskan keyakinan saya kalau Jerman bakal lolos ke final Piala Dunia 2014. Namun yang sungguh tak saya sangka adalah skornya, 7-1. Saya pikir pertandingan akan berjalan ketat, bahkan saya sudah bersiap kalau harus perpanjangan waktu.

Sungguh sebuah hasil yang pastilah tidak ada yang berani memprediksikannya. Kalah ya kalah … tapi tak begini. (Emangnya Anang).

Jadi sebenarnya Jerman yang begitu hebat atau Brasil yang bermain sangat buruk?

Menurut saya ya kombinasi keduanya.

Saat skor masih 0-0, Brasil memegang kendali permainan. Sempat tercatat possession adalah sekitar 60-40 untuk Brasil. Namun – meski Scolari tidak mau hal tersebut dijadikan alasan – absennya Neymar sungguh terasa karena lini depan Brasil seolah bingung cara menembus pertahanan Jerman.

Jerman sendiri juga nampak panik. Ketika mendapat kesempatan melakukan serangan balik, mereka sering salah umpan. Padahal jika lebih tenang, tak mustahil gol pertama Jerman datang lebih cepat.

Tapi ya ternyata cuma dibutuhkan waktu 11 menit saja. Berawal dari tendangan bebas, Thomas Mueller tiba-tiba datang entah dari mana menusuk ke tengah, tanpa kawalan, dan dengan mudah menceploskan bola.

Tidak ada selebrasi yang berlebihan. Mereka tahu, skor 1-0 masih sangat jauh dari aman dan bisa jadi memang diperintahkan oleh Joachim Loew supaya Brasil tidak “terprovokasi”.

Namun gol tersebut jelas memompa kepercayaan diri pemain Jerman. Pelan tapi pasti mereka mulai menguasai lapangan. Dan ketika gol kedua hadir melalui kaki Miroslav Klose, saya langsung yakin Jerman bakal menang besar. Kenapa yakin? Karena nampak sekali pertahanan Brasil kocar-kacir menahan gempuran Jerman. Benar saja, hanya dalam waktu 6 menit, 4 gol tambahan dilesakkan oleh Jerman.

Babak kedua Jerman bermain santai dan seolah membiarkan Brasil memegang kendali. Kegemilangan Neuer membuat gawang Jerman tetap aman bahkan mereka mampu menambah dua gol lagi.

Gol Oscar di penghujung pertandingan bahkan tidak lagi bisa disebut gol pelipur lara bagi Brasil.

Dengan kemenangan spektakuler ini, Jerman membukukan beberapa rekor:

  • Kemenangan dengan margin terbesar di semifinal Piala Dunia. Rekor sebelumnya adalah 6-1 yang tercatat di 3 partai semifinal, yaitu Argentina vs AS dan Uruguay vs Yugoslavia pada tahun 1930, lalu Jerman Barat melawan Austria di 1954.
  • Kekalahan kandang pertama bagi Brasil sejak tahun 1975! Saat itu mereka kalah 1-3 melawan Peru di semifinal Copa Amerika. Total 63 pertandingan dilalui tanpa kalah sejak itu.
  • 5 gol dalam 29 menit merupakan yang tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia. Sebelumnya ada Yugoslavia yang mencetak 5 gol dalam 30 menit melawan Zaire di Piala Dunia 1974.
  • Klose mencatatkan diri sebagai top skorer Piala Dunia sepanjang masa, melampaui Ronaldo (Luis Nazario de Lima, bukan Christiano). Ronaldo sendiri hadir sebagai komentator pertandingan.
  • Jerman menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia (dicatat sejak saat masih bernama Jerman Barat tentunya) dengan 223 gol. Brasil ada di tempat kedua dengan 220 gol.
  • Jerman menjadi tim yang terbanyak masuk ke final Piala Dunia, yaitu 8 kali.

Meski Jerman baru juara Piala Dunia sebanyak 3 kali (itupun saat bernama Jerman Barat), kalah jumlah dari Brasil (5x) dan Italia (4x), catatan-catatan di atas tetaplah mentereng.

Satu tambahan fakta, Jerman tidak pernah kalah bila Klose mencetak gol. Luar biasa.

Di akhir pertandingan, para pemain Brasil tetap berdoa dan memberi selamat, bahkan memeluk pemain Jerman. Sebuah contoh sikap iman dan sportivitas yang luar biasa.

Follow me on social media:

Similar Posts

7 Comments

  1. Hmmm… dengan kemenangan ini, Jerman sudah benar2 menang Piala Dunia 2014. mengalahkan tuan rumah di kandang sendiri, menceploskan begitu banyak gol…

    Brazil memang tidak pantas menang setelah pertarungan perempat finalnya. Begitu banyak pelanggaran.

    Dan Brazil benar2 layak bergabung dengan Les Miserables club: Saudi Arabia dan Haiti dgn kekalahan yg relatif besar.

    A humiliation for eternity – Brazil

    A victory for eternity – Germany

    Anyway, nice ripiu… errr… recap, om droid. :mky_03:

  2. Yah, Brazil kalah….tapi permainan Jerman memang bagus. Salut !!
    Oom Yahya sesudah Italy pegang negara apa lagi ya?

    1. Wah, kang Hariy juga mampir ke marih, tengkiuh.
      Saya pegang negara mana? Mau tau aja atau mau tau banget? (ngacir)

  3. Hehehe…saya sih kadang2 saja mampir baca2 ke sinih….seringnya jadi SR sajah..
    jago saya alias tuan rumah sudah pasti ngga juara, jago cadangannya Inggeris sajah. samimawon. Beneran nih, oom…mau tau bgt. Oom Yahya pegang negara mana, subjektip kan gpp..

    1. Sejak kecil saya sebenarnya pegang Jerman. Cuma mulai bosan pas 1994 dan 1998 karena regenerasi telat, itu2 terus orangnya. Akibatnya tak bisa bicara banyak khan di 2 turnamen itu. Mulai 2002 agak suka lagi 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.